Beirut, Gontornews — Kepak sayap perpanjangan dakwah Pondok Modern Darussalam Gontor terus menggeliat. Kali ini, Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor berhasil mendeteksi keberadaan alumni Gontor di salah satu negara rawan perang di dunia yaitu Lebanon.
Salah seorang alumni Gontor di Lebanon, Abdul Fathir Kautsar menuturkan bahwa saat ini ada lima orang alumni Gontor yang melanjutkan studinya di Lebanon dengan perincian empat orang tinggal di Provinsi Bekka sedangkan 1 orang lainnya tinggal di Lebanon utara.
“Sekilas untuk alumni Gontor di Lebanon baru berjumlah lima orang dari 90 orang jumlah mahasiswa Indonesia di Lebanon,” ungkap Fathir yang tengah melanjutkan studinya di Fakultas Syariah Beirut Islamic University.
“Alhamdulillah, teman-teman alumni Gontor aktif di kampus maupun di PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) ataupun di PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama) Lebanon,” tambah Fathir.
“Mereka juga aktif melatih seni bela diri tapak suci dan mengajar Bahasa Indonesia kepada orang Arab,” tutur alumnus Gontor 2015 tersebut kepada Gontornews.com
Fathir berharap Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor melantik pengurus IKPM cabang Lebanon di masa mendatang. Namun karena jumlahnya yang tidak memenuhi kuota, maka peresmian IKPM cabang Lebanon masih ditangguhkan.
“Sebenarnya, kami sangat ingin IKPM Lebanon bisa bediri secara resmi. Akan tetapi peresmian IKPM Lebanon masih terkendala karena masih terpaut dengan jumlah anggota yang mengharuskan pendiri IKPM lebanon berjumlah sembilan orang,” ungkap Fathir.
Sementara itu, Wakil Ketua PP IKPM, Adib Fuadi Nuriz menjelaskan bahwa negara-negara rawan konflik seperti Lebanon, Suriah, Yordania menjadi alasan di balik belum diresmikannya IKPM cabang Lebanon.
Adib menambahkan jika konflik berkecamuk, pemerintah Indonesia akan menarik seluruh mahasiswa dari wilayah tersebut dan berakibat menurunnya jumlah alumni Gontor yang diikuti dengan tidak efektifnya keorganisasian IKPM.
“Belum terbentuknya IKPM Lebanon, karena dulu pernah ramai mahasiswa kita di Suriah dan Yordania. Tetapi karena konflik yang berkecamuk di negara tersebut, banyak pula mahasiswa yang pulang kembali ke Indonesia.”
“Karenanya, IKPM luar negeri yang didominasi oleh mayoritas mahasiswa relatif menyesuaikan diri.”
Fathir pun mengamini kondisi tersebut. menurutnya, meski kondisi Lebanon terbilang aman namun Persatuan Bangsa-Bangsa menganggap bahwa Lebanon berada dalam situasi rawan konflik.
“Untuk situasi sekarang, secara umum, Alhamdulillah sudah aman. Tapi masih tergolong kawasan ‘rawan’ menurut PBB. Karenanya, pasukan perdamaian PBB yang berasal dari beberapa negara masih menjaga Lebanon baik di darat maupun laut termasuk TNI kita di Lebanon,” jelas pria yang sempat mengabdi di Pondok Modern Gontor Kampus 6 Darul Qiyam Magelang itu.
Adib pun berharap jumlah alumni Gontor di Lebanon semakin banyak agar bisa mengepakkan sayap dakwah Gontor ke seluruh dunia.
“Semoga alumni Gontor di Lebanon semakin banyak,” pungkas Adib. [Mohamad Deny Irawan]


















