Puncak Bogor, Gontornews — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bekerja sama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Kepolisian dalam upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalur Puncak Bogor. S
alah satunya dengan menerapkan kanalisasi 2-1 sebagai pengganti sistem buka tutup atau one way.
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menjelaskan, dalam sistem kanalisasi 2-1 nantinyan kendaraan dapat bergerak dari dua arah dalam waktu bersamaan.
“Sistem yang baru lebih memberikan keleluasaan bagi masyarakat setempat untuk melakukan mobilitas,” jelasnya.
Sistem tersebut nantinya akan membagi Jalur Puncak menjadi tiga lajur. Dari tiga lajur yang ada, nantinya mulai pukul 03.00WIB-13.00 WIB, lajur satu dan dua akan diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak (naik). Sedangkan lajur tiga untuk kendaraan menuju arah Gadog (turun).
Pada pukul 12.30 WIB-14.00 WIB, lanjutnya lajur satu tetap diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak (naik). Kemudian lajur dua sementara ditutup dari arah Simpang Gadog (naik) untuk memastikan lajur dua bersih dari kendaraan yang menuju ke Puncak, sedangkan lajur tiga tetap untuk kendaraan menuju Simpang Gadog (turun).
Setelah steril, pukul 14.00 WIB-20.00 WIB arus lalu lintas berubah menjadi lajur 1 untuk kendaraan mengarah ke Puncak (naik). Sedangkan lajur dua dan tiga untuk kendaraan yang mengarah ke Simpang Gadog (turun).
“Selanjutnya, mulai pukul 20.00 WIB-03.00 WIB pengaturan lalu lintas kembali normal menjadi dua lajur untuk dua arah,” kata Bambang.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam uji coba pertama pada tanggal 29 Oktober nanti, pihaknya akan terapkan dari Simpang Gadog hingga Simpang Taman Safari Indonesia (TSI) sejauh 11 kilometer.
“Sedangkan untuk uji coba kedua akan dilakukan pada 3 November 2019,” tambahnya.
Setelah dilakukan uji coba, selanjutnya akan dilakukan evaluasi. Pihaknya akan menghitung waktu tempuh sebelum dan setelah diterapkan kanalisasi rersebut, termasuk juga aksesibilitas masyarakat akan dievaluasi juga.
Sementara untuk metode yang digunakan, kata Bambang, dengan memasang traffic cone maupun kerucut atau berrier berjajar, kemudian disambung tali tambang di tengah jalan.
“Untuk pemasangan traffic cone sepanjang 11 km dibutuhkan kurang lebih 1.000 buah kerucut,” jelasnya lagi.
Setiap kerucut, akan berjarak sekitar 25 meter mulai dari Gadog hingga Simpang Taman Safari Indonesia, dan untuk menghindari adanya penyerobotan jalur oleh kendaraan roda dua maupun empat, BPTJ bekerja sama dengan Sat Lantas Polres Bogor menyiapkan petugas agar kerucut tetap berdiri membatasi sepanjang jalan tersebut.
“Terkait uji coba ini, nanti kita juga pasang baliho besar di Exit Tol Cibubur sebagai bentuk sosialisasi kepada pengendara,” ujarnya.[Devi Lusianawati/berbagai sumber]
Sumber foto : Liputan6.com






















