pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 27 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Bareng Forjim Belajar Liputan Kasus Sensitif dari BBC News Indonesia

Fathur Roji by Fathur Roji
19 January 2020
in Nasional
0
Bareng Forjim Belajar Liputan Kasus Sensitif dari BBC News Indonesia

Jakarta, Gontornews — Senin 6 Januari 2020 lalu, BBC News Indonesia menggemparkan jagat pemberitaan. Hari itu, situs BBC Indonesia menurunkan laporan lengkap mengenai vonis kasus pemerkosaan homoseksual terbesar dalam sejarah Inggris, bahkan dunia, yang dilakukan seorang WNI di Inggris, Reynhard Sinaga (36). Dalam berita pertamanya BBC Indonesia mengutip hakim yang menyebut Reynhard sebagai ‘predator seksual setan’.

Apa yang terjadi bila hal itu terjadi di Indonesia? Pertama, secara normatif, kasus ini akan menjadi persoalan besar. Sebab menyangkut sikap bangsa Indonesia sebagai bangsa beragama yang menolak homoseksual (LGBT), apalagi tindak pemerkosaan. Kedua, dari sisi pemberitaan. Pers Indonesia yang bebas dan tak terkendali, memungkinkan akan melakukan vonis sebelum vonis pengadilan dijatuhkan (trial by press).

Fakta-fakta menarik seputar kasus Reynhard, baik dari kasusnya sendiri maupun model peliputan dan publikasi berita di Inggris atas kasus ini, yang diulas secara menarik oleh Produser BBC Indonesia di London, Mohamad Susilo, dalam diskusi jurnalistik yang digelar Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di Menara 165, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/01/2020).

“Reynhard ditangkap pada Juni 2017, tetapi tidak ada yang tahu sama sekali. Pengadilan Manchester menyidangkan kasus ini sejak Juni 2018 hingga Desember 2019, informasinya juga tidak rembes (bocor, red) sama sekali,” kata Susilo, yang terus mengikuti persidangan Reynhard bersama koleganya, Endang Nurdin.

BACA JUGA

JATMA Aswaja Dukung Penguatan Ekonomi dari Desa

Sambutan Presiden Prabowo pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

Menag Nasaruddin Umar: Satu Abad Bukti Ketangguhan Gontor

Mendiktisaintek Brian: Semoga Gontor Terus Maju Menjaga Nilai-nilai Keislaman

Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

Ternyata, kata Susilo, secara resmi Kepolisian meminta agar dilakukan pembatasan (limitasi) pemberitaan dengan sejumlah alasan.

Pertama, skala kasus yang sangat besar. Seperti yang juga dilaporkan BBC Indonesia, pejabat kepolisian menyebut perkosaan berantai yang dilakukan RS sebagai “kasus perkosaan terbesar dalam sejarah hukum Inggris”.

Sementara Ian Rushton, dari Kantor Kejaksaan yang memimpin penyidikan kasus, mengatakan Reynhard bahkan adalah “pemerkosa berantai terbesar di dunia.”

“Video rekaman yang dilakukan dengan menggunakan dua handphone, jarak pendek dan jauh, hampir 3,5 Terabyte. Ini yang jadi bukti utama. Seandainya tidak ada rekaman, bisa jadi kejahatannya tidak dapat diungkap,” kata Susilo.

Alasan berikutnya kenapa ada pembatasan pemberitaan adalah untuk melindungi korban dan memudahkan penyidikan. Sebab, korban-korban tindakan bejat sama sekali tidak mengetahui jika mereka telah menjadi korban pemerkosaan. Mereka baru tahu setelah diberitahu polisi.

Ini karena saat pelaku melakukan aksi bejatnya, semua korban dalam keadaan tertidur setelah diberi minuman yang telah dicampur obat bius GHB (Gamma Hydroxybutyrate).

Menurut polisi, korban dapat mencapai 190 orang termasuk 48 orang yang kasusnya telah disidangkan melalui empat persidangan terpisah mulai Juni 2018 sampai Desember 2019.

Alasan berikutnya adanya pembatasan pemberitaan adalah agar peradilan dapat berjalan dengan jujur dan adil (menjaga fair trial).

Media-media mainstream di Inggris, kata Susilo, mematuhi betul aturan itu. Sebab jika tidak, mereka juga akan terkena hukuman. Bahkan bukan hanya media, semua orang yang mengetahui kasus itu juga tidak diperkenankan bicara ke publik. Baik hakim, juri, maupun polisi.

“Kami di BBC, sampai menyimpan semua data dan dokumen tentang kasus ini ke sebuah lemari khusus. Tak boleh ada satu informasi pun yang tercecer sebelum waktunya dikeluarkan,” kata dia.

Bahkan, kata Susilo, karena dirinya sangat syok atas kasus yang sedang dikawalnya, kantornya sampai menawarkan jasa konseling.

Saat ditanya bagaimana dengan media sosial di Inggris atas kasus Reynhard, Susilo menjawab, media sosial di Inggris sumber informasinya tetap dari media mainstream. Sehingga, saat media arusutama belum menurunkan berita tentang Reynhard, media sosial pun juga belum mengetahui. “Jadi sama sekali tidak menetes infonya,” kata mantan wartawan Jawa Pos di Jakarta itu.

Dalam kesempatan yang sama, mantan wartawan Majalah Gatra Ahmad Husein, mengapresiasi cara kerja dan model pemberitaan yang dilakukan oleh BBC Indonesia.

Menurut Husein, kasus Reynhard ini akan sangat berbeda sekali pemberitaannya bila terjadi di Indonesia. “Kalau di Inggris, setelah divonis baru diberitakan. Di sini bisa jadi sebelum pengadilan sudah divonis (oleh media),” kata dia.

Sebagai informasi, sebelumnya Susilo juga menunjukkan bukti-bukti pemberitaan media Inggris, yang sama sekali tidak menyebut kata “Indonesia” dalam judul berita kasus Reynhard. Alamat apartemen Reynhard di Manchester pun tidak disebutkan secara detail. Artinya, kasus ini benar-benar diberitakan sebagai persoalan terdakwa semata.

Tetapi, kata Husein, begitu informasi tentang Reynhard dipublikasi BBC Indonesia, media-media Indonesia langsung mengulik berbagai hal pribadi terkait dia. Menyangkut kampus, keluarga, alamat rumah orang tuanya, bahkan foto rumah dari udara. “Termasuk agama, dan afiliasi politik orang tuanya,” kata dia.

Laporan BBC, menurut Hussein, diturunkan memang untuk kepentingan warga. Bukan kepentingan pemerintah. “Demikian pula dengan cara mengemas tulisannya. Menarik tetapi isinya kebenaran,” kata dia.

Media-media Indonesia pun, kata Hussein, harusnya juga bisa melakukan seperti yang dilakukan BBC. Apalagi ketentuan menulis agar tidak melakukan diskriminasi berdasarkan SARA dan tentang kesusilaan juga sudah tercantum dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Hanya saja ketentuan itu selama ini dilanggar. Terutama dalam pemberitaan tentang terorisme. Media selalu mengulik hal pribadi terkait pelaku. Seperti terkait orang tua, sekolah atau pesantren, hubungan dengan tetangga, dan lain-lain yang sama sekali tidak terkait dengan kasus. [Fathur]

Tags: bbc indonesia
Share18Tweet12Send
Previous Post

Khasiat Beras Ketan Hitam untuk Tubuh

Next Post

Para Tokoh Lintas Agama Cinere Sepakat Tolak LGBT

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

0
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

0
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

0
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

0
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

0
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

27 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

25 September 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result