pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 9 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Jangan Peduli dengan Cap Radikalisme

Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc, Ketua Umum BKsPPI

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
1 December 2019
in Wawancara
0
Jangan Peduli dengan Cap Radikalisme

foto: merdeka.com

Umat Islam di Indonesia sedang menghadapai cobaan. Perhelatan pesta demokrasi telah menyebabkan kerenggangan antaranak bangsa, termasuk di dalamnya umat Islam yang menjadi penduduk terbesar negeri ini. Kondisi yang kurang kondusif ini harus dibenahi. Umat Islam harus berbenah dalam segala hal. Mulai dari dakwah, pendidikan, politik, ekonomi, dan bidang-bidang lain. Tahun 2019 menjadi pengalaman berharga bagi umat Islam.

Dalam kesempatan ini, wartawan Majalah Gontor Fathurroji bersilaturahim ke Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc untuk mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan umat Islam saat ini. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana Anda melihat kondisi bangsa, khususnya umat Islam, saat ini?

Pertama, umat Islam mendapatkan tugas dari Allah untuk selalu berdakwah dan amar makruf nahi munkar, bahkan predikat umat terbaik itu dikaitkan dengan dakwah dan amar makruf nahi munkar. ย Saya melihat berbagai persoalan keumatan dalam perspektif dakwah bukan politik praktis. Bagi umat Islam apakah bidang politk, ekonomi, pendidikan, sosial itu terkait dengan dakwah bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan.

BACA JUGA

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan ย 

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramahย Lingkungan

Bagaimana Anda melihat dakwah umat Islam saat ini?

Dalam bidang dakwah tampak menggembirakan. Allah memberikan berbagai macam nikmat kepada umat Islam Indonesia. Misalnya semangat anak-anak muda untuk belajar Islam, menghafal Alquran, ini satu kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di kampus-kampus, misalnya, semakin kampus itu diberikan “predikat-predikat yang tidak enak”, radikal, dan lainnya, tetapi secara kultural atau secara budaya gerakan itu tidak berpengaruh. Toh tidak apa-apa kalau dianggap radikal dalam arti positif. Contohnya sekarang mahasiswi semakin banyak yang memakai jilbab, tidak berkurang gara-gara disebut radikal. Jadi dari aspek itu saya bersyukur dengan perkembangan ini, dan saya mengimbau kepada umat Islam, kepada para dai, untuk terus menerus dalam menyampaikan ajaran Islam dengan baik, bijak dan penuh hikmah untuk membangun semangat beragama.

Tidak usah terlalu peduli dengan cap-cap seperti radikalisme, toh mereka juga melakukan sesuatu yang besifat radikal kepada umat Islam. Umat Islam tidak pernah berbuat radikal, umat Islam hanya berbuat sesuai keyakinan, dengan cara yang baik dan penuh hikmah, karena dalam Islam itu ada koridornya dalam berbuat sesuatu, โ€œud’u ila sabili rabbika bil hikmah wal mau’idhatil hasanah wa jadilhum bil lati hiya ahsanโ€. Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.

Bagaimana dengan ekonomi umat Islam saat ini?

Aspek ekonomi, walaupun banyak kekurangan tapi saya lihat ekonomi syariah mempunyai gerakan yang luas. Bukan hanya soal keuangan atau perbankan, tetapi ekonomi syariah itu membangun sikap hidup, gaya hidup, yang berorientasi pada proses. Contoh, kalau bunga, itu kan orientasinya hasil yang penting 2,5 persen atau 5 persen, tidak peduli itu halal atau haram. Tapi kalau dalam ekonomi syariah, proses itu diperhatikan apakah ini boleh atau tidak, jangan semata-mata tentang masalah hasil. Ini akan berpengaruh pada kehidupan. Kalau ekonomi syariah menjadi yang utama (menjadi mainstream), ย orang tidak akan berpikir tentang hasil. Mengapa sekarang banyak koruptor? Karena mereka berpikir tentang hasil, tidak pernah berpikir proses, yang penting dia kaya punya banyak uang, tidak peduli halal atau haram. Jadi ekonomi syariah mempunyai implikasi pada kelakuan, pada sikap atau gaya hidup.

Sekarang ada istilah Halal is My Style, halal adalah gaya hidup saya. Dan halal itu luas. Halal dalam soal makanan, minuman, pergaulan, ekonomi, wisata, hotel, dan lain sebagainya. Ini akan mempengaruhi kehidupan. Oleh karena itu umat Islam harus bergerak dalam berdakwah, tidak boleh berhenti. Tidak boleh mengukur maju atau mundur dalam aspek politik praktis. Jadi ekonomi keumatan itu harus diperkuat. Seperti di Malaysia ada gerakan Buy Muslim First, mendahulukan belanja kepada sesama Muslim.

Bagaimana dengan pendidikan Islam?

