15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 6 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Menyibak Kriteria Fajar Shadiq

Dr Nihayatur Rohmah, MSI

Edithya Miranti by Edithya Miranti
18 July 2019
in Risalah
0
Menyibak Kriteria Fajar Shadiq

Madiun, Gontornews — Kementerian Agama RI telah menetapkan kriteria untuk sudut depresi matahari dalam penentuan jadwal waktu shalat shubuh sebesar 20° di bawah ufuk. Akan tetapi, kriteria -20° itu belakangan ini mulai dipertanyakan, karena fajar shadiq diduga belum terbit pada sudut -20° tersebut.

Fenomena alam yang terlihat diwaktu pagi menjelang pergantian malam dan siang sebelum terbit matahari biasa disebut fenomena terbit fajar. Terbit fajar dalam konsep syar’i ada dua macam, yaitu fajar kadzib dan fajar shadiq.

Sedangkan dalam ilmu pengetahuan dan astronomi dikenal 3 macam terminologi, yaitu civil twilight, nautical twilight, dan astronomical twilight. Disamping itu, muncul beragam penafsiran tentang kapankah waktu fajar shadiq itu akan terbit? Apakah saat kondisi masih ghalas (gelap, malam) atau kondisi telah isfar (terang).

Terkait waktu fajar, beberapa ulama menafsirkan tentang makna ghalas dan isfar sebagaimana merujuk pada salah satu hadits Aisyah RA. Ibnu Hajar sebagaimana dikutip oleh Abd Razaq (2005:2) mengatakan bahwa Nabi SAW melakukan shalat di awal waktu. Hadits tersebut menerangkan bahwa Aisyah RA melakukan shalat shubuh bersama Nabi SAW ketika hari masih gelap.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

“Saat sebagian umat Islam sepakat mengatakan bahwa fajar terjadi pada saat isfar, maka bisa jadi pedoman secara astronomis yang digunakan tidak lagi astronomical twilight melainkan nautical twilight,” ungkap Dr Nihayatur Rahmah, MSI dalam disertasinya yang berjudul ”Diskursus Posisi Astronomis Matahari dan Warna Pada Ketampakan Fajar Shadiq”.

Temuan Hasil Observasi

Dr Niha menuturkan bahwa ijtihad yang digunakan di Indonesia untuk sudut depresi matahari awal waktu shubuh adalah posisi matahari 20° dibawah ufuk. Jika ada yang berpendapat bahwa waktu shubuh yang tercantum dalam jadwal shalat dianggap terlalu cepat, Thomas Djamaluddin (2010) mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh dua hal.

Pertama, ada yang berpendapat bahwa fajar shadiq ditentukan dengan kriteria fajar astronomis pada posisi matahari 18° di bawah ufuk. Karena beberapa program jadwal shalat di internet menggunakan kriteria tersebut, dengan perbedaan sekitar 8 menit.

Kedua, ada yang berpendapat bahwa fajar shadiq bukanlah fajar astronomis. Karena seharusnya fajarnya lebih terang, dengan perbedaan sekitar 24 menit.

Niha, sapaan akrab bagi peneliti, pada tahun 2010-2011 telah mengadakan observasi terhadap fenomena fajar di daerah Sedoro Madiun. Kemudian, sampai tahun 2013 Niha melanjutkan penelitian tentang fajar shadiq yang tidak hanya fokus meneliti sudut ketinggian matahari saat terbitnya fajar shadiq.

Wanita kelahiran 1984 ini bahkan turut melibatkan variabel-variabel yang mempengaruhi ketampakan fajar shadiq dengan menggunakan perangkat lunak Er Mapper sebagai media olah data. Variabel yang dimaksud adalah faktor suhu/temperatur dan kelembaban atmosfer.

Hasilnya, Dr Niha berkesimpulan bahwa terdapat korelasi antara temperatur dengan hamburan cahaya twilight (baca: fajar shadiq) yang termanifestasikan dalam kurva dari hasil olah data dengan program Er Mapper.

