Turki, Gontornews — The Whirling Dervishes biasa juga disebut Tarian Sema atau Tarian Maulana Rumi. Tarian ini merupakan salah satu seni tari umat Islam yang diperkenalkan oleh Maulana Jalaluddin Rumi.
Β
Maulana Jalaluddin Rumi memang telah mempersembahkan sebuah maha karya berupa Sufi Mehfil. Sufi Mehfil merupakan sebuah ekspresi dari rasa cinta, kasih, dan sayang yang maha tinggi dari seorang hamba kepada Robbinya.
Β
Para sufi tersebut biasanya mengajak hati, akal, serta ruh untuk memuja dan memujiAllah SWT dengan sembilan puluh sembilan Asmaul Husna-Nya. Dilanjutkan dengan menari berputar-putar ratusanbahkan ribuan kali.
Β
Mereka berputar cepat sambil berdzikir dan terus berputar ke arah kiri seperti arah putaran thawaf. Mereka pun meyakini ritual ini sebagai obat penyakit jasmani dan rohani untuk melatih sekaligus menjaga sikap dan emosi manusiawi.
Β
Rumi bahkan pernah berpesan, βSudah terlalu banyak kau menari untuk dunia. Kini saatnya kau menari bagi Sang Kekasih. Janganlah lagi kau mengejar bayang-bayangmu semata. Pasrahkanlah dirimu pada Allah SWT.β
Β
Tarian Sufi Mehfil sejak awal telah dipopulerkan bersama komunitasnya Mahlevi Order. Serta memiliki makna sebagai bentuk pestanya para sufi.
Β
Berkat perkembangan tarekat sufi ini, penduduk kota Konya pun akhirnya menjuluki Jalaluddin Rumi dengan julukan nama βRumiβ. Dan hingga saat ini tarianThe Whirling Dervishes telah berkembangserta menjadi warisan sejarah dan budaya di Turki khususnya.
Β
Saat ini komunitas Sufi Mehfil juga telah ada yang terletak di Cinere, Depok, Jawa Barat. Di sana telah diselenggarakan secara rutin ritual tarian sufi setiap hari Rabu malam, setelah menjalankan shalat Isya. [Edithya Miranti/]



















