Sao Paulo, Gontornews — Presiden Brazil Jair Bolsonaro pada 23 Agustus mengesahkan penggelaran tentara Brazil untuk membantu memerangi kebakaran yang berkobar di hutan hujan Amazon. Langkah ini menyusul kemarahan dunia internasional atas kebakaran hutan yang menjadi paru-paru dunia itu.
Seperti dirilis hurriyetdailynews.com, gumpalan asap tebal naik ke langit di atas hutan lebat di negara bagian barat laut Rondonia. Kobaran api terlihat dalam beberapa kilometer.
“Itu tidak normal dan seperti ini karena asap dari api,” kata seorang pegawai hotel di ibukota negara bagian Porto Velho, yang ditutupi oleh lapisan asap ketika api membakar di dekat kota.
Kebakaran di hutan hujan terbesar di dunia itu telah memicu protes di seluruh dunia. Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang telah menggambarkan kebakaran hutan sebagai “krisis internasional”, bahkan bersumpah untuk memblokir perjanjian perdagangan antara Negara-negara Uni Eropa dan Amerika Selatan.
Angka-angka resmi terbaru menunjukkan, tahun ini di Brazil terjadi 76.720 kasus kebakaran hutan. Lebih dari setengahnya berada di Amazon. Jumlah ini tertinggi sejak tahun 2013.
Para ahli menyalahkan percepatan deforestasi untuk pembukaan lahan sebagai penyebab terjadinya
kebakaran hutan Amazon.
Sekitar 700 kebakaran baru terjadi antara Rabu dan Kamis, menurut National Institute for Space Research (INPE).
Setelah rapat sampai larut malam dengan anggota kabinetnya, Bolsonaro pada hari Jumat mengeluarkan dekrit yang mengizinkan pengerahan pasukan bersenjata untuk membantu memadamkan api dan menindak kegiatan kriminal di wilayah tersebut.
Keputusan Bolsonaro datang saat demonstrasi diadakan di seluruh dunia atas kebakaran di hutan Amazon, sebuah wilayah yang dianggap sebagai “paru-paru dunia” dan dipandang sebagai hal penting untuk menjaga perubahan iklim tetap terkendali.
Ribuan pengunjuk rasa berbaris di Rio de Janeiro dan Sao Paulo, di tengah meningkatnya tekanan Eropa serta tawaran untuk membantu memadamkan api dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. [RM]





















