Brussels, Gontornews — Perdana Menteri Belgia, Sophie Wilmes, mengonfirmasi kematian wanita berusia 90 tahun akibat virus korona, Rabu (11/3). Secara umum, ada 314 kasus virus korona yang terkonfirmasi di Belgia.
Otoritas kesehatan Belgia mengatakan bahwa sejumlah rumah sakit mulai kewalahan seiring meningkatnya pasien dengan keluhan infeksi pernapasan. “Ini bisa menunjukkan awal wabah yang nyata di negara kita,” ungkap badan kesehatan federal Belgia sebagaimana dilansir Reuters.
Sebelumnya, otoritas Belgia telah mengkarantina sebuah kapal pesiar berisi 3.000 penumpang di pelabuhan Zeebrugge, Rabu (11/3) pagi. Karantina ini dilakukan menyusul masuknya laporan yang menduga adanya kasus virus korona di atas kapal pesiar tersebut.
Gubernur Flanders Barat, Carl Decaluwe, melarang seluruh penumpang untuk meninggalkan kapal. Dua penumpang di kapal tersebut diduga telah melakukan kontak dengan warga Jerman yang positif korona dan saat ini telah dikarantina.
Menjelang sore hari, pemerintah mengizinkan seluruh penumpang untuk turun dari kapal pesiar kecuali dua orang yang positif korona. Kedua orang tersebut langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif dan karantina.
“Tampaknya tidak ada masalah karena masa inkubasi terkait dengan kontak mereka di Jerman telah berlalu. Mereka tidak memiliki gejala dan tidak sakit,” jelas Decaluwe.
Kapal pesiar Aidamar berbendera Italia tersebut membawa sekitr 2.500 penumpang dan 640 awak. Kapal pesiar ini melayani perjalanan selama tujuh hari menuju Hamburg, Southampton, Le Havre, Zeebrugge, dan Roterdam. Sebagian besar penumpang didominasi warga negara Jerman.
Akibat virus korona, Parlemene Eropa di Brussels menginstruksikkan seluruh pegawainya untuk bekerja dari rumah. [Mohamad Deny Irawan]
























