pesanan-baju-kaos
33 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 19 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Nasionalisasi Freeport, Mengapa Tidak?

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
20 February 2018
in Nasional
0

Memasuki Desember 2015, publik dihebohkan oleh skandal pencatutan nama presiden dan wakil presiden. Tak tanggung-tanggung sumber kehebohan berawal dari laporan Menteri ESDM Sudirman Said kepada Mahkamah Kehormatan Dewan. Intinya ada oknum anggota dewan – belakangan diketuai bernama Setya Novanto (SN, Ketua DPR)—terlibat dalam pertemuan segitiga antara Ketua DPR, Presdir Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin,  dan pengusaha M Reza Cholid.

Dari rekaman yang beredar dan diputar dalam sidang MKD DPR RI terungkap adanya pembicaraan ihwal ‘permintaan’ 20% saham freeport –11% buat Presiden Jokowi dan 9% buat Wapres JK—sebagai salah satu syarat perpanjangan Kontrak Karya Freport  yang akan berakhir tahun 2021.  Saling sanggah dan saling curiga pun muncul antara kelompok SN di DPR dengan pihak istana. Kebetulan, nama Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan disebut berali-kali dalam rekaman itu. Sementara itu, beberapa elemen masyaakat pun bereaksi keras menuntut tanggungjawab pihak-pihak terkait.

Di sini, penulis tak hendak membicarakan ihwal heboh politik-ekonomi, dengan beragam ekor dan bumbunya itu. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyooti sisi lain dari tuntutan  saham dan bagi hasil untuk negara.  Sejatinya, selama tidak untuk kepentingan pribadi (dengan kata lain untuk kepentingan rakyat dan negara semata) Pemerintah –entah lembaga kepresidenen maupun lembaga legislatif—sangat wajar meminta saham dan bagi hasil yang lebih besar dari Freeport, yang telah mengeruk kekayaan tambang tembaga dan emas di Pegunungan Jayawijaya, Papua, sejak 1967.

Untuk diketahui, Freeport sudah dua kali mendapat konsesi Kontrak Karya. Kontrak Pertama berlaku 1967-1997. Tapi, sementara Kontrak Karya I belum selesai, Kontrak Karya II siudah disepakati tahun 1991. Jadi, Kontrak Karya II baru akan selesai tahun 2021. Dua tahun sebelumnya, 2019 adalah tenggat untuk negosiasi dengan opsi tambahan kontrak 2×10 tahun. Artinya, jika deal eksistensi Freeport bisa sampai 2041.

BACA JUGA

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

GIHES 2026: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Holistik

Sebenarnya, berapa nilai yang diperoleh Indonesia? Menurut data resmi Freeport, selama kurun 1991-2014, Indonesia telah mendapat bagian 15,7 milyar dolar. Kalau dirupiahkan dengan kurs sekarang (13.850 per dolar AS) adalah 217,45 trilyun. Sepintas angka ini cukup besar, kira-kira  setara dengan 10% dana APBN.  Tapi,  jika dibandingkan dengan total pendapatan yang diperoleh Freeport sesungguhnya nilainya hanya sekitar 1-3% saja.

Sebagai ilustrasi,  Tahun 2013, Freeport  memiliki aset 28,39 milyar dolar. Pendapatan dari eksplorasi tambang dia Ertsberg dn Grasberg mencapai 18,98 milyar, laba usaha 8,987 milyar, dan laba bersih 4,34 milyar. Indonesia dua tahun lalu hanya mendapat bagian 484 juta dolar atau setara dengan 2,5% pendapatan Freeport. Bagian itu terdiri dari royalti 101 juta dolar (0,53%) dan pajak 383 juta dolar (2%). Jika basisnya laba usaha, maka bagian Indonesia adalah  atau 5,38%, tediri dari royalti 1,1% dan pajak 4,28%. Tahun lalu (2014), Indonesia mendapat bagian 421 juta dolar. Ini juga hanya 539 juta dolar (sekitar 2,82% pendapatan Fresport, dengan perincian royalti  118 juta dolar (0,62%) dan pajak 421 juta dolar (2,2%).  Jika basisnya laba usaha, maka Indonesia hanya mendapat 5,98% terdiri dari royalti 1,3% dan pajalk 4,68%.