Untuk memudahkan analisisnya, Dr Nihayah, doktor lulusan program studi Islamic Studies Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, membagi sebaran temperatur selama periode pengamatan tahun 2010 hingga tahun 2013 menjadi tiga skala.

Suhu berskala rendah terepresentasikan pada tingkat suhu 17.7°C – 18.9°C. Suhu skala sedang kisaran antara 20.3°C – 25.3°C. Dan suhu skala tinggi dengan kisaran antara 26.8°C – 28.4°C.

Ketika kondisi temperatur “minimum” saat pengamatan maka berdampak terhadap adanya ketidakteraturan hamburan dari waktu ke waktu. Hal ini diduga karena ketidakstabilan atmosfer.

Sedangkan dalam kondisi temperatur “sedang” hamburan cahaya twilight terlihat teratur dan konstan. Sehingga memudahkan dalam identifikasi terbitnya fajar shadiq.

Pada suhu “maksimum”, kurva hamburan cahaya fajar terlihat tidak beraturan namun konstan. Sedangkan saat itu, terlihat kondisi sebaliknya dimana pencahayaan tidak stabil karena kondisi terbalik yakni dari terang ke gelap.

Idealnya, karena fajar shadiq terbit saat masih gelap maka kurva cahaya secara gradual akan menunjukkan perubahan dari gelap, kemudian terang, dan semakin terang ketika mendekati matahari terbit.

Implikasi lain adalah jika besarnya suhu atmosfer itu kecil (menurun) maka cahaya fajar akan tampak pada sudut depresi yang rendah. Seperti suhu 18.1° C, fajar shadiq  tampak pada sudut posisi matahari -18°02’08’’.

Sebaliknya, jika suhu atmosfer itu besar (meningkat) maka cahaya fajar akan terlihat pada sudut posisi matahari yang tinggi pula. Seperti pada suhu 18.9° C maka fajar shadiq  tampak pada sudut matahari -20°52’29’’.

Artinya, ketika suhu rendah dan kondisi sedang dingin maka fajar shadiq  muncul pada saat posisi matahari sudah mendekati ufuk. Sebaliknya, saat suhu sedang naik (kondisi alam sedang panas) maka fajar akan terbit lebih awal meskipun posisi matahari masih jauh dari ufuk.

Merujuk pada hasil analisis di atas menunjukkan bahwa sudut depresi matahari yang dipilih oleh Kementerian Agama RI -20° masih menyisakan permasalahan. Dari keseluruhan data hasil pengamatan menunjukkan bahwa sangat sulit membuktikan kebenaran tampaknya fajar shadiq pada posisi tersebut.

Kalaupun terdapat data yang mengarah pada sudut -20° jumlahnya sedikit sekali dan jarang terjadi. Sementara kondisi tidak sesuai dengan yang seharusnya, yakni kondisi berbalik dari terang ke gelap.

Variabel berikutnya yang mempengaruhi ketampakan fajar shadiq adalah faktor kelembaban yang berdampak pada warna. Pada umumnya, fajar shadiq bermula dari kondisi yang gelap karena posisi matahari masih jauh dari ufuk sehingga belum ada cahaya matahari yang dihamburkan oleh atmosfer.

Selanjutnya, fajar muncul dengan warna putih tipis dan semakin terang. Kemudian secara gradual berubah menjadi warna kuning dan merah karena adanya pengaruh posisi astronomis matahari yang semakin dekat dengan ufuk.

Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh kesimpulan bahwa untuk tingkat kelembaban yang lebih tinggi warna langit yang dimunculkan berupa orange kemerah-merahan bercampur warna biru di atasnya.

Dan untuk kelembaban sedang memungkinkan warna cahaya putih muncul dan disertai warna orange tipis di bagian bawah dan biru di bagian langit atas. Sedangkan pada tingkat kelembaban rendah bisa dilihat bahwa warna dominan cahaya putih dan tidak ditemukan warna biru atau orange.

