Ponorogo, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, menggelar pendampingan pembelajaran Fiqh di SMPN 2 Jetis, Ponorogo. Kepala SMPN 2 Jetis Ponorogo, Indah Lestari, mengapresiasi kegiatan edukasi pemahaman thaharah (bersuci) yang ia nilai sistematis dan aplikatif.
“Edukasi fiqh wanita sangat penting diberikan secara sistematif dan komunikatif kepada siswa,” ungkap Indah seputar kegiatan yang berlangsung pada 24-25 Februari 2026 tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena membantu para siswi memahami materi thaharah dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami,” sambungnya dalam rilis yang diterima gontornews.com.
Sebagai informasi, Pendampingan Pembelajaran Fiqih Wanita Berbasis Poster Edukatif dan Buku Saku di SMPN 2 Jetis Ponorogo merupakan rentetan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) UNIDA Gontor kelompok 46 di Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Humas KKNT 38 Kelompok 46, Nahda Arina, mengonfirmasi kegiatan ini berfokus pada penguatan literasi keagamaan di kalangan remaja.
Secara teknis, tim KKN menggunakan media poster edukatif yang dipasang di ruang kelas serta buku saku berjudul A Young Muslimah’s Guide Haid & Bersuci yang dibagikan kepada peserta sebagai pegangan belajar mandiri. Mereka juga membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil guna memudahkan diskusi dan interaksi serta membaginya dalam dua sesi.
Sesi pertama berisi pemaparan materi dasar thaharah dengan menggunakan poster visual yang memuat skema, dalil, serta ringkasan hukum fiqih secara sederhana. Sedangkan, sesi kedua berfokus pada simulasi dan tanya jawab terkait permasalahan yang sering dialami remaja putri.
Dosen pembimbing KKNT UNIDA Gontor, Maria Ulfa M.Fil.I, menjelaskan bahwa penggunaan media visual dan buku saku dirancang agar siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga memiliki referensi tertulis yang dapat dipelajari kembali di rumah.
“Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif siswa dan membantu mereka memahami materi secara komprehensif, bukan hanya menghafal, tetapi juga mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Dosen Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor itu.
Melalui kegiatan ini, tim KKN berharap pemahaman fiqih wanita di kalangan remaja dapat semakin baik serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesucian dan ibadah sesuai tuntunan syariat.
“Kami berharap budaya literasi keagamaan di SMPN 2 Jetis dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter Muslimah yang berilmu dan berakhlak,” tutup Kepala SMPN 2 Jetis Ponorogo, Indah Lestari. [Mohamad Deny Irawan]






















