Washington, Gontornews — Presiden AS Donald Trump mengatakan pada 12 Oktober, ia berharap YPG, cabang Suriah dari PKK yang dilarang oleh Turki, meninggalkan pertempuran melawan militer Turki di timur laut Suriah.
“Saya berharap mereka melakukannya, karena sangat sulit untuk mengalahkan kekuatan dengan pesawat yang tidak mereka miliki, di mana mereka memiliki senjata yang tidak dimiliki orang Kurdi,” kata Trump dalam pidatonya di Washington seperti dikutip hurriyetdailynews.com.
Turki pada 9 Oktober meluncurkan “Operation Peace Spring” untuk mengamankan perbatasannya, membantu agar para pengungsi Suriah dapat kembali ke rumahnya dengan aman, dan memastikan integritas teritorial Suriah.
Selain itu, Turki berencana untuk memukimkan kembali 2 juta warga Suriah di zona aman sedalam 30 km yang diusulkan Suriah yang membentang dari Sungai Eufrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij.
“Kurdi cenderung meninggalkan zona yang direncanakan dan itu bagus. Biarkan mereka memiliki perbatasan,” kata presiden AS itu.
Membela diri atas keputusannya menarik pasukan AS dari wilayah operasi di Suriah utara, Trump mengatakan, “Saya tidak berpikir tentara kita akan berada di sana selama 50 tahun ke depan.”
“Kita harus membawa pahlawan besar kita, prajurit kita yang hebat, kita harus membawa mereka pulang. Sudah waktunya. Sudah waktunya,” kata Trump. [RM]


















