Singapura, Gontornews — Pemerintah Singapura berencana melakukan pertemuan bilateral dengan Malaysia untuk membahas sengketa wilayah kelautan yang antara kedua negara di Pelabuhan Johor Baru. Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan, memastikan bahwa proses negosiasi dan diksusi bilateral antar kedua negara akan berjalan dengan baik dan berharap penyelesaian sengketa dapat segera diselesaikan.
Sebelumnya, Pemerintah Singapura berang setelah melihat beberapa kapal berkebangsaan Malaysia bersandar di wilayah perairan Singapura. Malaysia tidak terima dan membalas balik bahwa wilayah yang ditempati oleh sejumlah kapal tersebut masih berada di wilayah perairan Malaysia.
“Saya tidak berpikir itu sebagai masalah untuk menghitung satu, dua atau tiga kapan (yang bersandar). Saya pikir, preferensi kami yang mendesak mereka untuk menarik semua kapal tidak kondusif,” ungkap Khaw Boon Wan sebagaimana dilansir The Straits Times.
Selain wilayah perairan, Singapura-Malaysia juga bersengkata di Pelabuhan Tanjung Lepas serta pembangkit listrik Tanjung Bin. Singapura berharap Malaysia mematuhi konvensi perserikatan bangsa-bangsa tentang hukum kelautan (The United Nations Convention on the law of the sea/UNCLOS) yang berlaku secara internasional.
“Sayangnya, mereka tidak setuju untuk mundur. Jadi kita akan melihat bagaimana diskusi bilateral akan berjalan. Pandangan saya, diskusi bilateral tidak akan berjalan kondusif untuk saat ini,” jelas Khaw Boon.
Kedua negara telah sepakat untuk menjadwalkan pertemuan yang telah terjadi pada Ahad (16/12) yang lalu dan pertemuan kedua akan dilangsungkan pada minggu kedua pada bulan Januari 2019 mendatang. [Mohamad Deny Irawan]






















