pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 3 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Bintik Matahari Berkurang, Bumi Mendingin?

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
8 May 2017
in Sains
0

Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Menjelang akhir Maret 2017, peneliti NASA menemukan fakta observasi menarik. Ternyata, dalam rentang waktu tiga tahun 15 hari, aktivitas bintik Matahari menurun drastis. Fenomena ini memunculkan dugaan akan hadirnya siklus bintik minimum pada 2019-2020.
Dua gambar permukaan bintik Matahari hasil pengamatan Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA.
Apa yang akan terjadi tahun 2019/2020? Besar kemungkinan bintik Matahari akan mencapai puncak siklus minimumnya. Ini berkorelasi dengan minimalnya aktivitas magnetik di pusat tatasurya. Maknanya, akan terjadi periode pendingan dan bermuara pada perubahan iklim global. Era zaman es dan badai salju ekstrem, bisa jadi, akan terulang kembali di Bumi seperti era abad ke-17.
Mengawali April, NASA menampilkan gambar bintik hasil pengamatan 20 Maret 2017. Tampak gambar permukaan Matahari berwarna yang kuning mulus, nyaris tanpa bintik matahri. Gambar ini amat kontras berbeda dengan hasil jepretan tanggal 27 Febuari 2014. Seperti terlihat pada gambar, bintik-bintik hitam –yang mencerminkan intensitas aktivitas Matahari– tampak jelas tersebar di sekitar permukaan kuning Matahari.
Menurut NASA, kondisi bintik Matahari pada 20 Maret 2017 amat mirip dengan kondisi April 2010. Bintik Matahari kala itu disebut-sebut sebagai akhir dari periode siklus minimum bintik Matahari. Titik terendah bintik minimum yang terakhir terjadi sepanjang tahun 2008. Mengikuti siklus 11 tahunan, maka peneliti memprakirakan trend bintik minimum akan berlanjut dan menuju puncaknya pada 2009-2010.

Fakta empiris menunjukkan, bintik Matahari mengikuti pola siklus 11 tahunan. Siklus alami biasanya ditandai dengan munculnya dua kondisi bintik ekstrem: bintik maksimum dan bintik minimum. Ekstrem maksimum misalnya terjadi tahun 2002/2002 dan 2013/2014. Sebaliknya, bintik minimum terjadi tahun 2008/2009.
Bintik merupakan daerah gelap sebagai ekspresi dari aktivitas magnetik kompleks pada permukaan Matahari. Ini berbanding lurus dengan aktivitas internal inti Matahari. Kondisi maksimum terjadi ketika intensitas aktivitas dan jumlah bintik terbanyak dan terbesar. Sebaliknya, lembah minimum terjadi ketika aktivitas Matahari kurang aktif dan jumlah bintik Matahari mencapai angka terendah. Bintik Matahari disebut-sebut juga terkait dengan adanya aliran energy berkecepatan tinggi dari bagian lubang koronal, yang memercik aurora dan efek cuaca astronomi lainnya, jelas Lina Tran dari Goddard Space Flight Center NASA.
Ikhwal akan munculnya bintik Matahari minimum pernah diungkap peneliti lainnya empat tahun lalu. Perkiraan dibuat para observer berdasarkan analisis terhadap 25 gambar dari hasil observasi April 2012 – April 2013. Kala itu, Tim NASA menduga jagat raya sedang menuju siklus minimum bintik matahari.

Secara historis, teori bintik Matahari mulai abad ke-17 ketika ilmuwan mulai teratur mengamatinya. Kondisi ekstrem terjadi dalam kurun waktu bervariasi. Mulai 9 tahunan hingga sekitar 14 tahunan. Akurasi data pengamatan menjadi penyebabnya mengingat medan pengamatan terbilang amat jauh. Bayangkan, jarak Bumi – Matahari mencapai lebih dari 150 juta km.
β€œBintik Matahari menjadi penanda abadi untuk memahami mekanisme aktivitas interior Matahari,” kata Scott McIntosh, ilmuwan ruang di National Center for Atmospheric Research (NCAR) di Boulder, Colorado, dalam Astrophysical Journal (September 2014). Meski diakui tidak mudah, dia melihat ada titik terang upaya menyibak aktivitas inti Matahari dengan menganalisis dinamika atmosfirnya.

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Menurut astronom ITB, Avivah Yamani, bintik Matahari dari Bumi akan tampak seperti bintik hitam. Kadang tampak samar karena kecil, bisa juga tampak jelas dan cukup besar. Bintik Matahari merupakan area di lapisan fotosfer yang suhunya lebih dingin dibanding area di sekelilingnya. Secara umum, bintik Matahari lebih dingin 1500 K dari area sekelilingnya. Temperatur fotosfer sekitar 5800 K. Saat ada bintik Matahari, area gelap itu sekitar 4300 K. Bintik yang terbentuk bukan area static, bisa berkembang membesar hingga berdiameter 80000 km atau sekitar 6 kali diameter Bumi. Area gelap bintik Matahari memiliki medan magnet ribuan kali lebih kuat dari medan magnet Bumi. Kondisi medan magnetiknya 1000 kali lebih kuat dari area fotosfer sekelilingnya.

