pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 11 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Amoralitas Kekuasaan dari Korupsi Hingga Persekusi

Oleh Ahmad Sastra, Forum Doktor Islam Indonesia

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
22 November 2018
in Kolom
0
Pesantren Tidak Berpolitik Praktis

Demokrasi kleptokrasi, itulah frasa yang tepat untuk mewakili potret moralitas para pengemban amanah dalam alam demokrasi sekarang ini. Demokrasi meniscayakan praktik suap diawal pencalonan dan korupsi saat mendapat jabatan dan masuk penjara diakhir jabatan. Sebab biaya demokrasi sangat mahal, namun hasilnya hanya pepesan kosong.

Jika yang bisa berkuasa hanya mereka yang berduit, maka apa bedanya sistem demokrasi dengan ajang perjudian. Jeratan korupsi akan terus menggurita selama KPK belum berani menangkapnya, sementara pengawasan Tuhan kerap diabaikan.

Karakter politik kekuasaan demokrasi itu ada empat: dusta, ingkar janji, khianat dan penuh permusuhan. Meskipun bisa saja seseorang punya niat baik untuk masuk sistem demokrasi, namun dia akan berbenturan dengan jeratan aturan yang bertentangan dengan nilai moralitas.

Membaca berita ditangkapnya 41 dari 45 anggota DPRD Malang oleh KPK karena terlibat korupsi, dan hanya menyisakan 4 orang hanyalah puncak gunung es, yang masih tersembunyi jauh lebih besar. Bahkan sudah banyak hakim dan jaksa yang juga terjerat praktik suap hingga masuk jeruji besi. Demokrasi adalah dari uang, untuk uang dan oleh uang. Tidak ada moralitas dalam demokrasi.

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Padahal dalam perspektif Islam, kekuasaan adalah amanah besar dan sangat berat, karena itu tidak layak diperebutkan. “Tidaklah seorang penguasa diserahi urusan kaum Muslim, kemudian ia mati, sedangkan ia menelantarkan urusan tersebut, kecuali  Allah mengharamkan surga untuknya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Tapi inilah kenyataannya. Aturan main politik demokrasi meniscayakan sebuah pertarungan politik yang cenderung tidak sehat. Berbagai upaya mempromosikan dirinya sebagai kebenaran dan menjatuhkan lawan dengan berbagai fitnah dan tuduhan mengalir deras dari para pendukungnya.

Aturan main politik demokrasi juga meniscayakan perilaku amoral seperti money politik dalam proses menuju tahta kekuasaan. Konon katanya, untuk menjadi seorang presiden di negeri ini harus punya modal sekitar tujuh triliun. Jadilah negeri ini demokrasi korporasi, di mana kekuatan modal begitu kuat menghegemoni kekuasaan. Dari titik inilah potensi tindak korupsi, kolusi dan nepotisme bermula.

Jika jeratan sistem demokrasi yang tidak memiliki timbangan moralitas yang jelas masih mendominasi kontestasi politik di negeri ini, adalah utopia mendapatkan secercah keteladanan politik bagi generasi mendatang. Padahal telah menjadi kesepakatan bahwa negeri ini dibangun oleh etika kemanusiaan yang adil dan beradab.

Secara genealogis, sistem politik demokrasi tidak memiliki sistem moral yang jelas. Dalam sebuah film berjudul The Howling Return yang menggambarkan peradaban demokrasi ala Barat diungkapkan dalam salah satu sesi dialognya bahwa satu-satunya moralitas di Barat adalah memikirkan dirinya sendiri dan atas kebodohan inilah peradaban Barat kini sedang menuju keruntuhannya.

Meski hanya sebuah film, namun bisa jadi benar adanya. Sebab menurut pepatah Arab menyebutkan jika tiada moral, maka manusia kehilangan segalanya. Maknanya bisa dikiaskan, jika politik kekuasaan telah kehilangan moralitas, maka bangsa itu telah kehilangan segalanya. Peradaban bangsa tanpa dasar nilai moral, maka imoralitas yang akan lahir. Jika manusia tak beradab, maka kebiadaban yang akan berkembang.

Dalam perspektif historis, imoralitas kekuasaan ala Fir’aun telah menjadikan rezim ini diabadikan al-Qur’an sebagai kekuasaan buruk dan terlaknat. Kekuasaan absolut yang membungkam suara kebenaran, telah memantik kecongkakan Fir’aun hingga mendaulat dirinya sebagai tuhan. Bahkan Fir’aun menerbitkan peraturan untuk membunuh semua bayi laki-laki yang baru lahir.

