Jakarta, Gontornews — Komunitas Alumni UI lintas generasi semalam berkumpul di Jakarta. Mereka meradang, memprotes keras klaim Ali Muchtar Ngabalin yang menamakan gerakan “UI for Jokowi” dengan slogan Lanjutkan, Lawan, Libas.
Indonesia saat ini dalam ketidakpastian ekonomi, beban hidup masyarakat berbagai sektor semakin berat, sementara elite politik sibuk bermanuver dan membuat pernyataan tidak pantas tanpa memperhatikan kondisi sosial masyarakat.
Mencermati situasi yang berkembang dari hari ke hari, Komunitas Alumni UI merasa prihatin dan menyatakan sikap sebagai berikut:
Satu, meminta nama UI tidak digunakan Ali Muchtar Ngabalin untuk dijual dan digunakan untuk mendukung pihak manapun dalam Pilpres 2019.
Kedua, menuntut Rektor UI untuk menegur keras dan tertulis kepada Ali Muchtar Ngabalin dkk untuk tidak menggunakan UI dalam video Lanjutkan, Lawan, Libas yang beredar di media sosial yang bersifat mengadudomba anak bangsa.
Ketiga, Presiden tidak sepatutnya memprovokasi anak bangsa untuk berpecah belah dengan pernyataan “relawan harus siap berantem” pada Sabtu 4 Agustus di Sentul, Bogor, dalam acara temu relawan. Hal itu melanggar sumpah presiden, yakni menjaga konstitusi dan dasar negara, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia.
Keempat, Presiden, elit politik dan seluruh komponen bangsa semestinya fokus pada penciptaan kesejahteraan, memperbaiki perekonomian dan menciptakan perdamaian yang selama empat tahun terkoyak.
Kelima, mendesak DPR RI untuk membentuk Pansua Adu Domba karena pernyataan provokatif tersebut tidak mencerminkan sikap presiden sebagai Kepala Negara.
Jakarta, 5 Agustus 2018. KATAKAN HITAM ADALAH HITAM, PUTIH ADALAH PUTIH. TIADA KATA JERA DALAM PERJUANGAN!
UI UNTUK INDONESIA.
Komunitas Alumni UI Lintas Generasi.[DJ]





















