pesanan-majalah-edisi-khusus
35 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 13 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Buy Halal First, Upaya Bangkitkan Ekonomi Umat

Oleh Fathurroji

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
3 November 2019
in Laput
0
Buy Halal First, Upaya Bangkitkan Ekonomi Umat

foto: voa islam

Industri halal kian menjadi tren. Hal ini bukan tanpa alasan, karena 1,8 miliar penduduk dunia Muslim, Jumlah ini sekitar 24 persen dari total penduduk dunia. Penduduk Muslim juga memiliki pertumbuhan lebih cepat dibanding penduduk dunia lainnya. Diperkirakan jumlah penduduk Muslim di dunia akan bertambah sebesar 70 persen pada tahun 2060. Bagaimana dengan Indonesia?

Fakta, Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Sekitar 12,7 persen penduduk Muslim tinggal di Indonesia. Karenanya, tak heran jika Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar industri halal di dunia.

Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy (GIE) Report 2018/2019, pasar industri halal di Indonesia selalu berada di delapan besar untuk setiap kategori industri halal. Bahkan untuk kategori halal food, Indonesia berada di posisi pertama dengan nilai belanja sebesar 170 miliar dolar AS, berselisih 43 miliar dolar AS dari Turki yang berada di posisi kedua.

Menurut Prof Ir Sukoso, MSc, PhD, kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, ternyata tidak hanya penduduk Muslim yang mengonsumsi produk dan layanan halal, tapi penduduk non-Muslim juga. Alasannya, produk dan layanan halal lebih terjamin karena memiliki sertifikasi yang lebih ketat.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

β€œIndustri halal tidak hanya dibicarakan di Indonesia saja, bahkan dunia. Dalam organisasi dunia World Trade Organization (WTO) saja, industri halal terus dibahas. Sekitar 6 bulan lalu, kami bahkan menghadiri sebuah acara di Swiss guna menjelaskan Undang-Undang Jaminan Produk Halal yang diberlakukan di Indonesia,” terang Sukoso saat menjadi pembicara dalam Studium Generale KU 4078 di Aula Barat Kampus ITB Ganesha beberapa waktu lalu. Tidak hanya itu, Belgia pun sampai mendatangkan perwakilannya ke Indonesia untuk belajar jaminan produk halal.

Diakuinya, saat negara-negara lain ramai menggaet industri halal ke negaranya, Indonesia masih lambat merespon perkembangan industri ini. Ia menyebutkan, negara seperti Jepang dan Korea Selatan bahkan sudah mengajukan diri agar negaranya bisa dilalui jalur perjalanan ibadah haji maupun umrah dari Indonesia. Kedua negara tersebut mengklaim, mereka sudah memiliki restoran maupun akomodasi halal dan siap untuk disertifikasi.

Sukoso mengatakan, potensi Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam industri halal dunia masih sangat besar. Setidaknya ada tiga faktor yang mendasari hal tersebut. Pertama, sumberdaya manusia (SDM) yang banyak. Kedua, adanya regulasi jaminan produk halal. Ketiga, perkembangan teknologi digital yang sangat pesat.

Di Indonesia, regulasi yang berkenaan dengan jaminan produk halal yaitu UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dalam aturan anyar tersebut dikatakan, tanggal 17 Oktober 2019 menjadi batas waktu implementasi Jaminan Produk Halal dalam bentuk sertifikat halal.

Undang-undang tersebut bertujuan memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk, dan meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal.

Namun sayang di tengah-tengah ramainya orang mengampanyekan produk halal, justru Kementerian Perdagangan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan, tidak lagi mewajibkan atau menghapus keharusan label halal. Hal ini disebabkan kekalahan Indonesia di organisasi perdagangan dunia (WTO).

Tentu saja upaya pemerintah ini mendapatkan sorotan dari umat Islam, dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebagai negara yang mayoritas penduduknya Islam, tentu hal itu merugikan umat Islam. Apalagi Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH) yang mewajibkan adanya sertifikasi halal.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr KH Didin Hafidhuddin meminta masyarakat bergerak. Khususnya untuk menolak produk atau tidak membeli produk tanpa dilengkapi sertifikasi halal. Ini seperti yang ditempuh masyarakat negeri jiran, Malaysia.

β€œKita khawatir nanti segala macam itu boleh masuk, tak peduli haram atau halal bebas masuk. Makanya gerakan masyarakat untuk menolak yang tidak halal perlu dilakukan. Kita bersatu membeli produk yang jelas halalnya ,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Ahad (15/9).

Rakyat Malaysia khususnya Muslim dan Melayu tengah melawan monopoli perdagangan oleh pengusaha Cina di Malaysia. Prof Didin merespon positif aksi itu dan menyuarakan penguatan ekonomi umat di Tanah Air dengan merespon positif gerakan untuk mengutamakan membeli produk Muslim atau produk halal.

