Jakarta, Gontornews — Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengatakan bahwa moda raya transportasi (MRT) hanya berbiaya 50 persen dari tarif asilnya sepanjang bulan April 2019. Anies menjelaskan bahwa diskon yang diterima kepada warga DKI, khususnya, karena belum beroperasinya seluruh rangkaian MRT yang mencapai 16 rangkaian.
“Tahap awal resmi beroperasi secara komersial ini, baru ada 8 rangkaian Kereta Ratangga yang beroperasi, dari total 16 rangkaian. Karena itu, selama satu bulan awal ini, tarif komersial MRT Jakarta akan dipotong 50 persen,” ungkap Anies Baswedan sebagaimana dilansir akun Instagram-nya.
Pemerintah provinsi DKI, sebut Anies, menargetkan pengguna MRT mencapai 60.000 penumpang per hari. “Tapi kita ingin lebih banyak warga Jakarta yang bisa memanfaatkan kendaraan umum massal apalagi bila terintegrasi,” tambah Anies.
Selain itu, Anies juga menegaskan pentingnya integrasi antara MRT dan moda transportasi seperti Transjakarta dan lain sebagainya. Anies menyontohkan bagaimana tidak adanya integrasi antara halte CSW yang berada di Kebayoran yang berada tepat di atas jalur MRT.
“Pemprov DKI ke depan berencana membangun semacam penghubung atau skybridge di Stasiun ASEAN yang memudahkan warga berpindah ke halte transjakarta CSW saat beraktifitas dan sebaliknya,”
“Saat ini sedang proses disayembarakan rancangannya,”
“Integrasi yang menjadi kata kunci. Ke depan perencanaan transportasi harus bisa memenuhi persyaratan terintegrasi. Contohnya di Halte Bundaran HI yang sekarang sudah terintegrasi, antara Transjakarta dan MRT. Seperti itulah JakLingko yang mau kita bangun,” pungkas Anies. Mohamad Deny Irawan





















