Maluku-Tengah, Gontornews —ย Gempa bermagnitudo 6,5 yang mengguncang Maluku menyisakan dampak yang cukup parah. Perekonomian lumpuh, rumah-rumah warga, jalan, dan fasilitas umum mengalami kerusakan ringan hingga parah. Sampai saat ini, warga masih takut kembali ke rumah dan lebih memilih mengungsi karena dianggap lebih aman.
Bambang, salah satu warga Negeri Kabau mengaku sampai saat ini belum ada bantuan yang masuk ke wilayah Negeri Kabau. Sedangkan, kegiatan perekonomian dan yang lain masih mengalami kelumpuhan. Tenda, obat-obatan serta logistik yang saat ini mendesak untuk dipenuhi.
โSaat ini bantuan hanya swadaya dari keluarga atau kerabat di desa lain yang sama-sama terdampak gempa,โ sebutnya dilansir dari laman act.id. Sabtu,(28/9)
Setelah gempa M 6,5 mengguncang Kamis pagi, listrik serta sinyal komunikasi hilang. Fasilitas penunjang listrik dan komunikasi mengalami kerusakan akibat gempa. Akibatnya, malam pertama setelah gempa wilayah Pulau Haruku dibalut gelap dan tanpa kabar.
โDi sini juga dilanda hujan, membuat kondisi masyarakat semakin sulit karena harus bertahan di bawah tenda dengan keadaan basah. Komunikasi baru pulih sekitar pukul tujuh pagi,โ tambah Bambang.
Seperti yang terlihat di Negeri Kabau di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, wilayah permukiman yang berbatasan langsung dengan pesisir laut sepi. Warganya mengungsi di area yang lebih tinggi atau permukiman karena khawatir adanya tsunami.
โTenda terpal hanya seadanya, jadi tidak semua kepala keluarga punya tenda untuk tempat tinggal. Kami harus berdesak-desakan di tenda yang terbatas,โ jelasnya.
Pelabuhan atau pangkalan kapal cepat Kabau terpantau mengalami kerusakan. Beton pembatas daratan dan perairan mengalami retak, dan sebagian amblas. Permukiman yang ada di sekitaran pelabuhan pun sepi, bangunan rusak dan ditinggalkan pemiliknya mengungsi.
Tidak ada korban jiwa di wilayah Negeri Kabau. Namun rumah warga serta fasilitas umum mengalami kerusakan dan mengganggu aktivitas warga. Saat ini perekonomian lumpuh, mereka masih bertahan di bawah tenda pengungsian dengan berbagai keterbatasan. Warga juga masih takut untuk melaut. [Hafidh]





















