10
Tonton Selengkapnya
Prof Syam
27 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 21 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Akar yang Kokoh di Zaman yang Goyah

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
5 March 2026
in Tafsir
0
Akar yang Kokoh di Zaman yang Goyah

Foto: iNews

Landasan Teologis

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيْثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيْثَةِ ࣙاجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْاَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ ۝٢٦

يُثَبِّتُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِۚ وَيُضِلُّ اللّٰهُ الظّٰلِمِيْنَۗ وَيَفْعَلُ اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُࣖ ۝٢٧

Artinya: (26) (Adapun) perumpamaan kalimah khabīṡah seperti pohon yang buruk, akar-akarnya telah dicabut dari permukaan bumi, (dan) tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.  (27) Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Allah menyesatkan orang-orang yang zalim, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Ibrahim: 26-27)

BACA JUGA

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Interpretasi Para Mufasir

Tafsir As- Sa’di menyebutkan makna firman Allah“Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk”, yaitu buruk buah dan rasanya; yakni pohon hanzhalah (sejenis labu pahit) dan yang semisalnya. ‘Yang telah dicabut dari permukaan bumi, tidak mempunyai ketetapan sedikit pun’, maksudnya tidak memiliki keteguhan; tidak ada akar yang menahannya dan tidak pula menghasilkan buah yang baik. Bahkan jika ada buahnya, maka itu buah yang buruk.

Demikian pula kalimat kufur dan kemaksiatan, tidak memiliki keteguhan yang bermanfaat di dalam hati dan tidak membuahkan apa pun kecuali perkataan dan perbuatan yang buruk akan membahayakan pelakunya dan tidak memberi manfaat. Tidak ada amal shalih yang naik kepada Allah darinya, tidak bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Sedangkan Tafsir Al-Baghawi menyebutkan makna “Dan perumpamaan kalimat yang buruk,” yaitu kesyirikan, “seperti pohon yang buruk,” yaitu pohon hanzhalah. Ada yang mengatakan pohon bawang putih. Ada pula yang mengatakan tanaman kasyūts (tumbuhan parasit seperti benalu). “Yang tercabut,” maksudnya tercabut dan terangkat, “dari permukaan bumi, tidak mempunyai ketetapan,” yakni tidak memiliki keteguhan.

Adapun firman Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh yaitu kalimat tauhid, yakni ucapan: Lā ilāha illallāh (tidak ada Tuhan selain Allah). “Dalam kehidupan dunia” maksudnya sebelum kematian, “dan di akhirat” maksudnya di dalam kubur. Ini pendapat mayoritas ahli tafsir. Ada pula yang berpendapat: “di akhirat” yaitu ketika dibangkitkan.

Sementara itu dalam Tafsir Al-Qurtubi disebutkan,“Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang tercabut dari permukaan bumi, tidak mempunyai ketetapan.” Yang dimaksud dengan kalimat yang buruk yaitu kalimat kufur. Ada pula yang mengatakan orang kafir itu sendiri. Adapun pohon yang buruk yaitu pohon hanzhalah. Dari Ibnu Abbas juga diriwayatkan bahwa itu pohon yang tidak diciptakan di bumi. Ada yang mengatakan pohon bawang putih. Ada pula yang berpendapat jamur atau lumut. Ada juga yang mengatakan kasyūts, yaitu tumbuhan yang tidak memiliki daun dan tidak memiliki akar di dalam tanah.

Firman-Nya: “Tidak mempunyai ketetapan” maksudnya tidak memiliki akar di dalam tanah. Ada pula yang mengatakan tidak memiliki keteguhan. Demikian pula orang kafir, tidak memiliki hujjah (alasan yang benar), tidak memiliki keteguhan, dan tidak ada kebaikan padanya. Tidak ada ucapan yang baik maupun amal shalih yang naik darinya.

Adapun dalam Tafsir Ath-Thabari disebutkan maksud ayat ini bahwa mereka mengubah nikmat-nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada mereka, lalu menjadikannya sebagai kekufuran kepada-Nya.

