pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Tuesday, 20 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Mujahid

Kemenag Hadiahi Mbah Parno, Pelayan Arsitek Istiqlal sebuah Rumah

Fathur Roji by Fathur Roji
5 January 2019
in Mujahid
0
Kemenag Hadiahi Mbah Parno, Pelayan Arsitek Istiqlal sebuah Rumah

Jakarta, Gontonrews — Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-73 tahun 2019 memberi warna dalam hidup Suparno (90) atau yang biasa dipanggil Mbah Parno. Kakek yang hingga kini masih aktif berkhidmah di Masjid Istiqlal ini mendapat berkah berupa sebuah rumah.

Bantuan rumah ini diberikan oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam acara Ngobras atau Ngobrol Santai bareng Menteri Agama. Acara yang merupakan rangkaian peringatan HAB ini berlangsung di Gedung Kementerian Agama, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Jumat (04/01).

“Semoga membawa berkah dan manfaat. Ini ada bantuan dari ASN Kementerian Agama,” kata Menag sembari menyerahkan secara simbolik voucher bertuliskan “Bantuan Rumah untuk Mbah Suparno, Pelayan Friedrich Silaban (Arsitek Masjid Istiqlal)”.

Lantas siapakah Mbah Parno? Humas Kementerian Agama pernah melakukan wawancara dengan Mbah Parno pada Rabu, 28 September 2016, di Masjid Istiqlal.

BACA JUGA

Nyai Hj Fatmah Noor Salim: Setia di Jalan Pengabdian, Menjaga Api Perjuangan

KH Salman Al-Farisi: Cahaya dari Cilengsi Nyalakan Lentera Qur’aniy

Yayasan Raudhah Al-Gontory Siap Muliakan Seratus Ribu Yatim Dhuafa

Srikandi Gontor Putri Dirikan Pondok di Pelosok Negeri

Drs KH Yadi Suryadi: Jejak Dakwah dari Belukar ke Menara Ilmu

Humas tiba di Masjid Istiqlal jelang Shalat Dhuhur berjama’ah. Saat itu, nampak seorang kakek melambaikan tangan, mengajak orang-orang untuk merapatkan barisan guna Shalat Dhuhur berjamaah. Lelaki tua itu tak lain adalah Mbah Suparno, salah satu saksi hidup sejarah pendirian Masjid terbesar di Asia Tenggara ini; Masjid Istiqlal.

Mbah Parno lahir di Desa Kalimati Juwangi Boyolali Jawa Tengah pada 1928. Tahun 1951, dia merantau ke Ibu Kota sebagai kuli bangunan. Pada 24 Agustus 1952, bertepatan dengan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Presiden Soekarno meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Istiqlal. Mandor yang diikuti Mbah Parno ikut dalam pembangunan masjid tersebut. Di sinilah, Suparno yang kala itu berusia 24, bertemu dengan Arsitek Masjid Istiqlal, Friedrich Silaban, seorang Batak yang beragama Kristen (Protestan).



Kala itu, pekerjaan Suparno adalah kuli bangunan, sembari juga mencari tenaga-tenaga untuk pembangunan Masjid. “Waktu itu, masih sepi Mas. Saya jalan kaki muter-muter mencari orang untuk kerja proyek di Masjid ini. Para tukang becak saya tawari. Saat itu, kita dibayar Rp15 seharinya,” cerita Mbah Parno, saat ditemui di Ruang Unit Fasilitas Ibadah, sebelah Barat laut ruang utama Masjid.

Mbah Parno menceritakan, Masjid Istiqlal berdiri di atas tanah seluas sembilan hektar. Lima hektar di antaranya untuk masjid, sisanya dibuat taman, parkir dan lain sebagainya.

“Waktu itu, Pak Soekarno memerintahkan Pak Silaban yang juga dosen UI di Salemba bagian Arsitek, untuk membuat tiga gambar. Masjid ini, Monas dan Stadion Utama Senayan. Nah, begitu Pak Silaban diturunkan di sini, saya yang disuruh melayani. Ya cetak gambar, makannya apa, minumnya apa, itu semua saya yang ngurusi,” kenang Mbah Parno

Mbah Parno meyakinkan, awalnya, dirinya memang bekerja sebagai kuli bangunan. Suparno yang cekatan, menyita perhatian Silaban, karena setiap disuruh, Suparno tidak pernah mengecewakan.

“Pak Silaban suka dengan kerja saya. Karena setiap disuruh, saya langsung berangkat dan setiap ditanya, selalu saya katakan, sudah saya laksanakan dan beres, Pak,” tuturnya seperti diberitakan kemenag.go.id.

Pelan namun pasti, Suparno beralih profesi, dari kuli bangunan, menjadi tukang membuatkan teh, kopi, dan menyiapkan makanan Silaban yang menggemari ikan mentah. Selama bekerja membangun Masjid Istiqlal, Silaban “hanya” mau dilayani oleh Suparno dalam hal teknis seperti mengantar surat, mengecek barang, serta membuatkan kopi, minuman, dan makanan. Diterangkan Mbah Parno, belum pernah sekalipun Silaban marah padanya. 

Setelah Masjid berdiri dan siap digunakan, Suparno diangkat menjadi pegawai Istiqlal. Tugas utamanya adalah mengantar surat. Uniknya, lelaki yang memiliki lima anak ini selalu jalan kaki dalam mengantar surat, terutama saat mengantar ke alamat yang dekat dengan Istiqlal, misalnya: Kemenkeu, Istana, Kemendagri, Kemenag, dan lainnya.

