Madiun, Gontornews — Aksi Cepat Tanggap (ACT) Madiun meluncurkan program Operasi Makan Gratis pada Selasa (14/4). Program ini merupakan respons atas dampak pandemi Covid-19 secara sosial ekonomi. Selain memangkas penghasilan para pekerja harian, pandemi Covid-19 membuat sejumlah pengusaha warung makan di Madiun merumahkan karyawannya karena tidak sanggup memberi upah.
“Pada awal peluncuran, Operasi Makan Gratis ACT Madiun menggandeng warung makan seperti Warung Pecel Mbak Nik dan Rumah makan milik Pak Imam. Warung makan ini akan menyediakan 50 porsi setiap hari selama sepuluh hari kedepan,” ujar Ayuni relawan Operasi Makan Gratis Madiun dilansir dari laman actnews Rabu (15/4).
Menurut laporan dari Ayuni yang mengatakan bahwa program ini sangat membantu, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan karena terdampak Covid-19 ini.
“Alhamdulillah senang sekali, para penerima manfaat terlihat antusias. Harapannya program ini terus berjalan dan bertambah titik lokasinya agar bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” kata Ayuni.
Para penerima manfaat menerima kupon kebaikan untuk memperoleh seporsi pecel gratis. Kupon tersebut sebelumnya sudah dibagikan Tim ACT Madiun kepada para pekerja informal di Kota Madiun.
“Cukup dengan membawa kupon yang sudah disiapkan oleh teman-teman ACT, nanti mereka langsung datang ke warung dan mengantre untuk mengambil makanan. Tetap sesuai imbauan, makanan yang dibagi (akan) dibawa pulang. Kita sudah siapkan dalam bentuk kemasan. Ya jadi tidak bisa makan di tempat. Datang bawa kupon, antre, lalu mendapat makanan,” jelas Imam sebagai pemilik warung.
Witono (52), salah satu penerima manfaat yang berprofesi sebagai pengendara becak, mengaku sangat bersyukur dengan program Operasi Makan Gratis. Di tengah kondisi seperti ini, Witono sering tidak membawa satu rupiah pun. Belum lagi, Istri Witono menderita diabetes hingga menggangu penglihatan. Untuk pengobatan, istri Witono masih menunggu pengobatan gratis yang diselenggarakan pemerintah.
“Alhamdulillah merasa terbantu mas, masih ada rezeki untuk hari ini,” ucapnya dengan raut wajah yang bahagia dan terharu. Ia pun membawa pulang makan siang yang diperolehnya untuk makan bersama dengan istri.
Seiring pemberlakuan jarak fisik untuk meredam penyebaran corona, para pekerja informal tetap harus berjuang menghidupi keluarga. Avif, relawan MRI Madiun, mengatakan, MRI senantiasa membersamai langkah dermawan dalam menebar kebaikan di masa pandemi ini.
“Terima kasih kepada para dermawan yang sudah menyisihkan rejekinya untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan. Dengan kegiatan ini kita dapat melihat orang-orang tersenyum, dan hal itu dapat menjadi semangat kita untuk terus menebar kebaikan,” ujar Avif.





















