“Mulutmu harimaumu”, begitu pepatah berkata. Dengan lisan kita bisa menerkam orang lain dan bahkan bisa menerkam diri sendiri. Ucapan itulah yang menjadi penilaian orang lain kepada kita, suka atau benci.
Andre Taulany, komedian yang kelepasan dalam bercanda menjadi bumerang bagi dirinya karena mendapat protes dari umat Islam karena dirasa menghina Rasulullah SAW. Akhirnya ia mendapat makian, ancaman bahkan dilaporkan kepada pihak berwajib untuk diproses hukum.
Sabtu siang, 4 Mei kemarin Andre mendatangi Majelis Ulama Indonesia untuk bersilaturrahim dan mengklarifikasi ucapannya. Bahwa pada tayangan sahur tahun 2017 itu dia tak ada niat dalam dirinya untuk menghina Rasulullah saw. Ia menyatakan dirinya Muslim, pencinta Rasulullah SAW, dan sering baca shalawat. Cuma saat itu kelepasan bercandanya.
Saya menyampaikan kepada Andre agar peristiwa ini menjadi pelajaran baginya dan bagi kita semua. Bahwa ajaran Islam, al Qur’an dan Nabi SAW jangan dibikin candaan. Bahkan hindari bercanda yang melukai atau disalah-artikan oleh orang lain. Sifat manusia luput dan keliru, namun yang terbaik manakala bertobat dan memohon ampun kepada Allah atas kesalahan kepada makhluk-Nya serta memperbaikinya di masa yang akan datang.






















