Nay Pyi Taw, Gontornews — Seorang analis politik, U Than Soe Naing, mengatakan bahwa Pemerintah Myanmar perlu memikirkan solusi untuk melakukan repatriasi pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Rakhine. Analisis ini diberikan oleh U Than Soe Naing menyusul keputusan Komisi Pemilihan Umum Bangladesh untuk melakukan pemilihan ulang di TPS Gaibandha 3 setelah tewasnya 17 konstituen di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, ia mengusulkan pemerintah Bangladesh untuk mencari jalan lain untuk repatriasi karena pemerintah Bangladesh menggunakan pengungsi Rohingya sebagai alat politik dan ekonomi untuk mendapatkan dukungan internasional.
“Pemerintah Myanmar harus mencari solusi lain untuk repatriasi pengungsi karena Bangladesh dapat terus memainkan permainan politiknya,” katanya sebagaimana dilansir The Myanmar Times.
Lebih lanjut, Soe Naing mengatakan bahwa Bangladesh mendapatkan manfaat ekonomi yang besar dari bantuan internasional menyusul masuknya 700.000 pengungsi Rohignya di kamp-kamp pengungsian di Cox’s Bazar dan daerah-daerah lain di Bangladesh.
Sementara itu, analis politik Myanmar lain, U Maung Maung Soe mengatakan bahwa proses repatriasi juga bergantung pada dana yang telah diperoleh organisasi pelaksana repatriasi untuk membantu pemulangan pengungsi.
“Mereka tidak mungkin segera mengambil tindakan untuk proses repatriasi. Mereka membutuhkan beberapa saat untuk memulai dan itu akan menjadi proses yang sangat lambat,” pungkas Maung Soe. [Mohamad Deny Irawan]






















