Sejumlah keluarga yang difasilitasi Tim Advokasi Korban 21 – 22 Mei itu bertemu dengan Wakil DPR RI Koordinator Politik dan Keamanan Fadli Zon dan Anggota Komisi III (Hukum, HAM dan Keamanan) Muhammad Syafii. Mereka menunjukkan video dan foto yang menunjukkan kebrutalan aparat kepolisian.
Mereka menunjukkan sedikitnya ada 32 foto dan video yang menampilkan oknum berseragam polisi memukuli dan menginjak-injak warga. Juga foto jenazah warga yang ditemukan. Di antara keluarga korban, tampak hadir orang tua Harun Al Rasyid (15 tahun), kakak salah satu korban bernama Sandro, dan sejumlah keluarga lainnya.
Saat video ditampilkan, tangis keluarga pun pecah. Orang tua Harun Al Rasyid menangis melihat foto-foto saat jenazah putra keduanya ditemukan. Mereka juga sempat mengklarifikasi video penganiayaan oleh anggota polisi di dekat masjid. “Itu bukan anak kami, tapi harus ada yang bertanggung jawab atas anak kami,” kata ayah Harun, Didin Wahyudin.
Mereka menuntut DPR RI agar mendorong upaya advokasi mereka mengungkap penyebab kematian anggota keluarga mereka. “Saya minta pertanggungjawabannya,” kata Refdi Dores, kakak korban yang bernama Sandro (31 tahun).
Ketua Tim Advokasi Ismar Syafruddin menyatakan, tim advokasi juga akan mengajukan pengaduan ke Komisi Nasional HAM, bahkan hingga ke Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Pelakunya harus dilakukan pengusutan secara tuntas siapa-siapa pelakunya, keadilan harus ditegakkan di Indonesia. Mungkin bapak sendiri menyampaikan harus melakukan laporan, inilah kita bikin laporan, dan mengharapkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Ismar dikutip Republika, Senin (27/5).
Tim advokasi menyebut, setidaknya pihaknya mendata 10 korban dalam kerusuhan. Sembilan di Jakarta dan satu di Pontianak. Mereka adalah Abdul Aziz (27 tahun), Adam Nuriyan (19 tahun), Bahtiar Alamsyah (22 tahun), Farhan Syafero (31 tahun), Harun Al Rasyid (15 tahun), Raihan Fajari (16 tahun), Sandro (31 tahun) dan Widyanto Rizki Ramadhan (17 tahun).
Rian Saputra (15 rahun) disebut meninggal di Pontianak. sSedangkan satu korban lagi, Ishak disebut belum terkonfirmasi. Tim advokasi juga mencatat sebanyak 87 orang masih hilang dalam kerusuhan tersebut.[dj]



























