Pontianak, Gontornews — Dr Syarifah Ema Rahmaniah Almuthahar MEd, alumnus tahun 1997 Pondok Modern Darussalam Gontor Putri, kini terus melejitkan sayapnya di kancah politik.
Bukan sebagai praktisi politik, namun selain aktif dalam program pencerdasan politik, kini ia dipilih untuk menjadi moderator dalam acara nasional Debat Perdana Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalimantan Barat Tahun 2018.
Acara ini berlangsung pada Sabtu (7/4) dan dilaksanakan di Hotel Kapuas Palace Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kepada Gontornew.com Ema pun bercerita, “Sebelumnya tidak ada proses seleksi, namun kelima komisioner KPU Provinsi Kal-Bar menyepakati saya yang layak dipilih menjadi moderator dalam acara tersebut.”
“Saya merasa bangga karena bisa terlibat langsung dalam program pencerdasan politik dengan memandu debat publik tahap satu ini,” terang wanita penggagas sekolah politik untuk perempuan yang sudah berjalan sejak tahun 2016 lalu.
Selain itu, lanjut wanita kelahiran Pontianak, 27 Agustus 1977, kesempatan ini saya manfaatkan untuk bisa mengenal langsung sosok para calon pemimpin dan mendalami lebih lanjut visi dan misi mereka.
Selama prosesi debat, diakui Ema tidak ada kendala yang berarti. “Ada sedikit kendala tekhnis yakni terkait menyesuaikan clue dari kru televisi saja karena ini siaran langsung,” jelasnya. “Tapi karena sebelumnya sudah ada gladi bersih dan briefing jadi semua bisa diatasi,” sambungnya.
Untungnya, tambah aktivis Sekolah Komunitas Perbatasan itu, sejauh ini anak-anak bisa menerima dan mendukung juga mendoakan saya selalu. Mereka pun cukup memahami aktifitas dan pekerjaan-pekerjaan sosial kemanusiaan yang dilakoni ibunya.
“Bahkan kadang kala mereka juga suka ikut terlibat langsung,” pungkas Dosen dan Kaprodi Magister Sosial Universitas Tanjungpura Pontianak ini. <Edithya Miranti>





















