Depok, Gontornews — Dilansir pionindonesia.com, terapi bermain merupakan suatu metode konseling yang menggunakan play/bermain untuk berkomunikasi dan menolong anak. Juga merupakan disiplin ilmu yang berlandaskan teori-teori psikologi.
Seperti namanya, sebagaimana disadur hellosehat.com, terapi ini bisa dilakukan dengan berbagai macam permainan anak. Mulai dari bermain boneka, menyusun balok, menggambar, mewarnai, bermain alat musik, dan aneka permainan lainnya.
Manfaat Play Therapy
Beberapa manfaat terapi bermain antara lain, mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan anak, menumbuhkan empati, rasa hormat, dan menghargai orang lain, meningkatkan kemampuan untuk mengendalikan diri dan keterampilan sosial, juga mengasah kemampuan untuk memecahkan masalah lebih baik.
Play therapy sendiri sangat direkomendasikan untuk perawatan anak-anak dalam kondisi tertekan, hidupnya penuh stres, atau memiliki kondisi medis tertentu.
Anak-anak yang membutuhkan terapi ini, meliputi, anak yang ditelantarkan, anak korban perceraian orangtua, juga anak dengan riwayat penyakit kronis, gangguan kecemasan, penyakit ADHD, stres, atau depresi.
Selain itu terapi ini juga cocok untuk anak yang memiliki fobia dan menarik diri dari dunia luar, mengalami gangguan belajar seperti disleksia, anak yang prestasi akademisnya buruk karena satu dan lain hal, dan masih banyak lagi. [Edithya Miranti]






