Bayangkan,  selama hampir 50 tahun Freeport menguasai tambang emas dan tembaga di Papua, Indonesia hanya mendapat bagian royalti sekitat 1,1-1,3%  (sumber lain menyebut 1-3,5%) dan pajak sekitar 5% saja. Padahal, dalam Islam, zakat tambang itu sekitar 20%.  Jika ketentuan zakat saja diterapkan kepada Freeport, maka Indonesia setiap tahun berhak mendapat bagian sekitar 3,8 milyar dolar setahun atau setara Rp 526,3 trilyun. Ini dapat menutup 26,3% anggaran APBN.

Apakah tuntutan mendapat saham 20% berlebihan? Sejatinya, tidak sama sekali. Secara regulasi, Peraturan Pemerintah No 77/2014  tentang Perubahan Ketiga Atas PP No 23/2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara menngatur bahwa usaha penambanan bawah tanah oleh PMA maksimal hanya boleh menguasi 70%.saham (Pasal 7C).  Kemudian sesuai Pasal 97, PMA wajib melakukan divestasi saham 20%  dalam waktu enam tahun, kemudian 25%  saham (setelah 10 tahun) dan 30% (setelah 15 tahun). Berdasarkan PP yang ditetapkan Pemerintahan SBY per Oktober 2014 itu, Freeport sebenarnya sudah jatuh tempo melepas saham sedikitnya 20% pada Oktober 2015.

Jika sampai sekarang kita masih ribut dan Freeport belum mau melepas sahamnya, maka sebenarnya ini sudah melanggar hukum dan ketentuan. Pemerintah Jokowi-JK punya alasan kuat untuk memutus kontrak karya Freeport. Dengan kata lain, nasionalisasi Freeport menajdi masuk akal. Bayangkan, jika terjadi, maka Indonesia berhak atas aset senilai 28,9 milyar dolar (200% APBN) dan setiap tahun mendapat tambahan uang masuk sekitar 19 milyar dolar atau 130% APBN.

Lebih dari itu, Indonesia akan mendapat tambahan  cadangan emas 29,800 juta troy ons emas (1 troy ons = 48-gram) atau setara dengan 14.300 ton emas. Sekarang ini, Indonesia baru memiliki cadangan emas sekitar 100 ton di BI. Artinya, bila nasionalisasi Freeport terjadi, kekayaan relatif Indonesia akan melejit hingga 143 kali.  Rupiah, seperti analisis Menko Maritim dan Sumberdaya Rizal Ramli, dipastikan akan menguat tajam. Indonesia berpotensi menjadi negara terkaya, mengalahkan AS (8.133 ton) Cina (1.677 ton)  atau IMF (2.500 ton) dan Worldbank (1.800 ton).

Masalahnya, beranikah Presiden Jokowi bersikap tegas? Untuk itu, kita mungkinperlu belajar pada Venezuela yang mengambil risiko melakukan nasionalisasi perusahaan asing di negaranya. Di Arbitrasi Internasional, Pemerintah Hugo Chavez kalah dan harus membayar denda hingga milyaran dolar. Tapi, itu tidak masalah. Dari laba  setahun saja cukup untuk memnbayar sanksi internasional. Jadi, apalagi yang ditakutkan? [Dedi Junaedi, Redaktur Majalah Gontor dan Dosen Ekonomi Islam INAIS Bogor]

Tags: EmasFreeportIndonesiaNasionalisasiTambang
Share16Tweet10Send
Previous Post

BPPT Tawarkan Perangkat Surveilance Pesawat

Next Post

OPEC Gagal Bekukan Produksi Minyak Dunia

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result