Suara kebenaran yang dibawa Nabi Musa justru dianggap sebagai ancaman yang berpotensi meruntuhkan tahtanya, maka harus disingkirkan. Itulah mengapa Fir’aun menolak keras dakwah Nabi Musa dan mempersekusinya.

Persekusi dakwah Nabi adalah ciri kekuasaan fir’aunisme yang amoral. Meski pada akhirnya kekuasaan Fir’aun runtuh dan kebenaran Musa dimenangkan Allah, namun sejarah politik masa lalu tetap berharga bagi kehidupan politik bangsa ini. Sebab selama masih ada para pejuang agama Allah, maka badai pasti berlalu.

Pelajaran berharga dari setiap peristiwa sejarah yang diabadikan kitab suci adalah kesadaran agar politik kekuasaan di kemudian hari tidak berbuat zolim kepada rakyat. Sebaliknya, kekuasaan politik ditempatkan sebagai amanah untuk menjalankan titah Sang Maha Kuasa.

Sejatinya, manusia dilahirkan dan dipilih oleh Allah adalah untuk menjadi sang pengabdi. Allah melarang keras manusia melakukan segala bentuk kezaliman dan kerusakan di muka bumi. Derajat sang khalifah dalam al-Qur’an dimaksudkan bahwa manusia hidup di bumi, apapun perannya, adalah untuk menjaga dan merawat bumi dan kehidupan.

Kesadaran transendental inilah yang akan memberikan pijakan hukum dan moral dalam politik yang beradab. Nilai keadaban itu lantas tercermin kehidupan berbangsa, baik politik, ekonomi, budaya, pendidikan, dan sosial. Spiritualitas politik akan melahirkan kemuliaan, keberkahan dan kesejahteraan kehidupan dari Allah Sang Maha Pemurah.

Michael D Hart mendeskripsikan kekuasaan politik keteladanan Rasulullah dengan ungkapan bahwa kesatuan tunggal yang tidak ada bandingannya dalam mempengaruhi sektor keagamaan dan duniawi secara bersamaan, merupakan hal yang mampu menjadikan Muhammad untuk layak dianggap sebagai sosok tunggal yang mempengaruhi sejarah umat manusia.

Karena itu, kekuasaan harus dipandang sebagai sebuah tanggung jawab moral bagi seluruh bangsa ini dalam rangka membangun sistem yang lebih beradab bagi kemualiaan bangsa ini. Politik jangan dianggap hanya sebatas syahwat tahta duniawi yang berpotensi kehidupan tak beradab. Selain itu politik juga adalah usaha mulia untuk memberikan pendidikan bagi generasi bangsa berikutnya. Maka jadikan politik sebagai media keteladanan, bukan media perusak moralitas.

Kepemimpinan negara dalam pandangan Islam adalah amanah dari Allah. Jika seseorang pemimpin negara berkhianat terhadap suatu urusan yang telah diserahkan kepadanya maka ia telah terjatuh pada dosa besar dan akan dijauhkan dari surga.

Sikap amanah seorang penguasa terlihat dari tatacaranya dalam mengurusi masyarakat berdasarkan aturan-aturan Allah. Ia juga berusaha dengan keras untuk menghiasi dirinya dengan budi pekerti yang luhur dan sifat-sifat kepemimpinan. Penguasa amanah tidak akan membiarkan berlakunya sistem yang akan merusak masyarakat.

Karena itu keagungan moralitas Rasulullah hendaknya menjadi teladan bagi etika politik dan kekuasaan di negeri ini. Sebaliknya, amoralitas politik bukan hanya akan merugikan bangsa, namun lebih jauh akan meruntuhkan peradaban bangsa ini.

Lantas apa yang sedang akan diwariskan kepada generasi penerus bangsa ini, jika amoralitas politik kekuasaan terus berlangsung hingga kini ?[]

Tags: AmoralitasKekuasaanKorupsiPersekusi
Share42Tweet27Send
Previous Post

KDK MUI Sebut Ada Upaya Pemurtadan di Lombok

Next Post

Wisudawan STEI Tazkia Hapal Al-Qur’an 30 Juz

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

5 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result