10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
32 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 25 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Menyibak Kriteria Fajar Shadiq

Dr Nihayatur Rohmah, MSI

Edithya Miranti by Edithya Miranti
18 July 2019
in Risalah
0
Menyibak Kriteria Fajar Shadiq

Madiun, Gontornews — Kementerian Agama RI telah menetapkan kriteria untuk sudut depresi matahari dalam penentuan jadwal waktu shalat shubuh sebesar 20° di bawah ufuk. Akan tetapi, kriteria -20° itu belakangan ini mulai dipertanyakan, karena fajar shadiq diduga belum terbit pada sudut -20° tersebut.

Fenomena alam yang terlihat diwaktu pagi menjelang pergantian malam dan siang sebelum terbit matahari biasa disebut fenomena terbit fajar. Terbit fajar dalam konsep syar’i ada dua macam, yaitu fajar kadzib dan fajar shadiq.

Sedangkan dalam ilmu pengetahuan dan astronomi dikenal 3 macam terminologi, yaitu civil twilight, nautical twilight, dan astronomical twilight. Disamping itu, muncul beragam penafsiran tentang kapankah waktu fajar shadiq itu akan terbit? Apakah saat kondisi masih ghalas (gelap, malam) atau kondisi telah isfar (terang).

Terkait waktu fajar, beberapa ulama menafsirkan tentang makna ghalas dan isfar sebagaimana merujuk pada salah satu hadits Aisyah RA. Ibnu Hajar sebagaimana dikutip oleh Abd Razaq (2005:2) mengatakan bahwa Nabi SAW melakukan shalat di awal waktu. Hadits tersebut menerangkan bahwa Aisyah RA melakukan shalat shubuh bersama Nabi SAW ketika hari masih gelap.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

“Saat sebagian umat Islam sepakat mengatakan bahwa fajar terjadi pada saat isfar, maka bisa jadi pedoman secara astronomis yang digunakan tidak lagi astronomical twilight melainkan nautical twilight,” ungkap Dr Nihayatur Rahmah, MSI dalam disertasinya yang berjudul ”Diskursus Posisi Astronomis Matahari dan Warna Pada Ketampakan Fajar Shadiq”.

Temuan Hasil Observasi

Dr Niha menuturkan bahwa ijtihad yang digunakan di Indonesia untuk sudut depresi matahari awal waktu shubuh adalah posisi matahari 20° dibawah ufuk. Jika ada yang berpendapat bahwa waktu shubuh yang tercantum dalam jadwal shalat dianggap terlalu cepat, Thomas Djamaluddin (2010) mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh dua hal.

Pertama, ada yang berpendapat bahwa fajar shadiq ditentukan dengan kriteria fajar astronomis pada posisi matahari 18° di bawah ufuk. Karena beberapa program jadwal shalat di internet menggunakan kriteria tersebut, dengan perbedaan sekitar 8 menit.

Kedua, ada yang berpendapat bahwa fajar shadiq bukanlah fajar astronomis. Karena seharusnya fajarnya lebih terang, dengan perbedaan sekitar 24 menit.

Niha, sapaan akrab bagi peneliti, pada tahun 2010-2011 telah mengadakan observasi terhadap fenomena fajar di daerah Sedoro Madiun. Kemudian, sampai tahun 2013 Niha melanjutkan penelitian tentang fajar shadiq yang tidak hanya fokus meneliti sudut ketinggian matahari saat terbitnya fajar shadiq.

Wanita kelahiran 1984 ini bahkan turut melibatkan variabel-variabel yang mempengaruhi ketampakan fajar shadiq dengan menggunakan perangkat lunak Er Mapper sebagai media olah data. Variabel yang dimaksud adalah faktor suhu/temperatur dan kelembaban atmosfer.

Hasilnya, Dr Niha berkesimpulan bahwa terdapat korelasi antara temperatur dengan hamburan cahaya twilight (baca: fajar shadiq) yang termanifestasikan dalam kurva dari hasil olah data dengan program Er Mapper.

