Joondalup, Gontornews — Siapa yang tidak tahu apel? Buah berbentuk bulat berwarna merah atau hijau, memiliki rasa manis atau sedikit masam dan terasa renyah saat digigit. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi apel ataupun buah-buah yang mengandung senyawa flavonoid akan terbebas dari penyakit kanker ataupun jantung.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr Nicolo Bondonno dari Fakulta kedokteran dan kesehatan Edith Cowan University (ECU) Joodanlup Australia menemukan rendahnya risiko kematian akibat penyakit jantung atau kanker bagi para pengonsumsi makanan kaya kandungan flavonoid.
Tidak hanya itu mereka mendapatkan efek perlindungan paling kuat dari penyakit kronis yang disebabkan oleh alkohol maupun kebiasaan merokok secara berlebihan.
“Temuan ini penting karena menyoroti proses pencegahan penyakit kanker dan jantung dengan mendorong konsumsi makanan kayak flavonoid terutama mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit ini,” kata Dr Nicolo Bondonno sebagaimana dilansir Scitech Daily.
“Tetapi, penting juga untuk dicatat bahwa konsumsi flavonoid tidak menangkal semua peningkatan risiko kematian yang disebabkan oleh merokok dan konsumsi alkohol yang tinggi. Sejauh ini, hal terbaik yang dilakukan untuk menjaga kesehatan adalah berhenti merokok dan mengurangi alkohol.”
“Kami tahu perubahan gaya hidup semacam ini bisa sangat menantang anda sehingga mengonsumsi flavonoid merupakan cara baru untuk mengurangi risiko tersebut sekaligus mendorong orang untuk berhenti merokok dan mengurangi asupan alkohol,” jelas Bondonno dalam penelitian yang diterbitkan oleh jurnal daring Nature Communication.
Bondonno dkk lantas merekomendasikan sekitar 500 mg konsumsi makanan mengandung Flavonoid setiap hari.
“Sangat penting untuk mengonsumsi berbagai senyawa flavonoid yang ditemkan dalam makanan dan minuman nabati yang berbeda. Ini mudah dicapai melalui diet: satu cangkir teh, satu apel, satu jeruk, 100 gr blueberry dan 100 gr brokoli akan menyediakan senyawa flavonoid lebih dari 500 mg,” paparnya.
“Flavonoid telah terbukti menjadi anti-inflamasi dan meningkatkan fungsi pembuluh darah yang dapat menjelaskan mengapa mereka dikaitkan dengan rendahnya risiko kematian akibat penyakit jantung maupun kanker,” tutup Bondonno. [Mohamad Deny Irawan]






