Aspek pendidikan, saya lihat kondisi sekarang tidak seperti keadaan 10 atau 20 tahun lalu. Dulu biasanya orang masuk pesantren itu setelah tidak diterima di mana-mana, tidak diterima di sekolah favorit akhirnya masuk pesantren, atau kalau ada anak-anak yang nakal biasanya di masukkan ke pesantren. Tetapi sekarang tidak, pesantren menjadi pilihan utama. Bahkan, saat ini ada juga yang mau masuk pondok pesantren itu harus waiting list, menunggu dahulu karena terlalu banyak yang mendaftar.

Perkembangan ini karena masyarakat sudah semakin sadar bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek ilmu pengetahuan saja tidak cukup dan tidak menyelesaikan masalah. Mengapa banyak perilaku buruk pada sebagian pelajar, itu karena jauh dari agama. Dia diberi ilmu pengetahuan tetapi keimanannya tidak diperbaiki, gaya hidupnya tidak diperbaiki.

Apalagi sekarang ini dengan adanya undang-undang pesantren, walaupun ada kekurangan tetapi kita harus bersyukur. UU pesantren adalah pengakuan formal pemerintah terhadap pesantren. Dengan UU, itu artinya pesantren diakui dengan hukum positif. Apalagi dalam UU itu ada muadalah. Seperti Gontor misalnya, tidak terlalu terpengaruh dengan sistem yang ada, yang penting jalan terus aktivitas pesantrennya karena sudah mempunyai visi dan misi tersendiri. Lembaga seperti Gontor sudah dimuadalahi oleh lembaga-lembaga pendidikan di luar negeri seperti ย di Mesir, Madinah, Sudan, dan Turki. Mereka sudah mengakui keberadaan alumni Gontor atau alumni pondok lainnya. Mereka dimuadalahkan dengan tamatan SMA, kemudian diakui oleh pemerintah. Ini kan suatu kemajuan, dan dari sisi kultural telah banyak memberikan harapan.

Bagaimana dengan politik umat saat ini?

Aspek politik praktis kita memang banyak mendapatkan masalah. Kita berada dalam kondisi yang cukup mengkhwatirkan, tetapi kita tidak boleh berputus asa, karena politik kita itu politik dakwah. Politik untuk dakwah dan dakwah untuk politik.

Apa yang dimaksud dengan dakwah politik?

Ketika kita berpolitik, itu harus ada unsur dakwah. Artinya harus bersih, tidak boleh menyuap, tidak boleh curang karena itu tidak ada manfaatnya. Dakwah dalam politik juga perlu, karena itu kita harus mempersiapkan kader yang masuk di berbagai posisi seperti di KPU, KPUD, DPR, DPRD, DPD, walikota, dan gubernur. Tapi semuanya dalam kerangka dakwah. Ketika menjadi walikota, misalnya, dia akan berpikir untuk menyejahterakan umat. Bukan berpikir untuk dirinya, misalnya, bagaimana mengembalikan modal kampanye. Akhirnya dia korupsi. Itu kan yang banyak terjadi sekarang ini.

Kita ingin di manapun posisi itu, panglimanya dakwah, bukan politik praktis. Akan capai kita kalau hanya soal politik praktis. Kalau dakwah lewat jabatan tidak memungkinkan, kita bergerak di bidang lainnya, seperti memakmurkan masjid, menguatkan pesantren, usaha-usaha ekonomi Muslim dikuatkan seperti 212 Mart dan gerakan keumatan lainnya. Jadi kita jangan masuk dari satu pintu kalau berdakwah. Masuklah dari pintu yang bermacam-macam, pintu ekonomi, pintu pendidikan, budaya dan lainnya.

Apakah umat Islam harus aktif di partai politik?

Silakan tapi harus bisa mempengaruhi, kalau masuk partai harus mempunyai misi, jangan malah dipengaruhi. Kalau kita posisinya lemah, daya tawarnya lemah, pribadinya lemah dan mempunyai kebutuhan akhirnya dipengaruhi. Karena itu ke depan kita harus mengkader secaraย  khusus orang-orang yang mempunyai kekuatan. Kemampuan berdebat misalnya, seperti tokoh-tokoh Masyumi dahulu, yang membuat kita tidak pernah kecolongan dalam pembuatan Undang-Undang. Karena mereka tidak tidur saat sidang, karena khawatir kalau ketiduran itu dimanfaatkan oleh orang komunis. Tetapi kalau sekarang suka ada yang tidur saat sidang. Keadaan itu terjadi karena kita suka memilih orang yang mempunyai kekuatan โ€˜isi tasโ€™, dan itu yang tidak akan mengubah keadaan. Makanya kita perlu menyiapkan kader-kader.

Karena itu saya mengimbau kepada ormas-ormas Islam, lembaga-lembaga pendidikan Islam, kita lahirkan kader-kader yang militan. Maksudnya militan itu yang berakhlak, berkepribadian Islam yang kuat yang bisa mempengaruhi. Said Quthub mengatakan, Muslim itu di mana pun berada dia mempengaruhi. Seperti ikan, hidup di air asin tapi tidak ikut asin. Itu bisa dilakukan jika ada latihan dan jaringan yang kuat.