Kesimpulan analisis diatas kiranya dapat menjawab dan mengkorfirmasi kebenaran dalam Surat al-Baqarah ayat 187 (upaya uji verifikasi). Pada ayat tersebut disinggung tentang indikasi munculnya fajar shadiq adalah ketika sudah terang khait al-abyad  (benang/cahaya putih).

Menurut, doktor kelahiran Madiun, 21 September 1984 ini, warna putih yang disinyalir dalam ayat tersebut sebagai representasi kondisi alam dimana ayat tersebut diturunkan. Ayat tersebut diturunkan di kota Makkah yang notabene secara geografis kota ini datar serta dikelilingi gunung dan bukit yang beriklim gurun kering.

Selain itu, Makkah juga memiliki kelembaban rendah sekitar 32%. Hal ini memungkinkan pada saat ayat tersebut diwahyukan, cahaya fajar shadiq hampir selalu muncul dengan warna cahaya disepanjang horizon dominan putih yang disebabkan oleh rendahnya tingkat kelembaban.

Dalam ilmu fisika, warna putih merupakan kesan yang ditangkap oleh mata dan merupakan gabungan (superposisi beberapa panjang gelombang) dari berbagai panjang gelombang unik. Warna putih dapat dihasilkan dari gabungan tiga panjang gelombang Merah Hijau dan Biru atau RGB (Red Green Blue).

Dari keseluruhan analisisnya hal yang tidak kalah penting adalah mendapatkan variasi ketinggian matahari yang didapatkan dari titik lokasi pengamatan yang berbeda dengan kondisi suhu dan tingkat kelembaban yang beragam pula.

Maka, nilai rata-rata (mean) dari sudut ketinggian matahari saat terbitnya fajar shadiq adalah dengan cara menghitung jumlah seluruh data kemudian dibagi banyaknya data. Hasilnya, nilai rata-rata dari sudut ketinggian matahari dari keseluruhan data pengamatan adalah -18°39’29.4’’.

“Dengan demikian hasil penelitian cenderung menguatkan teori bahwa fajar astronomi yang bersesuaian dengan astronomical twilight, yang mulai terbit ketika matahari berada pada kedudukan sudut depresi kisaran 18o dibawah horizon,” pungkas  Dosen Luar Biasa di STAIN Ponorogo ini. <Edithya Miranti>

Biografi Singkat Peneliti

Nama                                      : Dr Nihayatur Rohmah, MSI

Tempat Tanggal Lahir            : Madiun, 21 September 1984

Ayah                                        : Alm Abdul Choliq (Wft 2011)

Ibu                                           : Alm Sri Banun (Wft 2006)

Riwayat Pendidikan                :

  • Sarjana (S1), Jurusan Syariah Prodi Muamalah STAIN Ponorogo (2006)
  • Magister (S2), Konsentrasi Ilmu Falak IAIN Walisongo Semarang (2011)
  • Doktor (S3), Prodi Islamic Studies UIN Walisongo Semarang (2011 – 2014)

Karier                                      :

  • Dosen Luar Biasa di STAIN Ponorogo
  • Dosen Tetap di STAI Ngawi
  • Dosen Luar Biasa pada STAINU Madiun

Karya Ilmiah                            :

  • Tesis berjudul ”Penentuan Waktu Shalat Isya dan Shubuh dengan Aplikasi Fotometri” (2011), terpilih sebagai Tesis terbaik versi FORDIPAS 2012 (Forum Direktur pasca seluruh Indonesia) dan diterbitkan oleh Pascasarjana IAIN Walisongo.
  • Jurnal Studi Islam dam Sosial al-Mabsut vol. II tahun 2012, dengan judul“Unifikasi Kalender Hijriyah: Upaya Membangun Peradaban”.
Tags: Diskursus Posisi Astronomis Matahari dan Warna Pada Ketampakan Fajar ShadiqDr Nihayatur RohmahMSI
Share122Tweet77Send
Previous Post

Urungkan Niat Rekonsiliasi, Prabowo Selamat

Next Post

Masjid Jami Keraton Sambas

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

5 June 2026
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

5 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result