10
Tonton Selengkapnya
27 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 20 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Sukses

Arifah Rubairi, Alumni Mantingan Sukses Bisnis Konveksi Bermerk Kuways

Fathur Roji by Fathur Roji
21 February 2022
in Sukses
0
Arifah Rubairi, Alumni Mantingan Sukses Bisnis Konveksi Bermerk Kuways

Ngawi, Gontornews — Meski tak ada pengalaman bisnis di bidang konveksi, namun wanita alumni KMI Gontor Putri Mantingan Ngawi ini yakin bahwa usahanya akan bermanfaat untuk warga di sekitarnya. Untuk menutupi kekurangannya, ia pun banyak bertanya kepada para pengusaha konveksi.

Sebelum menekuni bisnis konveksi, wanita bernama Arifah Rubiari ini pernah menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Ngawi. Namun karena sang suami, Mujahidin menginginkan Arifah aktivitas di rumah saja, ia pun lepaskan menjadi dosen.

“Jika itu baik untukmu, maka lakukan. Tapi jika menanyakan isi hati terdalam, saya ingin kamu di rumah, mendampingiku dan anak-anak.” Kalimat pendek sang suami inilah yang memotivasi dirinya mencoba mencari aktivitas yang bisa dikerjakan di rumah.

Saat itu, ada saudara yang mencari pekerjaan dengan keahlian menjahit. Bermula dari sini terbersit niat untuk membuka konveksi. “Awalnya saya ragu, karena jahit menjahit bukanlah bidang keahlian saya, sedang suami adalah seorang ASN, jadi tidak bisa membantu fulltime,” kisah santriwati perdana kelas ‘Adi tahun 1990.

BACA JUGA

Meracik Kesuksesan: Kisah Yani Membangun Brand ‘Karyani’ Bumbu Dapur Premium

Amir Hamzah, Alumni Gontor di Balik Cross Border E Commerce Master Bagasi

Ummi Kulsum Raih Penghargaan Best Presenter di Konferensi Internasional

Ary Raharjo: Gontor Memberikan Modal Dasar sebagai Diplomat

Ceritanya Cheriatna Bangun Usaha Cheria Halal Holiday

Namun sang suami memberikan masukan, “Jangan jadikan duniamu sebagai target akhirmu, tetapi jadikan ia sebagai perantara untuk bisa berbagi dan bermanfaat buat banyak orang. Itulah tabungan akhirat. Mungkin dengan kita membuka usaha yang kita tidak ahli, maka akan semakin banyak orang yang kita tolong dan ajak bekerjasama,” jelas santriwati marhalah Mahawardhani 696 (alumni ke-3).

Tahun 2011 Arifah mulai mencari informasi seputar konveksi, mulai cara merancang semua yang berkaitan dengan bisnis konveksi. Akhirnya pada Maret 2012, ia memantapkan diri untuk menekuni bisnis konveksi bermodal 70 juta rupiah dengan brand bernama Kuways.

Nama Kuways menjadi pilihan Arifah pada produk konveksinya. Kuways diambil dari bahasa sehari hari di Mesir, artinya baik atau bagus. Impian Arifah, kata Kuways akan banyak didengungkan orang. Seperti ketika orang naik bis kota dan turun depan rumah, mereka bilangnya turun di Kuways.

“Beberapa kolega malah tidak tau nama asli kami, sering kami dipanggil pak Kuways dan bu Kuways. Semoga menjadi doa, agar menjadi orang tua dan pengayom yang baik buat semua,” tutur mantan mahasiswi jurusan Sastra Arab Al-Azhar University Cairo, Mesir.

Untuk menutupi kekurangannya, Arifah banyak bertanya ke teman pengusaha konveksi di Surabaya dan Tulung Agung. “Saya rangkum dan padukan ilmu dan pengalaman yang mereka punya. Saya tiru yang sekiranya saya mampu kerjakan, dan pending dulu hal-hal diluar kemampuan. Kami benar-benar belajar dari nol,” jelas wanita yang pernah di bagian Penerangan pondok.

Dengan modal yang ada, ia belikan 3 mesin jahit bekas, 1 mesin potong dan sisanya dibelikan kain beraneka warna. “Pokoknya biar kelihatan penuh lah tokonya, agar konsumen yang datang percaya bahwa kami bisa,” papar mantan koordinator gerakan pramuka ini.

Arifah menyadari bahwa perjalan awal tentu tidak mudah. Tertatih, tersandung, tersungkur, bahkan sempat “bleng” tidak tau harus bagaimana. Namun ia tak pernah berhenti berdoa agar dengan usaha ini bisa  saling menolong yang lain.

Waktu terus berjalan, brand Kuways yang ia kelola mengalami turun, naik, dan terus berdinamika. Dua tahun kemudian, yakni 2014 usahanya bisa menambah aset berupa pengadaan mesin border komputer 18 head 9 needle.

