Moskow, Gontornews — Prof Din Syamsuddin selaku Co-President of World Conference on Religions for Peace (Religions for Peace International) pada 25 Maret kemarin tampil sebagai pembicara pada pertemuan para tokoh agama-agama dunia di Moskow.
Pertemuan sehari tersebut mengambil tema, “Ways to Achieve Interreligious Peace: Roles of Theologians, Diplomat, and Public Figures.” “Dalam ceramah tersebut, saya menganjurkan perlunya Teologi Bersama (shared theology) tentang kemajemukan, hidup berdampingan secara damai, toleransi, dan kerukunan,” ujar Din Syamsuddin kepada Gontornews.com, Rabu (27/3).
Pertemuan ini diselenggarakan bersama Kantor Dewan Mufti Russia, Russian Orthodox Church, dan ISESCO. Aara ini pun dihadiri sekitar 150 tokoh berbagai agama dari berbagai negara di dunia.
Menurut Din Syamsuddin yang juga President of Asian Conference on Religions for Peace (ACRP), agama-agama, walau ada perbedaan pada sistema kredo yakni konsepsi tentang Tuhan, namun memiliki titik singgung soal kemajemukan, koeksistensi, toleransi, dan kerukunan.
Titik singgung ini hanya dapat dilihat jika keberagamaan sejati diletakkan pada kemanusiaan. “Beragama sejatinya untuk manusia dan kemanusiaan”, pungkasnya. [Edithya Miranti]






















