Ankara, Gontornews — Pemerintah Turki akan terus menjaga perusahaan Turki dari perlakuan yang tidak adil oleh Amerika Serikat (AS). Demikian dikatakan Menteri Perdagangan Turki, Ruhsar Pekcan seperti dilansir Anadolu, Rabu (15/8).
Berbicara dalam pertemuan konsultasi hubungan ekonomi dan ekonomi Turki-Afrika di ibukota Ankara, Pekcan mengatakan bahwa Turki akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk melawan langkah AS.
“Kami telah menggandakan tarif pada 22 produk yang berasal dari AS, menanggapi sanksi AS baru-baru ini dengan tarif tambahan senilai US$ 533 juta semalam,” katanya.
Dikatakannya, AS adalah mitra dagang penting bagi Turki tetapi bukan satu-satunya. “Negara kami memiliki beberapa mitra dan pasar alternatif,” ungkapnya.
Presiden Amerika Donald Trump pada 10 Agustus AS lalu menggandakan tarif impor aluminium dan baja dari Turki.
Menurut Pekcan, perdagangan dan ekonomi seharusnya tidak terpengaruh oleh reaksi politik. Dia menyerukan dunia untuk saling bekerjasama di bidang ekonomi bukan perang perdagangan. Lanjut dia mengatakan, peningkatan investasi Turki di Afrika tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah Turki.
“Kami melihat potensi besar di bidang ini. Kami akan melanjutkan kerjasama kami pada peningkatan kemakmuran ekonomi dan pekerjaan,” kata Pekcan. [Muhammad Khaerul Muttaqien]
























