Bandung, Gontornews — Kakak memukul atau mendorong adik sebenarnya wajar bila dilakukan hanya sesekali. Tetapi bila dilakukan berulang kali setiap ada kesempatan, hal ini tentu akan bikin khawatir.
Perilaku kakak seperti ini biasanya didorong oleh rasa marah, frustasi atau cemburu. Seringkali wajah kakak tampak seperti kosong (tak berekspresi) saat melakukannya. Ini terjadi karena di dalam hatinya, kakak berusaha menghilangkan rasa marah, frustasi, dan cemburu itu dengan mencoba tidak merasa apa-apa.
Semakin marah respon orangtua, bisa jadi semakin keras hatinya. Lalu bagaimana cara menghentikan perilaku ini?
Pertama, buat hubungan healing. Selama setengah jam setiap hari, fokuslah menghabiskan waktu dengan kakak. Bermain dan nikmati, biarkan kakak tahu bahwa kita senang. Biarkan pula kakak yang menentukan apa yang dilakukan selama setengah jam itu. Nantinya kakak akan senang mendapat perhatian penuh dari kita.
Kedua, buat kakak tertawa dengan bermain dan baca buku. Main monster-monsteran atau baca buku akan membuat kakak tertawa. Namun bila kakak melempar buku, tak usah terkejut, bilang saja, “Kakak tak ingin baca sekarang ya, kita main yang lain saja yuk!” Dengan tertawa, perasaan kakak perlahan membaik dan hubungan dengan orang tua lebih terjalin erat.
Ketiga, saat kakak memukul, perhatikan adik lebih dulu. Kala itu, orangtua pasti inginΒ segeramenghukumΒ kakak yang memukul, tetapi pergilah lebih dulu ke adik dan tenangkan perasaannya. Dengan demikian, ketegangan perasaan kita pada kakak juga akan menurun dan tidak langsung menghukumnya.
Keempat, bantu kakak mengatasi marah meski harus menangis dan menjerit. Bila manusia menampakkan emosinya, emosi itu akan perlahan lenyap. Maka, tatap mata kakak sambil berlutut agar wajah kita sejajar dengannya. Katakanlah bahwa adik kesakitan dan minta kakak menjelaskan kenapa ia melakukan itu.
Mungkin kakak akan marah dan menangis, tapi itu bagus, sebab ia sudah bisa meninggalkan ekspresi kosongnya. Katakanlah bahwa tak apa untuk marah dan menangis, bukalah hati kita. Bahkan bila kita ikut menangis, itu akan memancing tangisan anak dan biarkan ia menangis di pelukan kita.
Kelima, tumbuhkan rasa melindungi adik dalam diri kakak. Katakan, βAdik senang kalau kakak bawakan mainan,β dan semisalnya.
Keenam, ajak kakak terlibat. Tunjukkan bahwa kita berterima kasih bila kakak ikut membantu mengurus adik. Ajak main mereka berdua. Hindari perkataan, βBunda lagi sibuk mengurusi adik kamu, nanti yaβ¦β dan lebih baik katakan, βSecepatnya bunda akan bantu kakak dehβ¦β
Ketujuh, pencegahan. Untuk sementara lakukan pencegahan dengan tidak membiarkan kakak dan adik hanya berdua. Bila kita berhasil mendamaikan hati kakak dengan keberadaan adik, in syaa Allah ikatan kakak dan adik akan bertambah kuat sebagai saudara. []





















