Jenewa, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, Jumat (12/11/2021), segera mengadakan pertemuan untuk menetapkan pedoman penggunaan pil antivirus Covid-19, Molnupiravir. WHO menganggap bahwa temuan ini sangat menarik bagi perawatan klinis pasien Covid-19.
Inggris menjadi negara pertama di dunia yang memberikan persetujuan penggunaan molnupiravir awal bulan ini. Pejabat tinggi WHO, Janet Diaz, mengatakan bahwa WHO sedang merencanakan pertemuan bersama kelompok pengembang untuk menjelaskan tentang pil Covid-19 yang rencananya akan berlangsung tiga pekan mendatang.
Kepala kedaruratan WHO, dr Mike Ryan, mengatakan bahwa temuan pil tersebut akan telah ditunggu-tunggu oleh dunia. Karenanya, sebelum memperluas pendistribusian, WHO perlu memastikan bahwa proses pengambilan keputusan soal penggunaan obat tersebut akan berlangsung dengan sangat hati-hati.
“Jelas, dengan menggunakan pendekatan lini kedua untuk mengobati mereka yang terinfeksi merupakan cara yang sangat menarik dan mampu menyelamatkan nyawa banyak orang. Cara ini tentu saja sangat menarik,” ucap Ryan sebagaimana dilansir Reuters.
Pada kesempatan yang sama, pejabat hukum WHO, Steven Solomon, mengatakan bahwa pembicaraan tentang perjanjian internasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan pandemi sedang berlangsung.
“Ada alasan bagus untuk percaya bahwa mereka akan sampai pada kesimpulan yang baik,” ucap Solomon.
Pejabat WHO lain, Mariangela Simao, juga mengatakan bahwa pihaknya sedang membahas daftar penggunaan darurat potensial lain seperti vaksin Sputnik-V dari Rusia. Simao menjelaskan jika pergerakan tersebut merupakan kabar yang baik bagi dunia.
“Prosesnya bergerak lagi dan ini merupakan kabar baik,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















