Doha, Gontornews — Para pemimpin negara-negara Teluk bersiap mengadakan pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) ke-40 pada hari Rabu (11/12). Kemungkinan pada pertemuan itu akan ada resolusi untuk mengakhiri pemblokiran terhadap Qatar yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Demikian kata para analis.
Namun pengumuman untuk memulihkan hubungan “persaudaraan” itu akan sulit diwujudkan dalam KTT yang hanya berlangsung satu hari, mengingat banyak kendala yang masih perlu diatasi.
Seperti diketahui, sejak Juni 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain – dan Mesir – memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memberlakukan blokade udara, laut dan darat setelah menuduhnya mendukung “terorisme” dan ikut campur dalam urusan tetangga-tetangganya.
Namun Qatar telah berulang kali membantah tuduhan itu. Dan negeri itu berhasil mengatasi badai ketika krisis GCC berlarut-larut.
Namun perkembangan terakhir menunjukkan kemungkinan mencairnya hubungan antara negara-negara Teluk yang memblokade dan Qatar. Bulan lalu, Wall Street Journal melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani bertemu dengan pejabat senior Saudi pada Oktober dalam upaya untuk mengakhiri keretakan.
Menteri luar negeri mengonfirmasi pertemuan itu Jumat lalu ketika berbicara di sebuah konferensi kebijakan luar negeri di Roma.
“Kami telah beralih dari jalan buntu ke beberapa kemajuan di mana … beberapa pembicaraan terjadi antara kami dan Saudi, khususnya,” katanya.
“Kami berharap pembicaraan ini akan mengarah pada kemajuan untuk mengakhiri krisis.” [RM]






















