Ngawi, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melalui mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar Pesantren Kilat bertajuk “Ramadhan Ceria” bagi anak-anak dan remaja Dusun Ngetrep, Desa Hargomulyo, Ngrambe, Ngawi. Kegiatan yang berlangsung mulai Rabu, 26 Februari 2026, hingga Jumat 28 Februari 2026 tersebut berlangsung di Posko KKN Dusun Ngetrep, setiap hari mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB itu dan terbuka untuk umum.
Ketua Kelompok 36 KKN UNIDA Gontor, Fatiharriza Aulina Putri Ihsana Azzahra, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kebiasaan baik serta menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan Bahasa Arab sejak dini.
“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang sederhana, menyenangkan, dan aplikatif. Anak-anak tidak hanya mendengar materi, tetapi juga langsung mempraktikkannya,” ujar Fatiharriza dalam keterangannya kepada gontornews.com.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama pada pukul 15.30 WIB yang berlanjut dengan muroja’ah Juz ‘Amma secara bersama-sama untuk memperkuat hafalan surat-surat pendek. Agenda berlanjut dengan sesi mengaji bersama sesuai kemampuan masing-masing peserta.
“Panitia mendampingi dan membimbing bacaan guna memperbaiki tajwid serta pelafalan huruf Hijaiyah. Sesi ini menjadi bagian penting dalam menanamkan kebiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin,” tambah Fatiharriza.
Memasuki sesi materi Bahasa Arab, peserta mendapatkan kosakata perkenalan (ta’aruf) seperti menyebutkan nama, asal, dan ungkapan sederhana dalam memperkenalkan diri. Tidak hanya itu, para peserta juga belajar kosakata tentang barang dan tempat di sekitar, seperti benda-benda di rumah, sekolah, serta lingkungan masjid. Materi juga mencakup istilah-istilah dasar yang sering digunakan dalam percakapan sederhana sehari-hari.
Fatiharriza menegaskan bahwa konsistensi jadwal dan materi yang berulang membantu peserta lebih mudah memahami dan mengingat pembelajaran. “Dengan pola yang sama setiap hari, anak-anak menjadi lebih disiplin dan materi lebih melekat,” jelasnya sambil mengungkap peserta yang mencapai 30 orang.
Sementara itu, sekretaris sekaligus pengajar Ramadhan Ceria, Arsya Naya, mengakui bahwa para peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan bersemangat. “Orang tua peserta pun menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu mengisi waktu sore Ramadhan dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat,” pungkas Arsya Naya. [Mohamad Deny Irawan]






