Perbandingan bintik Matahari AR 2529 dan Bumi. Kredit: Karzaman Ahmad dari Observatorium Nasional Langkawi
Para astronom menengarai bintik merupakan indikasi terlepasnya sejumlah besar energi lewat ledakan Matahari dan badai besar atau lontaran kotoran di bintik Matahari. Pembentukan bintik dapat bertahan beberapa jam sampai beberapa bulan dan bergerak bersama perputaran Matahari.

Pengamatan Bintik Matahari
Catatan tertua pengamatan bintik Matahari dibukukan astronom China sekitar 800 SM. Astrolog China dan Korea kemudian meyakini kehadirannya terkait kejadian-kejadian penting di Bumi. Sketsa pertama dibuat John Worcester di Inggris 8 Desember 1128. Lima hari kemudian, astronom di Songdo, Korea, menyaksikan citra β€˜uap air merah’ memenuhi langit dari barat laut ke barat daya. Penundaanmerupakan jeda rata-rata dari terbentuknya bintik Matahari sampai penampakan aurora borealis di area lintang rendah. Tahun berikutnya, astronom China mengamati bintik itu menghilang tanggal 14 April.
Sebelum Galileo Galilei mempublikasikan pengamatan bintik Mataharinya 1610, Thomas Harriot telah memperlihatkan catatan aktivitas periode 1560 – 1621. Setahun kemudian, pengamatan serupa dilaporkan David dan Johannes Fabricius. Pasangan ayah-anak ini melihat bintik bergerak dari timur ke barat, bersama gerak rotasi Matahari pada porosnya.
Tahun 1611, Christoph Scheiner dan Galileo Galilei menerbitkan hasil pengamatannyai. Mereka berdebat soal asal usul bintik Matahari. Cristoph Scheiner berpendapat Matahari itu bulat sempurna. Menurutnya, bintik merupakan ekspresi dari bayangan satelit kala melintas di depan Matahari.
Galileo punya pandangan berbeda. Menurutnya, bintik Matahari itu nyatai. Dia dapat muncul, berubah bentuk dan menghilang dari piringan Matahari. Matahari tidak sempurna. Melalui buku Rosa Ursina, Scheneir membenarkan Galileo dengan menyatakan, bintik berada di permukaan atau di atmosfer Matahari.

Dampak di Bumi
Pengamatan bintik Matahari ini terus berlangsung selama berabad-abad kemudian. Tahun 1825, Heinrich Schwabe dari Jerman mulai mengamati bintik matahari dengan teleskop. Selama 42 tahun dia menemukan siklus bintik Matahari. Dalam jurnal Astronomische Nachrichten, dia menulis, bintik Matahari memiliki siklus 11 tahun. Hasil pengamatan dan kesimpulan Heinrich dikonfirmasi Alex von Humboldt melalui buku Cosmos (1951).

Astronom Jerman Gustav Sporer menyebut bintik Matahari tidak hadir selama 90 tahun, dari tahun 1420 sampai 1550. Fenomena ini kemudian dikenal dengan Sporer Minimum. Selanjutnya, Edward Maunder menemukan aktivitas sangat minim dalam selang waktu 1645 – 1715. Menurut Jack Eddy dari High Altitude Observatory (1976) di Boulder, Colorado, kondisi ini berhubungan dengan zaman es kecil atau musim salju ekstrim yang melanda Eropa kala itu. Dan, kondisi ekstrem –disebut Minimum Maunderβ€”berpotensi terjadi lagi dua-tiga tahun lagi. Siapkah kita menghadapinya?.
Dedi Junaedi

Tags: Bintik MatahariBumiIklimMendingin
Share25Tweet16Send
Previous Post

HTI Protes Pembubaran Ormas Melanggar UU

Next Post

Hakim Vonis Ahok 2 Tahun Penjara

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

30 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

0
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

0
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

0
Shafar Keadilan

Shafar Keadilan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

3 August 2026
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

3 August 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

3 August 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR πŸ“£Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.βœ”οΈ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
βœ”οΈ Kontribusi Rp1.500.000.
βœ”οΈ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.πŸ“ https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.πŸ“Œ Kontribusi seikhlasnya
πŸ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
πŸ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
βœ… Logo Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Sosial Media (jika ada)πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
πŸ“š Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.πŸ“Œ Yang ditampilkan:
βœ… Logo/Nama Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Media Sosial (jika ada)πŸ’š Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!πŸ“– Edisi Juli βœ…
πŸ“– Edisi Agustus βœ…
πŸ“– Edisi September πŸ”œπŸ“² Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.βœ… Mengapa harus ikut?πŸ“ˆ Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
πŸ“– Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🀝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.πŸ‘‰ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.πŸ›’ Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result