Bentuk penukaran nikmat Allah dengan kekufuran itu yaitu sikap mereka terhadap Nabi Allah, Muhammad SAW. Allah telah menganugerahkan kepada kaum Quraisy seorang Rasul sebagai rahmat bagi mereka dan sebagai nikmat dari-Nya. Namun mereka mengingkarinya dan mendustakannya. Dengan demikian, mereka telah menukar nikmat Allah yang diberikan kepada mereka itu dengan kekufuran. Mereka menjerumuskan diri ke dalam negeri kebinasaan, yaitu negeri kehancuran dan kerugian.

Inti Reflektif

Surat Ibrahim ayat 26–27 mengajarkan bahwa di tengah zaman yang goyah dan penuh ketidakpastian, keteguhan hidup tidak ditentukan oleh kuatnya angin yang bertiup, tetapi oleh dalamnya akar iman yang tertanam dalam hati. Allah menggambarkan kalimat yang buruk seperti pohon yang tercerabut tanpa akar, mudah roboh dan tak memiliki ketahanan, sementara orang-orang beriman diteguhkan dengan kalimat yang kokoh, baik di dunia maupun di akhirat.

Refleksinya, ketika arus informasi, godaan materi, dan krisis nilai terus mengguncang, kita dituntut untuk memperdalam fondasi tauhid, memperkuat keyakinan, dan menjaga konsistensi prinsip agar tidak mudah terombang-ambing oleh keadaan. Zaman boleh berubah dan keadaan boleh tidak stabil, tetapi hati yang berakar kuat pada kebenaran akan tetap berdiri tegak, karena keteguhan sejati lahir dari iman yang dirawat dengan ilmu, doa, dan amal shalih.

Nilai-nilai Pedagogis

Surat Ibrahim ayat 26-27 mengandung sejumlah nilai pendidikan (pedagogis) bagi manusia, khususnya umat Islam. Pertama, Nilai Keimanan (Akidah). Ayat ini menekankan pentingnya iman yang kokoh. Iman yang kuat diibaratkan seperti pohon yang berakar kuat. Kita harus mendidik generasi berikutnya dengan menanamkan akidah yang benar sejak dini agar tidak mudah goyah oleh pengaruh negatif agar memiliki keyakinan yang benar sebagai fondasi hidup.

Karena itu guru dan orang tua harus mengajarkan kalimat la ilaha illallah dengan pemahaman, bukan sekadar hafalan. Guru dan orang tua harus memberikan keteladanan ibadah dan akhlak, seperti: shalat lima waktu yang tepat, membaca Al-Qur’an, banyak berdoa, menjaga lisan dan berteman dengan orang shalih. Hal ini menjadikan keteguhan prinsip peserta didik dalam segala keadaan dan menjadi pribadi yang tidak mudah goyah oleh pengaruh negatif.

Kedua, Nilai Keteguhan dan Konsistensi (Istiqamah). Allah meneguhkan orang beriman dengan “al-qaul ats-tsabit” (perkataan yang teguh). Keteguhan dalam prinsip hidup merupakan kunci keberhasilan dunia dan akhirat. Orang beriman tidak mudah terpengaruh oleh godaan atau tekanan.

Dalam mewujudkan keteguhan dan konsisten dalam ayat ini maka guru atau orang tua harus mendidik peserta didik agar memiliki prinsip hidup yang berakar kuat pada iman, konsisten dalam ibadah dan tanggung jawab, tangguh menghadapi ujian, tidak mudah goyah oleh tekanan lingkungan. Keteguhan merupakan kunci agar seseorang menjadi pribadi yang kuat, berkarakter, dan sukses di dunia maupun akhirat.

Ketiga, Nilai Moral dan Akhlak. Allah memberikan perumpamaan tentang kalimat yang buruk seperti pohon yang tercabut dari akarnya dan tidak memiliki keteguhan. Sebaliknya, orang beriman diteguhkan dengan “perkataan yang teguh”. Kalimat yang buruk berarti menggambarkan ucapan dan perilaku yang tidak baik. Ucapan yang buruk dapat merusak diri dan masyarakat.

Oleh karena itu didiklah anak-anak untuk menjaga lisan dan ucapan, membangun karakter di atas dasar iman, konsisten dalam perilaku baik dan meneladani orang-orang shalih.

