Abu Dhabi, Gontornews — Perdana Menteri India Narendra Modi menerima penghargaan sipil tertinggi di Uni Emirat Arab (UEA). Langkah ini memicu kemarahan para aktivis hak asasi manusia (HAM) atas tindakan keras pemerintahan Modi terhadap wilayah Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim.
Modi dianugerahi medali Orde Zayed oleh putra mahkota UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), dalam kunjungannya ke ibukota UEA, Abu Dhabi, pada hari Sabtu (24/8). Kunjungan ini untuk memperkuat hubungan antara kedua negara
Seperti dirilis Aljazeera, MBZ secara pribadi menyematkan medali emas di leher Modi, dengan potret Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, presiden pertama UEA.
Keduanya lalu berjabat tangan dan berpegangan tangan sejenak dan MBZ berbisik pelan, “Kamu pantas mendapatkannya.” MBZ dan Modi lalu berpose untuk foto bersama.
Modi diumumkan sebagai penerima hadiah pada bulan April, beberapa hari sebelum memenangkan pemilihan ulang, dalam sebuah tweet dari MBZ.
“Kami memiliki ikatan strategis historis dan komprehensif dengan India, diperkuat oleh peran penting sahabat saya, Perdana Menteri Narendra Modi, yang memberi dorongan besar pada hubungan ini,” kata MBZ dalam akunnya.
India, konsumen minyak mentah terbesar ketiga di dunia, merupakan pasar potensial bagi UEA yang kaya minyak.
Tetapi penghargaan itu tidak tepat waktunya karena diberikan ketika pemerintahan Modi mencabut otonomi khusus untuk Kashmir dan memberlakukan pembatasan keamanan yang ketat di wilayah yang mayoritas Muslim itu.
Seperti diberitakan gontornews.com sebelumnya, melalui dekrit presiden pada 5 Agustus, India mencabut status khusus untuk Kashmir yang telah berusia puluhan tahun. India lalu membatasi aktivitas warga Kashmir dan mengerahkan ribuan pasukan ke wilayah tersebut.
India kemudian memberlakukan jam malam dan menangkap ribuan warga Kashmir. [RM]





















