Oleh Setia Lesmana, wartawan
Ada hal menarik saat persidang dengan terdakwa So Kok Seng alias Aseng digelar, Kamis (8/6) kemarin digelar di Pengadilan Tipikor di Kawasan Bungur, Jakarta Pusat. Sebelum sidang ditutup, Hakim biasanya memberi kesempatan kepada terdakwa untuk bertanya atau mengonfirmasi keterangan saksi, setelah saksi memberikan keterangan pada jaksa, penasehat hukum terdakwa maupun majelis hakim.
Kesempatan itupun dimanfaatkan Aseng untuk mengeluarkan uneg-unegnya kepada saksi M. Kurniawan. Aseng menanyakan soal uang yang Ia berikan kepada Kurniawan. Pasalnya, Kurniawan memberikan keterangan berbeda kepada jaksa dengan keterangan kepada aseng saat Kurniawan meminta uang sebanyak tiga kali selama Januari 2016 lalu.
Kepada Aseng saat itu Kurniawan meminta uang dengan alasan uang itu untuk “pengamanan” karena Aseng sudah dikuntit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepada Aseng, Kurniawan menawarkan jasa pengamanan dengan menyetor sejumlah uang kepada “orang dalam” KPK yang Ia kenal.
Menurut Aseng, tercatat Kurniawan tiga kali mengambil uang “pengamanan” selama Januari 2016, masing-masing, Rp 3 miliar, Rp 2 miliar, dan Rp 2 miliar. Aseng mengaku percaya dengan keterangan Kurniawan karena menurut pemilik restoran dan cafe elit di Kota Bekasi itu, Aseng sedang dipantau, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) politisi PDIP Damayanti Putranti.
“Kamu bilang ke saya, bahwa NTT, NTB, Papua, dan Maluku sudah diincar KPK. Semuanya sudah “beres” kecuali Maluku yang beum setor. Kenapa keterangan kamu kepada jaksa berbeda dengan apa yang kamu bilang ke saya,” tanya Aseng.
Aseng juga meragukan jika uang diambil Kurniawan atas permintaan atau diberikan kepada Yudi Widiana karena secara logika, pasca OTT Damayanti, semua anggota Komisi V akan berhati-hati. Hal -hal yang sensitip seperti itu sudah pasti dihindari. Ini kok Kurniawan masih nekad dengan mengatasnamakan Yudi, begitu keheranan Aseng.
Komisari PT Cahaya Mas tersebut juga mempertanyakan Jam tangan dan Parfum yang disebut-sebut Kurniawan sebagai hadiah dari Aseng untuk dirinya. Menurut Aseng, Ia tidak pernah memberikan hadiah jam tangan dan parfum kepada Kurniawan. Saat pertemuan di Senayan City itu, Ia memberikan uang dalam bentuk dollar Amerika senilai Rp 3 miliar yang disimpan dalam Goodybag. Aseng pun curiga jika uang tersebut ditilap Kurniawan dan mengaku ke pihak KPK diberikan hadiah jam tangan dan parfum.
Yang membuat Aseng gusar, karena saat ditanyai jaksa, Kurniawan keukeuh menyebut uang yang Ia minta dari Aseng adalah commitment fee proyek aspirasi dpr. Keterangan itu pula yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat Kurniawan memberi keterangan kepada penyidik.
Saat sidang tersebut, Kurniawan juga diteriaki pengunjung karena menyebut dirinya tidak mengharapkan imbalan apa-apa saat menjadi perantara suap. Beberapa pendukung Aseng meneriaki Kurniawang dengan kata Bohong dan ungkapan kemarahan lainnya. Usai sidang, mereka juga meneriaki kurniawan yang bergegas ke luar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Kepada penulis, sejumlah anak buah Aseng mengaku curiga dengan Kurniawan yang mencatut nama Yudi dan telah membohongi Aseng yang sudah berkawan lama dengannya. Menurut mereka, Aseng pun yakin jika uang miliaran tersebut ditilep Kurniawan. Soal benar atau tidak tentu perlu pembuktian. Namun satu hal, beradsarkan informasi dari rekan-rekan wartawan di Bekasi, faktanya Aset dan Kekayaan Kurniawan meningkat pesat dalam dua tahun terakhir.




