Akhlak yang berakar pada iman akan kokoh seperti pohon yang berakar kuat, tidak mudah tumbang oleh pengaruh negatif.

Landasan Teoretis

Zaman yang goyah zaman yang ditandai dengan krisis moral, arus informasi tanpa batas, relativisme nilai, dan lemahnya komitmen spiritual. Islam menawarkan solusi melalui konsep akar yang kokoh, yaitu iman dan prinsip hidup yang tertanam kuat sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh perubahan zaman.

Rasulullah SAW bersabda mengenai zaman yang goyah dalam hadis riwayat Ibnu Majah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ. (رواه ابن ماجة)

“Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-Ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.” (HR Ibnu Majah)

Hadis ini memberi suatu peringatan akan datangnya suatu masa, manusia dipenuhi berbagai intrik dan tipu-muslihat, serta kebohongan (hoax).

Gambaran ini dijadikan oleh Rasul SAW sebagai tanda-tanda dekatnya hari kiamat, banyak pembohong dicitrakan sebagai orang jujur. Sebaliknya, orang jujur dikriminalisasi sebagai pembohong, para pengkhianat dipandang amanah, disambut bak pahlawan.

Sementara orang yang amanah dianggap pengkhianat dan dikriminalisasi, serta orang-orang bodoh dipercaya untuk mengurusi persoalan masyarakat.

Akibatnya, terjadi ketidakpastian, kekacauan, kehancuran dan kegoyahan zaman. Akar yang kokoh di zaman yang goyah dalam Islam merupakan tauhid murni (akidah), ilmu agama yang benar, dan sabar. Pilar-pilar ini berfungsi sebagai fondasi spiritual yang mencegah seorang Muslim terombang-ambing oleh fitnah, keraguan, dan hawa nafsu duniawi.

Perumpamaan pohon dalam spiritualitas: Akar mencerminkan Aqidah (tauhid yang benar); Batang mencerminkan Komitmen dan prinsip hidup; Cabang dan buah mencerminkan Amal shalih dan akhlak mulia

Sebaliknya, ayat 26 menjelaskan pohon yang buruk yang tercabut dari akar merupakan simbol iman rapuh dan karakter tanpa fondasi. Allah berfirman mengenai pohon yang baik, akarnya kokoh, bercabang dan menghasilkan buah dalam surat Ibrahim ayat 24-25

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ ۝٢٤تُؤْتِيْٓ اُكُلَهَا كُلَّ حِيْنٍ ۢ بِاِذْنِ رَبِّهَاۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ۝٢٥

“Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimah ṭayyibah? (Perumpamaannya) seperti pohon yang baik, akarnya kuat, cabangnya (menjulang) ke langit, dan menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan untuk manusia agar mereka mengambil pelajaran.” (QS Ibrahim: 24-25)

Menurut Ibnu Katsir, kalimat tersebut yaitu “la ilaha illallah”. Itulah tauhid yang murni. Tauhid murni juga diibaratkan sebagai pohon yang indah: akarnya kokoh, cabang dan rantingnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya setiap saat atas izin Tuhannya. Allah memberikan perumpamaan seperti itu agar manusia senantiasa mengingat dan mengambil pelajaran.

Sebaliknya, kalimat yang kotor diibaratkan seperti pohon yang buruk, tidak memiliki akar yang kuat, dan mudah tumbang.

Keyakinan yang kokoh, menurut Al-Qaradawi, tumbuh melalui proses tarbiyah yang berkesinambungan. Tarbiyah membentuk manusia dari dalam, memperkuat iman, menata ruhani, dan meneguhkan orientasi hidup.

Sebagaimana akar menyerap unsur-unsur dari tanah, tetapi pohonlah yang mengolahnya hingga berbuah manis. Demikian pula manusia; informasi dan pengetahuan yang diserap baru akan bermakna jika diolah menjadi kebijaksanaan dan sikap hidup.

Al-Qaradawi menempatkan keyakinan sebagai syarat mutlak kemajuan, karena keyakinan yang sejati bukan sekadar pernyataan lisan, melainkan kesatuan antara pikiran dan perbuatan. Ketika seseorang memiliki kepastian arah, ia tidak mudah goyah oleh tekanan, kritik, atau perubahan situasi.

