pesanan-baju-kaos
32 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 9 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Amnesia Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Oleh Mohamad Deny Irawan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
3 January 2025
in Laput
0
Amnesia Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Sejarah kemerdekaan Indonesia seringkali dilupakan. Bukan karena minim literatur, tapi minimnya minat baca dan ketertarikan terhadap sejarah bangsa. Ini menjadi masalah pelik bangsa dalam menyongsong generasi emas tahun 2045 mendatang. Mau sampai kapan?

Minimnya kepedulian masyarakat terhadap sejarah kemerdekaan Indonesia menjadi fenomena baru yang berbahaya bagi bangsa. Jika pemerintah Indonesia mau mewujudkan generasi emas pada 2045 mendatang, pengetahuan masyarakat tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia perlu terus digelorakan.

Salah satunya pengungkapan peran organisasi Islam dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Keterbatasan akses literasi sejarah bukan satu-satunya penyebab, melainkan minimnya minat masyarakat tentang sejarah telah menjadi permasalahan pelik bagi bangsa Indonesia.

Peneliti Institute for the Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Dr Tiar Anwar Bachtiar mengakui, fenomena ini membuat banyak tokoh kemerdekaan dan peran organisasi Islam urung terungkap, bahkan sejarah kemerdekaan secara umum pun cenderung tidak menjadi santapan favorit masyarakat hari ini.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Minimnya pengakuan terhadap tokoh-tokoh tertentu dalam sejarah ini sangat bergantung pada sudut pandang masyarakat. “Kurangnya pembahasan peran organisasi Islam dalam sejarah kemerdekaan ini tergantung pada sudut pandang mereka yang menarasikan,” kata peraih Doktor Ilmu Sejarah dari Universitas Indonesia itu kepada Majalah Gontor.

Masyarakat terkesan tidak terlalu peduli dengan sejarah sehingga jangankan ormas-ormas Islam, bahkan cerita-cerita tentang kemerdekaan tidak banyak diketahui kebanyakan masyarakat. Misalnya, bisa dilihat yang berseliweran di media sosial, apakah banyak tulisan-tulisan tentang kemerdekaan Indonesia? Tidak banyak dan sedikit sekali.

Jika problemnya minat baca, sejarawan pun merambah dunia perfilman agar masyarakat lebih mudah memahami sejarah. Misalnya, film Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010), Hati Merdeka (2011), Soekarno: Indonesia Merdeka (2013), Sang Kiai (2013), Jenderal Soedirman (2015), Tjokroaminoto: Guru Bangsa (2015), dan Bumi Manusia (2019).

Ini belum termasuk film yang mengambil latar sejarah, seperti Tenggelamnya Kapal Vander Wijck (2013), Jejak Langkah 2 Ulama (2020) yang disutradarai alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Sigit Ariansyah, dan Buya Hamka (2023) yang menggunakan latar masa kemerdekaan Indonesia.

Namun, film-film ini sepi peminat. Film Buya Hamka yang diperankan Laudya Cynthia Bella dan Vino G Bastian mencapai 1.297.791 penonton dan Jejak Langkah 2 Ulama hanya ditonton 30 ribu orang. “Kalau dilihat, film-film tentang sejarah kemerdekaan itu sedikit sekali peminatnya,” keluh Tiar.

Peran Ulama dalam Kemerdekaan

Para tokoh Muslim pejuang kemerdekaan Indonesia berbagi tugas, ada yang menyusup dalam pemerintah kolonial dan ada pula yang berada di luar pemerintahan. Saat jalur umara tidak berjalan, para ulama akan bergerak dengan segenap kemampuan, meski tidak memiliki persenjataan yang memadai dan tidak memiliki pendanaan yang cukup.

“Dengan semangat yang luar biasa, para ulama justru berhasil mengonsolidasikan gerakan-gerakan seperti perlawanan yang dilakukan Pangeran Diponegoro yang disokong oleh para ulama dan santri,” ujar Tiar seraya mengungkap peran Kiai Mojo, ulama kharismatik asal Yogyakarta, yang berada di balik Perang Jawa itu.

Kemudian, organisasi-organisasi Islam berdiri, seperti Syarikat Islam, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, Persatuan Islam, dan lainnya. “Ulama ikut mendeklarasikan dan mendorong lahirnya Republik ini. Mereka terlibat dalam BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia),” ujar Tiar.