Tahun 2016 ia juga mencoba mengembangkan usaha dengan membuka toko kain dan peralatan jahit. Di tahun 2018, ia melebarkan sayap dengan membuka Kuways cabang serta penambahan aset berupa pengadaan mesin border computer 6 head 9 needle.

Tahun 2020, Allah menguji penduduk bumi dengan Covid-19. Mulai berlakunya WFH dan sekolah daring memunculkan fenomena baru di lingkungannya, yaitu menjamurnya angkringan dan warung kopi.

“Kami berpikir keras agar Kuways tetap bisa berkontribusi positif untuk masyarakat. Maka dengan bismillah dan berpasrah, Kuways  mulai membangun GOR dengan kapasitas 4 line bulutangkis yang sampai sekarang masih dalam tahap finishing,” ungkap wanita kelahiran Ngawi, 13 November 1977.

Ia berharap, banyak pemuda yang mau berolahraga, mengasah kemampuan, dan membuang energi berlebihnya untuk hal-hal yang positif dan lebih bermanfaat. Program dua tahunan ia rancang bersama suami sejak awal berdiri, walau kadang juga belum ada rencana pasti. Hanya bermimpi dan berharap tiap dua tahun ada suatu pencapaian yang berbeda.

“Tujuannya agar Kuways tetap optimis dan bergerak dinamis. Tidak mudah berpuas dengan apa yang ada, ataupun menyerah jika terkena kendala. Karena air mata itu ada dua, sebab suka atau duka. Dan kami sudah banyak melewati keduanya,” tegasnya.

Arifah mengatakan, banyak orang ingin memulai usaha atau apapun itu, terlalu fokus pada pemecahan masalah jika terkena kendala. Padahal Allah kasih ujian ke tiap manusia itu berbeda-beda, belum tentu kita akan menemui kendala yang sama.

“Maka optimislah! Belajar dan berjuang dulu, ujian belakangan. Bukankah di pondok juga seperti itu? Kita diajar dan dididik dulu, baru kemudian diuji untuk dipastikan bisa naik ke level yang lebih tinggi atau tidak,” jelas ibu dari tiga anak ini.

Kuways yang awal berdiri hanya memiliki 2 karyawan, saat ini sudah berkembang menjadi 20 karyawan. Kebanyakan adalah para ibu rumah tangga dan remaja putri. “Kami menjalin kerjasama dengan SMK untuk magang siswa jurusan tata busana sejak tahun 2015 hingga sekarang,” papar lulusan S2 IAIN Sunan Ampel Surabaya Jurusan Tafsir dan Ilmu Al Qur’an..

Diawal merintis, ia banyak menjalankan order kaos dan baju olahraga. Karena desakan dari konsumen untuk pesan komplit dengan seragamnya, maka ia produksi segala jenis seragam, koko, gamis, dan jilbab. Sekarang sedang mencoba beberapa produk ketrampilan seperti tas, dompet, sarung bantal, dan lain sebagainya.

Pasar Kuways bukan hanya di kota Ngawi, tapi beberapa pesanan sudah dari luar pulau seperti Madura, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Ada pesanan juga dari Korea Selatan untuk baju silat.

Saat ini, Kuways masih fokus pada pemasaran offline, namun tetap melayani pemesanan luar daerah secara online, meskipun ia mengakui belum pernah beriklan secara resmi online di media-media sosial.

Arifah menyadari pemain konveksi besar sangat banyak, namun demikian Arifah anggap mereka bukan pesaing, tapi mereka adalah guru dan contoh bagi tim kami. “Kuways masih berkembang, sehingga masih perlu banyak belajar dari konveksi-konveksi besar yang ada,” jelasnya.

Arifah mengakui, motivasi menjalankan bisnis konveksi ini diantaranya naehat yang berbunyi “Niatkan usaha konveksimu untuk membantu menutup aurat saudaramu, maka Allah akan menutup aibmu, ini adalah motivasi terbesar.”

Motivasi lainnya adalah usaha ini bisa dilakukan di rumah, jadi tetap bisa fokus mendampingi suami dan anak-anak. “Karena saya wanita dan sudah berkeluarga. Niat awal memang ngekor suami. Kemanapun beliau ada, saya ingin disampingnya,” ujarnya.

Arifah menutup perbincangannya dengan berharap, jika Uways al-Qarni tidak terkenal di bumi tapi terkenal di langit. Setidaknya Kuways yang belum ada apa-apanya ini, ada yang nanti mengenalnya di langit. [fathur]

 

 

 

Share162Tweet101Send
Previous Post

Kamboja Pilih Pendekatan Berbeda di Konflik Politik Myanmar

Next Post

Yaman: Houthi Tembakkan 7 Rudal ke Marib di Tengah Gelombang Pertempuran

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result