pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Thursday, 8 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

PaperTerakhir Stephen Hawking: Dari Universe ke Multiverse

Oleh Dedi Junaedi

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
10 September 2018
in Sains
0
PaperTerakhir Stephen Hawking: Dari Universe ke Multiverse

Gajah mati meninggalkan gading. Ilmuwan wafat menyisakan jasa. Sebelum anumerta, Stephen Hawking sempat mewariskan makalah ilmiah. Ini kontribusi terakhirnya tentang multiverse alam semesta.
Empat belas miliar tahun yang lalu, Big Bang berdentum pertama kali. Ledakan maha besar menggerakkan semua materi dan energi dan membentuk alam semesta kita. Sesuatu yang luar biasa pun sekonyong-konyong terjadi. Tatanan ruang dan waktu itu dimulai dan seketika menyebarluas dengan laju lebih cepat daripada kecepatan cahaya.
‘’Saat itulah “inflasi kosmik” mulai terjadi,’’ ungkap Stephen Hawking dalam jurnal High Energy Physics terbaru (3 Mei 2018). Sebagaimana hasil perhitungan simulai dan pengamatan para fisikawan, alam semesta telah dan terus terkembang dengan luasan yang lebih besar dari yang pernah bisa kita amati. Inflasi kosmik memastikan adanya wilayah-wilayah ruang semesta ketika ekspresi cahayanya belum lagi mencapai wilayah amatan kita. Itu berarti selalu ada sesuatu yang terjadi di luar batas alam semesta yang teramati, wilayah yang tidak dapat dilihat oleh teleskop manusia.

Dalam makalah A Smooth Exit from Eternal Inflation? [ditulis bersama Thomas Hertog], kosmolog besar itu menyampaikan pandangannya, adanya fakta jagat raya terkembang di luar batas perkiraan memunculkan tesis adanya semesta yang jamak. Konsep universe (semesta junggal) tak lagi valid diperthankan. Sudah waktunya kita berpikir adanya semesta yang multiverse.
Beberapa model teori Big Bang memprediksi bahwa inflasi yang merentang ruang pada awal waktu juga menghasilkan jumlah ‘alam semesta saku’ (universe pocket) yang tak terbatas, dipisahkan oleh daerah-daerah yang tidak dapat dilewati satu sama lain.
Dalam pandangan ini, eksistensi menyebar seperti gambar fraktal, dan ada sudut yang tak terhitung jumlahnya di mana alam semesta saku dapat berada. Di alam semesta tersebut, iterasi yang tak terhitung jumlahnya hadir dalam perjalanan waktu dan berkembangnya seluruh jagat raya, masing-masing memiliki sedikit varian berbeda dari yang lainnya. Ekspresi semesta saku itu beragam warna dan karakteristiknya. Ada yang tampak hijau. Ada yang putih, ada yang tampak seperti pizza. Sementara itu, hukum-hukum fisika dasar sepertinya tidak lagi berlaku.
Semua itu menimbulkan beberapa kebingungan. Untuk itu, Stephen Hawking, yang meninggal pada 14 Maret, menawarkan jalan keluar dari konsep inflasi abadi (eternal inflation) agar kita dapat memahami alam semesta secara rasional dengan pandangan fisika.
Dalam makalah terakhirnya, Hawking berpendapat bahwa keberadaan multiuniverse dapat lebih sederhana. Ruang maha luas itu tidak menelurkan dunia yang terpisah dengan jumlah yang tak terhitung. ‘’Mungkin ada lebih dari satu alam semesta, tetapi bukan jumlah yang tak terbatas,’’ tegasnya. Dan temuan terakhir ini, sebenarnya dia sangat berharap: para fisikawan lain dapat memiliki kesempatan untuk memahami hukum alam kita secara lebih dalam.

Kasus Hawking Melawan Multiverse
Melalui makalahnya, Hawking menyadari kemungkikan tesis multiverse menimbulkan pro dan kontra di dunia ilmiah. Untuk itu, dia mengawali argumennya dengan mengungkapkan: “Saya tidak pernah menjadi penggemar dari multiverse.” Meskipun demikian, fakta menunjukkan bahwa beberapa karyanya di bidang kosmologi meramalkannya. Dia tidak suka multiverse, sebagai teori, karena sedikit anti-ilmiah. Pada kesempatan lain, dia pernah menyebut bahwa multiverse mewakili akhir dari pencarian sains.
Mengapa tesis multiverse tidak populer? Jawaban ringkasnya, kata Hawking dan Hertog, oleh karena teori multiverse memprediksi hal-hal yang tidak bisa kita lihat atau diamati secara langsung. ‘’Jika teori ilmiah Anda memprediksi sesuatu yang tidak pernah bisa diuji, ia berhenti menjadi sains. Itu filosofinya,’’ jelas Hawking.
Multiverse tidak memuaskan dari kacamata nalar ilmiah biasa. Ini menunjukkan bahwa hukum yang mengatur alam semesta kita tidak lagi memiliki makna istimewa Mereka hanya satu permutasi acak pada fraktal realitas tak terbatas.
“Jelas itu sangat tidak memuaskan,” tambah Thomas Hertog, seorang fisikawan di Universitas Katolik Leuven di Belgia yang ikut menulis makalah bersama dengan Hawking. “Mengapa tidak memuaskan? Karena hukum alam yang kita amati di alam semesta kita menjadi tidak banyak berfungsi. “Menerima konsep multiverse berimplikasi kita menyerah pada pencarian untuk memahami tentang spesialisasi alam semesta kita,’’ tegasnya.
‘’Beberapa orang menyukai [multiverse] sebagai penjelasan, dan kami tidak puas dengan itu,” kata Hertog. Model matematis Big Bang memprediksi multiverse menunjukkan “teori itu tidak baik.’’ Maka, kata mereka, ‘’kami kembali ke teori Big Bang dengan revisi perbaikannya. ”