β€œSebagai Muslim, kita harus selalu berusaha memakan produk yang bersih dan halal, dan itu harus diproduksi dengan cara yang halal dan bersih oleh orang-orang yang bersih, tentunya orang-orang yang beriman,” ujarnya.

Dan dari aspek ekonomi, kata Kiai Didin, gerakan jual dan beli produk halal sesama Muslim ini akan menguatkan ekonomi umat. Lantas, mengapa ekonomi sekarang ini kurang kuat? Menurutnya, karena sebagian masih belum peduli konsumsi yang baik secara agama.

β€œSebagian dari kita tidak peduli dari siapapun produknya. Padahal kita harus punya kesadaran bersama bahwa kita hanya mau mengonsumsi dari produk orang-orang Mukmin dan produk yang benar-benar halal,” katanya.

Pria yang juga Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) ini menjelaskan, dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW mengatakan, β€œKami adalah kaum yang tidak pernah mengonsumsi kecuali dari makanan orang-orang yang bertakwa.”

Tolak produk tanpa sertifikasi halal

Terbitnya Permendag 29/2019 yang kontroversial ini memunculkan gerakan bernama Buy Halal First yang digagas oleh Founder Halal Corner Aisha Maharani. Aisha bersama praktisi dan aktivis halal lainnya menolak produk daging impor tanpa sertifikasi halal.

β€œMenolak daging impor tanpa label halal, dan meminta pemerintah segera merevisi Permendag 29/2019 dan kembali mewajibkan sertifikat halal atas semua produk impor yang masuk ke Indonesia,” ungkap Aisha, Selasa (17/9).

Bagi Aisha yang sudah lama menggeluti masalah halal ini, produk halal menjadi peluang untuk mengajak umat Islam memaksimalkan potensi ekonomi Muslim di Indonesia dengan mengutamakan produk Muslim lokal yang halal. β€œKami menghimbau seluruh masyarakat untuk terus memperhatikan label halal, apabila tidak ada label halal maka agar tidak membeli.”

Sementara itu, Direktur LP-POM MUI, Lukmanul Hakim, menyarankan masyarakat sebaiknya memilih produk yang bersertifikat halal dan berlogo halal MUI. “Kalau konsumen memilih produk yang sudah bersertifikat halal MUI sebetulnya itu suatu gerakan massa, suatu gerakan konsumen yang sangat efektif,” katanya.

Lukman menyampaikan, dengan gerakan konsumen tersebut maka produk yang belum bersertifikat halal akan menyertifikasi produknya supaya diminati konsumen. Jadi gerakan masif dari konsumen sangat efektif mengampanyekan jaminan produk halal.

Ia mengakui, selama tidak ada gerakan masif dari konsumen, maka produk yang tidak halal akan tetap laku. Ada aturan atau tidak, produk yang tidak halal itu akan tetap diproduksi. “Produsen sifatnya business oriented, (jadi) selama konsumennya ada mereka produksi terus,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) Ikhsan Abdullah mengatakan, pihaknya meminta kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk menghimbau kepada pengurus masjid, sehubungan dengan akan memasuki masa Mandatory Sertifikasi Halal untuk menyosialisasikan soal sertifikasi halal.

“Edukasi dan perlindungan umat Islam agar mendapatkan jaminan untuk memperoleh produk halal berupa makanan, minuman, obat-obatan, komestika dan barang gunaan yang telah memiliki sertifikat halal,” katanya.

Karenanya, sambung Ikhsan, pihaknya mengharapkan DMI menyerukan kepada semua pengurus dewan masjid agar dapat menyampaikan seruan ini kepada para pengurus dan ta’mir masjid, ulama, kiai, dai, ustadz/ustazdah, dan mubaligh.

“Untuk memasukkan dan mendakwahkan pentingnya memilih, mengonsumsi dan menggunakan produk halal berupa makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika dan barang gunaan yang telah memiliki sertifikat halal setiap ceramahnya,” ucapnya.

Selain itu umat dihimbau untuk tidak membeli makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika dan barang gunaan yang tidak memiliki Sertifikat Halal, terutama produk yang berasal dari luar negeri yang pada saat ini membanjiri mal, supermarket dan pasar tradisional. []

Tags: EkonomiHalalUmat Islam
Share34Tweet21Send
Previous Post

Santriku

Next Post

Ekonomi Umat yang Sedang Tidur Harus Dibangunkan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

7 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

7 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR πŸ“£Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.βœ”οΈ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
βœ”οΈ Kontribusi Rp1.500.000.
βœ”οΈ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.πŸ“ https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.πŸ“Œ Kontribusi seikhlasnya
πŸ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
πŸ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
βœ… Logo Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Sosial Media (jika ada)πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result