Sekarang ini kita selalu memilih tokoh di tengah jalan. Saya selalu mengatakan kita tidak akan pernah beres kalau selalu memilih tokoh politik dengan cara instan. Seperti sekarang kita mempunyai pengalaman berharga, kita percaya kepada seseorang tetapi di ujungnya malah mengecewakan. Oleh karena itu dengan pengalaman ini jangan sampai nanti terulang, umat Islam itu tidak boleh dipatok ular dua kali, di lubang yang sama. Maka saya tidak mau gegabah, dalam melakukan kegiatan yang bisa merugikan kita.

Apa imbauan Anda kepada para ulama?

Kepada ulama yang sekarang mempunya jabatan atau kedudukan, saya mengimbau supaya menjaga dirinya, akhlaknya jangan sama dengan yang lain. Kalau ada ulama yang masuk di struktur pemerintahan silakan, tapi tampillah sebagai ulama, sebagai politisi Muslim yang baik, jujur dan amanah serta mempengaruhi yang lain. Misalnya ketika rapat datang waktu shalat, itu harus berhenti dulu untuk shalat. Para ulama dan aktivis Muslim yang menjadi pejabat harus memberikan pengaruh positif kepada yang lain.

Apakah Anda optimis generasi berikutnya akan lebih baik?

Di masa mendatang in syaa Allah kita optimis pada generasi pelajar sekarang yang aktif di pengajian, aktif di masjid, aktif di OSIS. Makanya saya sangat tidak setuju dan menyesalkan kalau ada pernyataan-pernyataan yang miring bahwa OSIS itu dipengaruhi radikalisme. Mengapa dikatakan radikalisme? Apakah karena mereka suka membaca Alquran dikatakan radikal? Apakah karena mereka suka pengajian disebut radikal? Itu penyebutan-penyebutan yang salah. Radikal itu yang tidak shalat, radikal itu yang merasa paling baik, radikal itu yang mudah menuduh orang lain, memfitnah orang lain. Karena itu generasi muda itu harus kita jaga, dari merekalah kita berharap Indonesia ke depan lebih baik lagi. Pengurus lembaga dakwah di sekolah-sekolah, penggerak dakwah di kampus-kampus, ย mereka itulah calon-calon pemimpin dan itu harus kita jaga. Kita bangun kesadaran kolektif tentang ini. Membangun masa depan Indonesia dengan sumber daya manusia (SDM) yang baik.

Untuk memperbaiki kondisi umat Islam ini, sebaiknya dimulai dari mana?

Di mulai dari SDM seperti yang dilakukan oleh Rasulullah. Satu demi satu sahabat yang masuk Islam dan akhirnya berkembang. Hadis kewajiban dakwah yang bunyinya “Sampaikanlah walau satu ayat” atau “Yang hadir sampaikan kepada yang tidak hadir”, itu kan tugas SDM. Kalau kita bicara SDM itu harus melahirkan SDM yang mempunyai ilmu pengetahuan, berakhlak, selalu berbuat baik, yang mempunyai karakter dan bisa menjadi contoh (leader). Ini bisa dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, sekolah, kampus, pesantren dan lainnya. Umat Islam tidak boleh putus asa dalam menghadapi keadaan. Kita harus terus berbuat mempersembahkan yang terbaik sesuai bidang masing-masing. Soal kemenangan kita serahkan kepada Allah. Tugas kita hanya menyampaikan. Tugas kita hanya mendidik. Tugas kita hanya memperbaiki keadaan. Masalah hasil kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. []

Tags: politik umatRadikalisme
Share46Tweet29Send
Previous Post

Masa Depan Politik Umat

Next Post

Isu Radikalisme Lebih Membidik Umat Islam

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR ๐Ÿ“ฃPerkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 โ€“ Spesial 100 Tahun Gontor.โœ”๏ธ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
โœ”๏ธ Kontribusi Rp1.500.000.
โœ”๏ธ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.๐Ÿ“ https://tinyurl.com/iklan-magon๐Ÿ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.๐Ÿ“Œ Kontribusi seikhlasnya
๐Ÿ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
๐Ÿ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
โœ… Logo Usaha
โœ… Foto Produk
โœ… Deskripsi Singkat
โœ… Website/Sosial Media (jika ada)๐Ÿ“ฒ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg๐Ÿ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! โœจPerjalanan satu abad tidak datang dua kali.๐Ÿ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
๐Ÿ“š Pesan sekarang:
๐Ÿ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah๐ŸŒ www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.๐Ÿ“Œ Yang ditampilkan:
โœ… Logo/Nama Usaha
โœ… Foto Produk
โœ… Deskripsi Singkat
โœ… Website/Media Sosial (jika ada)๐Ÿ’š Kontribusi seikhlasnya
โš ๏ธ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.๐Ÿ“ฒ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg๐Ÿ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479

ยฉ 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
โ–ฒ
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result