Madrid, Gontornews — Sejumlah negara peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB untuk perubahan iklim menolak seruan untuk memerangi pemanasan global. Pertemuan yang resmi ditutup Ahad (15/12) itu memicu kritik dari negara-negara kecil dan aktivis lingkungan.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyayangkan peran internasional yang seakan tidak ingin menunjukkan peningkatan ambisi terhadap mitigasi, adaptasi dan keuangan untuk menyudahi krisis iklim.
“Kita tidak boleh menyerah dan saya tidak akan menyerah,” kata Guteres menyoal pertemuan KTT perubahan iklim di Madrid kepada Reuters.
Delegasi Norwegia dalam KTT Perubahan Iklim di Madrid pun mengecam pertemuan tersebut yang dianggap kekurangan ambisi untuk menghindari kondisi iklim yang sedemikian parah saat ini.
“Para pemimpin kita perlu melangkah maju. Dunia akan terlihat sangat berbeda jika orang-orang muda berkuasa hari ini,” ungkap perwakilan pemuda Norwegia, Sofie Nordvik.
Cina pun menyayangkan hasil pertemuan yang dianggapnya tidak sesuai dengan harapan. “Saya percaya, semua orang akan menyesal (dengan pertemuan ini) bahwa hasilnya tidak sebanding dengan upaya kami,” ujar delegasi Cina di KTT Perubahan Iklim, Zhou Yingmin.
Sementara itu delegasi Papua Nugini, Kevin Conrad, menyayangkan keengganan sebagian besar peserta KTT yang terlibat dalam proses ini. “Selama 24 jam terakhir, 90 persen peserta belum terlibat dalam proses ini,” tutur Conrad.
Tidak ketinggalan pula, aktivis lingkungan, Extinction Rebellion, juga mengkritik seraya meyayangkan hasil dalam pertemuan KTT Iklim di Madrid.
“Kami berharap komunitas internasional dapat bersatu untuk menciptakan masa depan yang indah,” pungkas juru bicara Extinction Rebellion, Ronan McNern.
Sebagaimana diketahui, KTT perubahan iklim ke-25 ini mengecewakan sejumlah negara peserta. Pembicaraan panjang yang dilakukan antara 197 negara PBB tidak menghasilkan apa-apa karena masing-masing negara menyampaikan pandangan mereka yang berbeda-beda.
Negara-negara peserta KTT Perubahan Iklim dianggap tidak mampu mengatasi perbedaan kepentingan nasional dalam mengatasi emisi karbon global, integrasi lingkungan hingga pembiayaan.
Salah satu kesepakatan yang terjadi di KTT Perubahan iklim adalah penekanan pada pengurangan kesenjangan antara emisi karbon negara-negara anggota pada 2020.
Sejatinya, pertemuan KTT Perubahan Iklim 2019 diselenggarakan di Santiago, Cili sebelum dipindahkan ke Madrid karena alaasan keamanan. KTT Perubahan Iklim 2020, rencananya, akan diselenggarakan di Kota Glasgow, Skotlandia. [Mohamad Deny Irawan]






