Untuk memudahkan analisisnya, Dr Nihayah, doktor lulusan program studi Islamic Studies Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, membagi sebaran temperatur selama periode pengamatan tahun 2010 hingga tahun 2013 menjadi tiga skala.

Suhu berskala rendah terepresentasikan pada tingkat suhu 17.7°C – 18.9°C. Suhu skala sedang kisaran antara 20.3°C – 25.3°C. Dan suhu skala tinggi dengan kisaran antara 26.8°C – 28.4°C.

Ketika kondisi temperatur “minimum” saat pengamatan maka berdampak terhadap adanya ketidakteraturan hamburan dari waktu ke waktu. Hal ini diduga karena ketidakstabilan atmosfer.

Sedangkan dalam kondisi temperatur “sedang” hamburan cahaya twilight terlihat teratur dan konstan. Sehingga memudahkan dalam identifikasi terbitnya fajar shadiq.

Pada suhu “maksimum”, kurva hamburan cahaya fajar terlihat tidak beraturan namun konstan. Sedangkan saat itu, terlihat kondisi sebaliknya dimana pencahayaan tidak stabil karena kondisi terbalik yakni dari terang ke gelap.

Idealnya, karena fajar shadiq terbit saat masih gelap maka kurva cahaya secara gradual akan menunjukkan perubahan dari gelap, kemudian terang, dan semakin terang ketika mendekati matahari terbit.

Implikasi lain adalah jika besarnya suhu atmosfer itu kecil (menurun) maka cahaya fajar akan tampak pada sudut depresi yang rendah. Seperti suhu 18.1° C, fajar shadiq  tampak pada sudut posisi matahari -18°02’08’’.

Sebaliknya, jika suhu atmosfer itu besar (meningkat) maka cahaya fajar akan terlihat pada sudut posisi matahari yang tinggi pula. Seperti pada suhu 18.9° C maka fajar shadiq  tampak pada sudut matahari -20°52’29’’.

Artinya, ketika suhu rendah dan kondisi sedang dingin maka fajar shadiq  muncul pada saat posisi matahari sudah mendekati ufuk. Sebaliknya, saat suhu sedang naik (kondisi alam sedang panas) maka fajar akan terbit lebih awal meskipun posisi matahari masih jauh dari ufuk.

Merujuk pada hasil analisis di atas menunjukkan bahwa sudut depresi matahari yang dipilih oleh Kementerian Agama RI -20° masih menyisakan permasalahan. Dari keseluruhan data hasil pengamatan menunjukkan bahwa sangat sulit membuktikan kebenaran tampaknya fajar shadiq pada posisi tersebut.

Kalaupun terdapat data yang mengarah pada sudut -20° jumlahnya sedikit sekali dan jarang terjadi. Sementara kondisi tidak sesuai dengan yang seharusnya, yakni kondisi berbalik dari terang ke gelap.

Variabel berikutnya yang mempengaruhi ketampakan fajar shadiq adalah faktor kelembaban yang berdampak pada warna. Pada umumnya, fajar shadiq bermula dari kondisi yang gelap karena posisi matahari masih jauh dari ufuk sehingga belum ada cahaya matahari yang dihamburkan oleh atmosfer.

Selanjutnya, fajar muncul dengan warna putih tipis dan semakin terang. Kemudian secara gradual berubah menjadi warna kuning dan merah karena adanya pengaruh posisi astronomis matahari yang semakin dekat dengan ufuk.

Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh kesimpulan bahwa untuk tingkat kelembaban yang lebih tinggi warna langit yang dimunculkan berupa orange kemerah-merahan bercampur warna biru di atasnya.

Dan untuk kelembaban sedang memungkinkan warna cahaya putih muncul dan disertai warna orange tipis di bagian bawah dan biru di bagian langit atas. Sedangkan pada tingkat kelembaban rendah bisa dilihat bahwa warna dominan cahaya putih dan tidak ditemukan warna biru atau orange.

