Islamabad, Gontornews – Pemerintah Amerika Serikat memastikan dukungan terhadap upaya peminjaman dana kepada International Monetary Fund (IMF) yang diajukan Pemerintah Pakistan. Pernyataan ini disampaikan oleh Meteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dalam kunjungan bilateralnya ke Pakistan di era kepemimpinan Pedana Menteri Imran Khan yang baru dilantik Juli lalu.
Menurut Menteri Komunikasi dan Informasi Pakistan, Fawad Chaudry, pertemuan antara Pompeo dengan Imran Khan menghasilkan beberapa kesepakatan mengejutkan ketimbang sekedar membahas pencairan dana keamanan AS untuk Pakistan sebesar 300 Juta Dollar AS atau sekitar 4,4 Triliun Rupiah.
Sebagaimana diketahui, Pakistan saat ini dirudung masalah ekonomi yang pelik karena mengalami krisis uang dan tidak memiliki pilihan lain selain menerima pinjaman dari IMF. Sebelumnya, IMF enggan memberikan pinjaman dana karena disinyalir akan digunakan Pakistan untuk membayar hutang kepada Pemerintah Tiongkok.
“Ia (Pompeo) meyakinkan Pakistan bahwa jika Pakistan memilih (untuk mengajukan pinjaman kepada) IMF, Amerika Serikat tidak akan menentangnya,” kata Chaudry sebagaimana dilansir Reuters.
Pakistan sendiri menilai bahwa bantuan bailout IMF ‘sangat menguntungkan’ bagi Pakistan karena berhasil lepas dari krisis ekonomi yang pernah dialami pada tahun 1980 dan 2013 silam. Pompeo menambahkan bahwa tidak ada salahnya jika IMF membantu Pakistan terlepas terdapatnya permasalah yang terjadi di antara kedua belah negara.
“Tidak ada alsan bagi IMF untuk memberikan bantuan dalam bentuk Dollar AS,” kata Pompeo.
Tetapi, Presiden Donald Trump sendiri menuduh Pakistan membantu geriliyawan Afghanistan sehingga menahan bantuan keamanan dengan jumlah ratusan juta dollar AS tersebut. Celakanya, Trump mengajak dunia Barat untuk mengawasi pendanaan terorisme yang diterima Pakistan. [Mohamad Deny Irawan]





