Hingga kini, kakek dua  cucu ini, setiap berangkat ke Istiqlal, juga masih suka jalan kaki. Jarak antara kontrakan Mbah Parno yang berada di Jalan Garuda Gang Mangga Kemayoran dengan Masjid Istiqlal lebih kurang 2 KM, tidak menghalanginya untuk selalu jalan kaki.

Pada 2005, Mbah Parno dipindahtugaskan dari mengantar surat, menjadi penjaga sepatu/sandal jamaah. Sejak Mei 2016, Mbah Parno dipercaya masuk Bidang Takmir Bagian Tim Fasilitas Ibadah. Tugasnya adalah ngopyak-ngopyak atau menyuruh para jamaah untuk merapatkan dan meluruskan shaf (barisan) saat shalat jamaah Dhuhur dan Ashar.

Selepas Ashar, Mbah Parno kembali ke kontrakan. Pekerjaan yang seperti itu dilakukan tiap Senin hingga Jumat.

Sudah puluhan tahun di Jakarta, Mbah Parno belum memiliki rumah. Lulusan kelas 3 SR ini menyewa tanah berukuran 8 x 3,5 M dengan biaya 3 juta/tahun. Sedang untuk bangunannya, dia mendirikan sendiri. Rumah tersebut dihuni Mbah Parno beserta istri dan kelima putranya. Sejak ditinggal istri tercinta pada 2007 lalu, Mbah Parno tinggal beserta 4 anak dan 2 cucunya. Satu putrinya telah menikah dan mengontrak sendiri.

Bekerja di Masjid Istiqlal, Mbah Parno digaji Rp 3,4 juta/bulan. Mbah Parno diberi keleluasaan tanpa batas untuk mengabdikan dirinya di Masjid.

“Pokoknya, selama saya masih kuat, saya diperbolehkan bekerja di sini. Jika sudah tidak kuat, saya baru akan berhenti. Kerja di sini saya ikhlas, karena bisa shalat berjama’ah. Saya hanya mengharap ridha Allah SWT,” semangat Mbah Parno sambil ketawa.

Mbah Parno tentu berharap punya rumah sendiri. Namun, itu tidak mengurangi rasa syukur nya atas nikmat hidup yang sudah dia dapat. Apalagi, anak-anaknya juga bisa melanjutkan sekolah hingga SMEA dan STM. 

“Allah itu Maha Adil. Yang penting bisa shalat berjama’ah, bisa maen sama cucu, makan seadanya, yang penting sabar, jangan emosi, apa adanya saja. Jadi kerja dibuat happy saja mas, alhamdulilah bisa mengabdi di Istiqlal,” ujarnya.

Dia mengaku beberapa temannya mendorong untuk mengajukan bantuan agar bisa mendapat rumah karena sudah puluhan tahun mengabdi, namun itu ditampiknya. “Saya ini orangnya gak aneh-aneh, Mas. Tapi kalau disuruh minta, jangan. Dilarang sama orang tua saya dulu untuk minta-minta,” katanya. 

“Semua tergantung pemimpin. Dikasih alhamdulillah, gak dikasih juga alhamdulillah. Ada yang mengerti alhamdulillah, gak ada yang mengerti juga alhamdulillah. Yang penting, sehari-hari, hingga saat ini, saya bisa datang kemari dan bisa shalat berjamaah,” lanjutnya.

Doa dan harapan Mbah Parno terjawab. Hari ini, Jumat (04/01), bersamaan dengan peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-73, Mbah Parno mendapat berkah. Mewakili keluarga besar Kementerian Agama, Menag Lukman Hakim Saifuddin memberikan “Bantuan Rumah untuk Mbah Suparno, Pelayan Friedrich Silaban (Arsitek Masjid Istiqlal)”.

Rumah itu berlokasi di Panorama Kemang, Desa Tegal, Parung. Selamat untuk Mbah Parno. Dedikasi Bapak adalah teladan nyata buat ASN Kementerian Agama. [fathuroji]

Tags: mbah parno
Share26Tweet16Send
Previous Post

Fatah Tutup Kantor di Jalur Gaza karena Alasan Keamanan

Next Post

Tim SAR Temukan Sembilan Jenazah Longsor Sukabumi

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Regulasi Emosi Orang Tua Kunci Utama Bentuk Karakter Anak di Era Modern

Regulasi Emosi Orang Tua Kunci Utama Bentuk Karakter Anak di Era Modern

0
Pembukaan ISEF 2026, Bank Indonesia Luncurkan Tiga Program Peningkatan Ekonomi Syariah

Pembukaan ISEF 2026, Bank Indonesia Luncurkan Tiga Program Peningkatan Ekonomi Syariah

0
LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

0
Hari Santri 2026, Nagan Raya Gelar Lomba Pidato Arab dan Turnamen Olahraga

Hari Santri 2026, Nagan Raya Gelar Lomba Pidato Arab dan Turnamen Olahraga

0
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

0
Regulasi Emosi Orang Tua Kunci Utama Bentuk Karakter Anak di Era Modern

Regulasi Emosi Orang Tua Kunci Utama Bentuk Karakter Anak di Era Modern

19 October 2026
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Hari Santri 2026, Nagan Raya Gelar Lomba Pidato Arab dan Turnamen Olahraga

Hari Santri 2026, Nagan Raya Gelar Lomba Pidato Arab dan Turnamen Olahraga

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

19 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result