Kesimpulan analisis diatas kiranya dapat menjawab dan mengkorfirmasi kebenaran dalam Surat al-Baqarah ayat 187 (upaya uji verifikasi). Pada ayat tersebut disinggung tentang indikasi munculnya fajar shadiq adalah ketika sudah terang khait al-abyad  (benang/cahaya putih).

Menurut, doktor kelahiran Madiun, 21 September 1984 ini, warna putih yang disinyalir dalam ayat tersebut sebagai representasi kondisi alam dimana ayat tersebut diturunkan. Ayat tersebut diturunkan di kota Makkah yang notabene secara geografis kota ini datar serta dikelilingi gunung dan bukit yang beriklim gurun kering.

Selain itu, Makkah juga memiliki kelembaban rendah sekitar 32%. Hal ini memungkinkan pada saat ayat tersebut diwahyukan, cahaya fajar shadiq hampir selalu muncul dengan warna cahaya disepanjang horizon dominan putih yang disebabkan oleh rendahnya tingkat kelembaban.

Dalam ilmu fisika, warna putih merupakan kesan yang ditangkap oleh mata dan merupakan gabungan (superposisi beberapa panjang gelombang) dari berbagai panjang gelombang unik. Warna putih dapat dihasilkan dari gabungan tiga panjang gelombang Merah Hijau dan Biru atau RGB (Red Green Blue).

Dari keseluruhan analisisnya hal yang tidak kalah penting adalah mendapatkan variasi ketinggian matahari yang didapatkan dari titik lokasi pengamatan yang berbeda dengan kondisi suhu dan tingkat kelembaban yang beragam pula.

Maka, nilai rata-rata (mean) dari sudut ketinggian matahari saat terbitnya fajar shadiq adalah dengan cara menghitung jumlah seluruh data kemudian dibagi banyaknya data. Hasilnya, nilai rata-rata dari sudut ketinggian matahari dari keseluruhan data pengamatan adalah -18°39’29.4’’.

“Dengan demikian hasil penelitian cenderung menguatkan teori bahwa fajar astronomi yang bersesuaian dengan astronomical twilight, yang mulai terbit ketika matahari berada pada kedudukan sudut depresi kisaran 18o dibawah horizon,” pungkas  Dosen Luar Biasa di STAIN Ponorogo ini. <Edithya Miranti>

Biografi Singkat Peneliti

Nama                                      : Dr Nihayatur Rohmah, MSI

Tempat Tanggal Lahir            : Madiun, 21 September 1984

Ayah                                        : Alm Abdul Choliq (Wft 2011)

Ibu                                           : Alm Sri Banun (Wft 2006)

Riwayat Pendidikan                :

  • Sarjana (S1), Jurusan Syariah Prodi Muamalah STAIN Ponorogo (2006)
  • Magister (S2), Konsentrasi Ilmu Falak IAIN Walisongo Semarang (2011)
  • Doktor (S3), Prodi Islamic Studies UIN Walisongo Semarang (2011 – 2014)

Karier                                      :

  • Dosen Luar Biasa di STAIN Ponorogo
  • Dosen Tetap di STAI Ngawi
  • Dosen Luar Biasa pada STAINU Madiun

Karya Ilmiah                            :

  • Tesis berjudul ”Penentuan Waktu Shalat Isya dan Shubuh dengan Aplikasi Fotometri” (2011), terpilih sebagai Tesis terbaik versi FORDIPAS 2012 (Forum Direktur pasca seluruh Indonesia) dan diterbitkan oleh Pascasarjana IAIN Walisongo.
  • Jurnal Studi Islam dam Sosial al-Mabsut vol. II tahun 2012, dengan judul“Unifikasi Kalender Hijriyah: Upaya Membangun Peradaban”.
Tags: Diskursus Posisi Astronomis Matahari dan Warna Pada Ketampakan Fajar ShadiqDr Nihayatur RohmahMSI
Share123Tweet77Send
Previous Post

Urungkan Niat Rekonsiliasi, Prabowo Selamat

Next Post

Masjid Jami Keraton Sambas

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result