Salah satu peran ormas Islam yang paling penting yaitu memberikan asas bagi kemerdekaan Indonesia. Dalam hal ini, peran terpenting yang diberikan oleh ormas Islam yaitu penyiapan sumberdaya manusia yang unggul. Misalnya, pada 23 Juli 1905 Paku Buwono X mendirikan lembaga pendidikan Islam bernama Madrasah Mambaul Ulum.

NU Online melansir, Madrasah Mambaul Ulum berdiri tak lama setelah Pemerintah Kolonial Belanda menerbitkan aturan Godsdienstinderwijs Mohammedaansch. Secara intensif, mereka melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah yang memberi pengajaran agama Islam di Jawa dan Madura, kecuali kerajaan Surakarta dan Yogyakarta.

Peraturan ini dimanfaatkan oleh Raja Paku Buwono X dengan mendirikan beberapa lembaga pendidikan, salah satunya Madrasah Mambaul Ulum sebagai wujud pengembangan pendidikan bagi anak-anak pribumi kelas sosial bawah yang menghadapi diskriminasi.

Beberapa guru di Mambaul Ulum, yaitu Kiai Muhammad Fadhil, Kiai Bagus Arfah, Kiai Dimyati, Kiai Djauhar, Kiai Kholil, Kiai Mawardi, Kiai Suryani, dan Kiai Mangunwiyoto. Dari madrasah ini lahir sejumlah tokoh, seperti KH R Moh Adnan, KH Saifuddin Zuhri, Munawir Sadzali, KH R Mustain (Bupati Tuban), KH Imam Zarkasyi (Gontor), dan Prof Dr Baiquni (Bapak Atom/Nuklir Indonesia).

Adapun kurikulum di Mambaul Ulum tidak hanya terfokus pada pembelajaran agama, tapi juga ilmu pengetahuan umum. “Untuk mendapatkan ijazah, seorang siswa diwajibkan untuk menyelesaikan beberapa mata pelajaran tertentu,” ungkap laman NU Online saat membahas catatan jelang Seabad NU di Surakarta.

Madrasah Mambaul Ulum merupakan potret penting seputar peran tokoh dan aktivis Islam untuk memastikan kehadiran kader-kader bangsa yang mengisi kemerdekaan. Peran lain ulama yaitu mengonsolidasikan kekuatan umat dan melakukan lobi-lobi internal kalangan pejuang Indonesia maupun organisasi yang memiliki jejaring internasional.

Sejarawan Muslim Prof Dr Ahmad Mansur Suryanegara mencatat bahwa perjuangan ulama dan santri dilakukan secara ikhlas tanpa berharap pengakuan apapun. Para pejuang kemerdekaan Indonesia dari kalangan ulama, ikhlas meswastakan diri dan kembali ke pesantren yang mereka bina tanpa berharap apapun dari pemerintah.

Misalnya, pertempuran di Ambarawa yang terjadi pada 20 Oktober – 15 Desember 1945. Saat itu pasukan sekutu dan NICA atau pemerintahan sipil Hindia Belanda mulai mempersenjatai tawanan perang Belanda di Ambarawa dan Magelang. “Tidak ada satu pun TNI di Ambarawa. Lalu siapa yang maju? Kiai Mandzur,” ucapnya kepada Majalah Gontor.

Ada nama Munawir Syadzali dan Syaifudin Zuhri dalam tentara Hizbullah yang bertempur merebut Ambarawa. Ada TNI? Tidak ada. Lalu ulama dapat apa? Mereka tidak dapat apa-apa dan langsung pulang. “Kiai-kiai kita itu bisa disebut sebagai pahlawan. Kalau syuhada itu masuk surga, kalau gelar pahlawan belum tentu,” ujar penulis buku Api Sejarah itu. []

Tags: PahlawanSejarah IndonesiaUlamaUmat Islam
Share19Tweet12Send
Previous Post

Kisah Kepahlawanan Ulama dari Masa ke Masa

Next Post

Percayailah Pondokmu! (Bagian 2)

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

0
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

0
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

0
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

0
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

8 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

8 October 2026
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result