Islamabad, Gontornews — Sedikitnya tiga orang tewas dan lebih dari 15 lainnya luka-luka setelah tembakan meletus dalam demonstrasi Gerakan Pashtun Tahaffuz (PTM) terhadap penghilangan paksa di Waziristan Utara, Pakistan. Ini adalah ketegangan terbaru antara militer yang kuat di negara itu dan kelompok hak asasi.
Tembakan terjadi pada protes yang dipimpin oleh dua pemimpin PTM, yang juga anggota parlemen, di dekat pos pemeriksaan di daerah Khar Qamar di Waziristan Utara pada Ahad (26/5) pagi, kata militer dalam sebuah pernyataan dikutip Aljazeera.
Ada laporan yang saling bertentangan mengenai siapa yang memulai kekerasan. Aktivis PTM mengatakan kepada Aljazeera, tentara menembaki demonstran yang tidak bersenjata.
Sedangkan militer mengatakan, para demonstran “menyerang” pos itu, yang dipimpin oleh Mohsin Dawar dan Ali Wazir, keduanya anggota parlemen yang terpilih tahun lalu.
Wazir dan delapan orang lainnya ditahan setelah kekerasan, kata pernyataan militer. Sementara keberadaan Dawar masih belum diketahui. Lima tentara termasuk di antara mereka yang terluka, kata militer.
Saud Dawar, saudara lelaki pemimpin PTM, mengatakan bahwa anggota keluarga telah menerima kabar bahwa Mohsin Dawar tidak terluka, tetapi mereka tidak dapat melakukan kontak langsung dengannya.
Dawar dan Wazir memimpin protes di daerah tersebut terhadap dugaan penghilangan paksa yang dilakukan oleh militer. Militer mengatakan pria yang ditangkap itu adalah “tersangka fasilitator teroris”. [RM]
























