Tirana, Gontornews – Sejumlah warga Albania melakukan unjuk rasa menuntut pemotongan biaya tol yang menghubungkan Kosovo dan Albania. Menurut pengunjuk rasa, tingginya biaya tol baru tersebut diperuntukkan untuk memperkaya Perdana Menteri Albania, Edi Rama beserta kroni-kroninya.
“Kami meminta agar pemerintah membebaskan 11 warga Kukes yang dipenjara secara tidak adil serta pemotongan biaya jalan nasional (penghubung Albania dan Kosovo). Ini hanya awal dari unjuk rasa rakyat sebagia bentuk perlawanan terhadap keuntungan pribadi dan tindak kriminal anda,” kata pemimpin Partai Demokrat Albania, Lulzim Basha.
Dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa sempat menutup akses tol dengan membakar ban selama 2 jam sebelum aksi tersebut dibubarkan setelah pihak pengelola tol membebaskan biaya kepada seluru pengguna.
Sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (5/4), Pemerintah Albania di bawah Perdana Menteri Rama telah menggelontorkan biaya sekitar 1,2 miliar Euro untuk memperbaiki jalan raya. Namun, masih kekurangan dana sekitar 300 juta Euro lagi.
Untuk menutupi kekurangan tersebut, Rama menerapkan pajak penghasilan sebesar 20% bagi setiap pengusaha yang memiliki omset bulanan sebesar 2 juta lek atau setara dengan kurang lebih 261 juta Rupiah. (Kurs 1 Lek Albania setara dengan 130,89 Rupiah).
Pemerintah mengklaim bahwa akses jalan tol tersebut merupakan bentuk modernisasi infrastruktur di Albania. Selain pembangunan tol Albania-Kosovo, Pemerintah Albania juga melakukan pelebaran terhadap dua jembatan utama, serta jalan raya berliku yang melewati jalur pegunungan.
Para pemimpin oposisi di Albania meluapkan kemarahannya setelah pemerintah Albania menerapkan pajak tanah serta tarif tol yang mahal. Albania-Kosovo diketahui memliki hubungan negara yang baik karena memiliki ikatan budaya, politik serta komersial yang erat. [Mohamad Deny Irawan]