Harapan Terakhir Hawking
Sebagai jalan keluar dari jabatan konsep inflasi abadi, fisikawan Hawking dan Hertog membuat simulasi model matematika tingkat tinggi. Keduanya memadukan pendekatan matematika euclidan, fractal dan supersimetri yang terbilang sangat rumit.

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Tetapi, ringkasan dasarnya sebagai berikut. Ada konsep dalam fisika yang disebut holografi, yang menemukan bahwa alam semesta tiga dimensi kita dapat direpresentasikan dalam dua dimensi. Dan dalam representasi dua dimensi, semua model matematika yang membantu menjelaskan hukum alam kita masih dapat berlaku. Sebelumnya, kita mungkin pernah mendengar tentang gagasan bahwa alam semesta adalah hologram. Ini adalah konsep yang muncul dari teori string atau supersimetri.
Model holografi, kata Hertog, memingkinkan Hawking dan dirinya merombak model matematika Big Bang. Dan dengan pendekatan matematika baru ini, pola fraktal dari semesta-semesta ‘saku’ menjadi hilang. Eksistensi ketidakterbatasan model menjadi “lebih terbatas, lebih seragam,” katanya.
Pendeknya, dengan revitalisasi model Big Bang, keduanya menyimpulkan bahwa mungkin masih ada lebih dari satu alam semesta, tetapi bukan jumlah yang tak terbatas. Dalam model Big Bang terbaru ini, eksistensi multiverse menjadi lebih bisa diatur, lebih bisa diketahui, meski harus diakui alam semesta masih tetap dipenuhi misteri yang belum tersungkap.
Meskipun simulasi model matematika dari makalah tersebut telah diperiksa, kesimpulannya masih jauh dari terbukti. “Lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk membuktikan dugaan ini,” kata Hertog. Dia mengatakan apa yang dilakukan oleh dua fisikawan ini baru berupa “garis besar” perlu paradigma baru memahami Big Bang.
Untuk membuktikan tesis barunya, mereka mengaku membutuhkan bukti langsung dari jejak-jejak Big Bang, yang mungkin masih terekam dalam gelombang gravitasi. Gelombang gravitasi sejatinya merupakan ekspresi dari jejak rekam dani dinamika riak dalam ruang dan waktu dari alam semesta.
Seperti diketahui, beberapa tahun lalu (2016/2017), para ilmuwan berhasil mendeteksi secara eksperimental adanya gelombang gravitasi dari sebuah peristiwa ledakan bintang yang bertumbukan sekitar 3 miliar tahun yang lalu. Mereka, para ahli fisika dan kosmologi, belum berhasil mendeteksi banyak gelombang gravitasi primordial yang lebih tua, meskipun pencarian gelombang kuno itu sedang berlangsung.
Kelak, jika ekspresi gelombang gravitasi berhasil ditemukan, garis besar paradigm baru Big Bang bisa dilengkapi dengan garis halus dan arsirannya. Dengan begitu, dapat pula diuji sebera sahih tesis baru multiverse yang diajukan Hawking dalam makalah terakhirnya.
Sebelum menutupi makalahnya, Hertog menginformasikan bahwa makalah tersebut merupakan hasil berkolaborasinya dengan Hawking selama beberapa decade hingga maut menjembutnya. Dia menerbitkan makalah ilmiah itu sebagai kengan teralkhir mereka,
Tentang Hawking, Hertog berkomentar: “Dia selalu memiliki ide-ide baru dan tajam. Di balik raganya yang rapuh, selalu adasemangat tim yang luar biasa hidup menyala. Seluruh kolaborasi itu telah menjadi pengalaman yang unik dan menginspirasi. Di satu sisi, saya sedih ini sudah berakhir. Dan dia tidak di sini untuk melihat publikasinya.’’ Tapi, di sisi lain, dia percaya: sains akan hidup terus. Warisan ilmiah pun akan terus hidup sepanjang massa.
Dedi Junaedi

Tags: MultiverseStephen HawkingUniverse
Share78Tweet49Send
Previous Post

Pesawat Sudan Selatan Jatuh di Sungai: 19 Tewas

Next Post

Lubang Hitam

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Inilah Profil Habib Salim Segaf Al-Jufri

Inilah Profil Habib Salim Segaf Al-Jufri

29 July 2018
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

0
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

5 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result