Menjaga Akar yang Kokoh

Lalu bagaimana cara menjaga akar yang kokoh agar tidak goyah? Pertama, senantiasa berdoa. Rasulullah SAW bersabda:

يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

“Wahai Zat yang Maha Membolakbalikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR Tirmidzi No. 3522)

Kedua, istiqamah dalam ketaatan dan beribadah. Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS Fushshilat: 30).

Ketiga, memurnikan tauhid dan tidak berbuat syirik. Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَۚ لَىِٕنْ اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Sungguh, benar-benar telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang (para nabi) sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan gugurlah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Az-Zumar: 65)

Keempat, ilmu pengetahuan yang benar. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

“Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu.”  (HR Ahmad)

Kelima, menjaga akhlak mulia. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” (HR Imam Tirmidzi)

Keenam, bersabar, bertakwa, dan beriman. Allah SWT berfirman:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan. (QS Az-Zumar: 10)

Kisah Teladan

Kisah Ashabul Kahfi merupakan salah satu kisah menakjubkan yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 9–26. Cerita ini mengisahkan sekelompok pemuda beriman yang memilih bersembunyi di dalam gua demi menjaga akidah mereka dari kekuasaan zalim. Dari kisah tersebut, terdapat banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dijadikan pedoman hidup umat Islam di zaman modern ini.

Hikmah dari kisah Ashabul Kahfi yang pertama yaitu keteguhan iman para pemuda dalam menghadapi tekanan dunia. Mereka hidup di masa kekuasaan yang memaksa manusia untuk menyembah selain Allah. Namun, meski diancam dan diburu, para pemuda ini tetap berpegang teguh pada tauhid.

Dari sini, hikmah dari kisah Ashabul Kahfi mengajarkan bahwa iman sejati harus tetap teguh walau berada di tengah badai godaan.

Hikmah dari kisah Ashabul Kahfi selanjutnya yaitu tentang keberanian menegakkan kebenaran. Para pemuda itu tahu bahwa keyakinan mereka berbeda dari kebanyakan orang, tetapi mereka tidak takut untuk menunjukkan kebenaran tauhid.

Hikmah dari kisah Ashabul Kahfi juga menekankan pentingnya doa dan tawakal kepada Allah SWT. Saat mereka melarikan diri ke gua, mereka tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri, melainkan berdoa kepada Allah agar diberi rahmat dan petunjuk. Sampai Allah tidurkan mereka 309 tahun.

Kisah ini menunjukkan bahwa rahmat Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Hikmah dari kisah Ashabul Kahfi ini mengajarkan bahwa pertolongan Allah bisa datang dari arah yang tidak kita duga. Bahkan dalam keadaan paling sulit sekalipun, Allah Mahakuasa untuk menolong hamba-Nya.

Hikmah dari kisah Ashabul Kahfi juga mencerminkan pentingnya kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan. Para pemuda itu harus meninggalkan keluarga, rumah, dan kenyamanan demi mempertahankan iman. Mereka rela bersembunyi di gua yang gelap tanpa tahu apa yang akan terjadi.

Kesabaran mereka membuahkan hasil yang indah. Allah menjadikan kisah mereka sebagai pelajaran abadi bagi umat manusia. Hikmah dari kisah Ashabul Kahfi ini mengajarkan bahwa setiap ujian pasti memiliki hikmah jika kita sabar dan percaya kepada Allah.

Hikmah dari kisah Ashabul Kahfi berikutnya yaitu pentingnya persaudaraan dalam iman. Para pemuda itu tidak berjalan sendiri, mereka saling mendukung satu sama lain dalam menjaga keyakinan dan menjaga nilai keimanan di tengah tantangan zaman modern.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِيْٓ اَمْرِنَا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (QS Ali Imran: 35)   []

Tags: AkidahAshabul KahfiProf Dr H Sofyan Sauri MPd
Share26Tweet17Send
Previous Post

KKN 38 UNIDA Gontor Dampingi Ramadhan Camp 3.0 bagi Pelajar Siman Jetis

Next Post

UNIDA Gontor Dampingi Pembelajaran Fiqih Wanita

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result