Grobogan, Gontornews — Kekeringan masih melanda beberapa daerah di Jawa Tengah, dari 19 kecamatan di Kabupaten Grobogan, sebanyak 15 kecamatan mengalami krisis air bersih. Di Blora, sebanyak 14 Kecamatan mengalami kekeringan dari total 16 Kecamatan.
Merespons kekeringan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Tengah, dan Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) Komisariat Semarang bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng) memberikan bantuan total 304.000 ribu liter air bersih. Bantuan tersebut akan didistribusikan bertahap untuk 12 desa di Kabupaten Blora dan 14 desa di Kabupaten Grobogan.
Adapun seremonial pendistribusian air bersih menggunakan truk tangki dilakukan di Desa Pakis, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Kegiatan itu dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni. Dilansir dari laman act.id. Kamis, (26/9)
Ketua KPwBI Jawa Tengah Soekowardojo mengatakan, program bantuan air bersih adalah wujud dari kepedulian dan tanggung jawab sosial Bank Indonesia sebagai suatu komponen bangsa untuk memecahkan masalah sosial yang dihadapi masyarakat.
“Ikhtiar kami, sebanyak 38 truk tangki dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter. Per tangki akan disalurkan secara langsung di berbagai Desa yang terdampak kekeringan,” terangnya.
Kepala Cabang ACT Jateng, Sri Suroto pun mengapresiasi inisiatif KPwBI, BMPD, IPEBI yang sudah memberikan bantuan. “Alhamdulillah, kami ucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia, BMPD, dan juga IPEBI yang sudah peduli dan menjadikan ACT sebagai mitra dalam menyalurkan bantuan tanggap darurat distribusi air bersih,” tutur Suroto.
Ia menambahkan, selain bantuan yang bersifat jangka pendek, berbagai program untuk menjadi solusi jangka panjang pun telah dipersiapkan. “Kita akan mengajak Bank Indonesia sebagai mitra dan juga siapapun untuk bersama membangun Sumur Wakaf Keluarga dan juga Sumur Wakaf Pertanian sebagai solusi mengatasi kekeringan yang setiap tahun melanda berbagai wilayah Jawa Tengah, termasuk Grobogan dan Blora,” pungkas Suroto.[Hafidh]





















