Ponorogo, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bersama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Univeritas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN T) Kolaborasi di Ponorogo, Jawa Timur. Pelaksanaan KKN T Kolaborasi tersebut dilaksanakan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sooko, Kecamatan Pudak, dan Kecamatan Pulung dengan jumlah peserta 120 mahasiswa dari ketiga kampus tersebut.
Ketua Penanggung Jawab tim UNIDA, Reza Ashari, kepada Majalah Gontor menjelaskan bahwa kegiatan KKN T Kolaborasi merupakan kegiatan yang tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ilmu para peserta dengan mempraktikkan langsung bersama dengan masyarakat di lokasi KKN.
“Selain itu juga untuk mempererat silaturahmi antarkampus serta menjalin hubungan dengan masyarakat secara langsung,” jelas Reza.
Reza menambahkan dalam KKN T Kolaborasi para peserta akan difokuskan pada tiga sektor yang sesuai dengan geografis tempat mereka menggelar KKN yaitu Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Terlebih, saat ini wilayah tersebut tengah dilanda wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sehingga diharapkan kehadiran mahasiswa dalam KKN dapat membantu masyarakat menyelesaikan masalah tersebut.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama 45 hari, UNIDA Gontor mengirimkan 20 mahasiswanya yang berasal dari tujuh program studi yang berbeda yaitu: Agroteknologi, Teknologi Industri Pertanian, Teknik Informatika, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Ekonomi Islam, Manajemen, dan Ilmu Komunikasi.
“Kegiatan terbagi menjadi 10 pos dari tiga kecamatan, dan di setiap pos, UNIDA Gontor mengirimkan dua peserta atau mahasiswa,” jelasnya.
Demikian juga dengan UMPO. Mereka mengirimkan 20 mahasiswa. Sedangkan IPB mengirimkan 80 mahasiswanya, lantaran merupakan kampus yang memang konsen pada sektor pertanian dalam arti luas.
Selain itu, menurut Reza, wabah PMK yang telah mematikan hewan ternak sebanyak 500 dalam jangka waktu sebulan mendorong kegiatan tersebut untuk lebih fokus pada sektor peternakan, dengan harapan masalah PMK bisa terselesaikan dengan segera sehingga masyarakat tidak cemas lagi.
“Hasil lokakarya pertama dalam kegiatan ini ialah peternakan,” paparnya.
Kegiatan KKN T Kolaborasi, kata Reza, mendapatkan dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Salah satunya dengan menyediakan rumah warga masyarakat sekitar lokasi KKN untuk tempat tinggal mahasiswa.
Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ketika membuka KKN T Kolaborasi Tiga Kampus mengaku senang dan bahagia atas pelaksanaan KKN tersebut. Ia berharap, kehadiran para mahasiswa di wilayahnya itu dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah dialami, khususnya wabah PMK.
Tidak hanya itu, Sugiri juga berharap kehadiran para mahasiswa dapat berpengaruh positif bagi pertanian di Ponorogo. Ia mengajak para mahasiswa untuk ikut andil membangun Ponorogo lebih baik.
“Mimpi terbesar kami ialah pertanian kami akan tumbuh besar. Ada simbiosis mutualisme, namun yang terpenting saat ini kamilah yang membutuhkan bantuan. Maka kehadiran panjenengan menjadi penjawab dari kegelisahan masyarakat. Monggo kita kerjakan dan pikir bersama, mudah-mudahan ke depan kami akan melibatkan panjenengan untuk Ponorogo yang lebih baik,” ungkapnya. [] Devi Lusianawati






















