Wina, Gontornews — Pemerintah Austria, Jumat (12/11/2021), berencana untuk memberlakukan penguncian kepada mereka yang belum mendapatkan vaksinasi secara penuh. Kanselir Austria, Alexander Schallenberg tidak merinci kapan penguncian ini akan berlaku. Namun, dua wilayah Austria terbesar seperti Upper Austraia dan Salzburg memutuskan untuk memberlakukan kebijakan tersebut pada Senin (15/11/2021).
Sekitar 65 persen populasi Austria telah mendapatkan vaksinasi penuh. Angka itu menunjukkan Austria sebagai salah satu negara negara dengan populasi terendah di Eropa Barat. Banyak warga Austria meragukan vaksin. Pandangan ini merupakan keberhasilan Freedom Party yang berhaluan kanan dan menguasai suara terbesar ketiga di parlemen.
“Tujuannya sangat jelas bahwa kami akan memberikan lampu hijau pada hari Ahad ini untuk memberlakukan penguncian secara nasional bagi mereka yang tidak divaksinasi,” kata Schallenberg dalam konferensi pers yang dilansir Reuters.
“Perkembangannya terjadi sedemikian rupa sehingga saya pikir tidak masuk akal untuk terus menunggu. Kami akan mengambil langkah ini sekarang dan keinginan saya adalah bahwa kami akan mengambil langkah ini pada hari Ahad dan secara nasional untuk sembilan wilayah,” imbuh Schallenberg.
Sehari sebelumnya, Schallenberg menyatakan bahwa mereka yang tidak divaksinasi akan menghadapi sejumlah pembatasan pergerakan harian seperti yang mereka alami pada penguncian-penguncian sebelumnya.
Schallenberg berujar bahwa pemerintah ingin menghindari kebijakan pembatasan lebih lanjut kepada mereka yang telah menerima vaksin. Pada saat yang bersamaan, pemerintah Austria juga berharap untuk dapat meningkatkan prosentasi populasi penerima vaksin secara nasional.
Infeksi melonjak di seluruh Eropa karena cuaca menjadi lebih dingin. Belanda bahkan tengah bersiap untuk melakukan penguncian secara parsial, selama tiga pekan, yang berlaku bagi semua populasi. [Mohamad Deny Irawan]





















