Yangon, Gontornews — Tentara Myanmar telah menyelamatkan 14 orang yang ditangkap oleh geriliyawan militer Arakan Army (AA) di Rakhine, Senin (28/10). Para tentara Myanmar menegaskan bahwa pihaknya akan terus berusaha untuk menyelamatkan warga yang ditawan oleh AA.
“Dari mereka yang diculik Tentara Arakan, 14 orang berhasil diselamatkan,” ungkap pernyataan resmi militer Myanmar sebagaimana dilansir Reuters.
“(Saat ini) militer sedang melanjutkan operasi gabungan udara dan darat untuk menyelamatkan warga yang diculik sesegera mungkin,” tambahnya.
Sebelumnya, pasukan AA pada Sabtu (26/10) berhasil menawan 50 orang yang mayoritas merupakan pasukan keamanan. Dalam penyergapan tersebut, Militer Myanmar berhasil menyerang lokasi AA di kota Rathedaung, Rakhine. Dari tiga kapal yang diserang, dua kapal berhasil ditenggelamkan.
“Banyak yang terbunuh karena tidak ada perlindungan dari tembakan yang datang,” sebut pernyataan resmi AA.
Sementara itu, anggota parlemen Myanmar, Khin Saw Wai, mengatakan bahwa pertempuran di Rathedaung berlangsung ketat pada Ahad, (27/10). Banyak warga yang berhasil melarikan diri ke desa tetangga setelah pesawat jet berseliweran di atas kepala mereka.
Puluhan ribu orang telah mengungsi di negara bagian Rakhine sejak Desember 2017. Lebih dari 730.000 etnis Muslim Rohingya terpaksa mengungsi dan melarikan diri akibat penumpasan yang dipelopori oleh Militer Myanmar.
Secara tidak langsung, kondisi Rohingya saat itu juga tidak lepas dari keingingan AA untuk memenangkan otonomi yang lebih besar setelah mereka berjuang berabad-abad untuk menemukan kemerdekaan mereka. [Mohamad Deny Irawan]























