Paris, Gontornews — Akibat gelombang demonstrasi warga yang menolak kenaikan pajak bahan bakar, Pemerintah Perancis mengaku siap untuk menangguhkan kebijakan tersebut. Perdana Menteri Perancis, Edouard Philippe mengatakan bahwa pengumuman terkait penangguhan kebijakan tersebut akan diumumkan pada Selasa (4/12) malam waktu setempat.
Sebuah sumber, yang dikutip Reuters, menyebutkan bahwa kebijakan akan menjadi perubahan kebijakan yang signifikan sejak Presiden Perancis, Emmanuel Macron, duduk sebagai kursi Presiden Perancsi 2017 silam.
Protes masyarakat Perancis pecah sejak Macron memberikan pajak terhadap setiap kebutuhan rumah tangga yang menggunakan diesel. Macron berdalih bahwa kebijakan ini dilakukan dalam rangka untuk memerangi perubahan iklim serta penjagaan terhadap lingkungan.
Meski demikian, kebijakan tersebut mendapatkan respon negatif dari masyarakat. Sejumlah warga melakukan demonstrasi untuk memprotes kebijakan tersebut hingga, saat ini, berevolusi menjadi pemberontakan anti-Macron yang terjadi secara masif dan meluas. Warga menduga bahwa kebijakan yang diterapkan Macron hanya berpihak kepada orang-orang kaya di Perancis.
Akibat demonstrasi tersebut, bangunan ikonik Perancis, Arc de Triomphe, dirusak oleh para demonstran. Tidak hanya itu, sejumlah jalur ibu kota di Champs Elysees juga mengalami kerusakan serupa. [Mohamad Deny Irawan]





















