Bogor, Gontornews – Lantai 2 Masjid Pendidikan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang “Al Haris” tampak dipadati jamaah. Mereka, para guru dan staf SIT Insantama Leuwiliang beserta keluarganya, sore itu, Rabu (11/3/2026) menggelar acara buka puasa bersama (Bukber).
Acari dimulai pukul 16.30 WIB dengan diawali khataman Al-Qur’an. Ketua Panitia Bukber, Ustadz Yahya SPdI, mudir Islamic Boarding School Insantama Leuwiliang, memimpin acara khataman ini.
Usai pembacaan Kalam Ilahi yang disampaikan oleh dua siswa SMPIT Insantama Leuwiliang, Kamil dan Tomi, acara dilanjutkan dengan sambutan dan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Amanah Insantama Ustadz Ir H Ahmad Soim.
Dalam tausiyahnya ia menyampaikan ayat Allah dalam Surat Al-Anfal Ayat 29:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ
Artinya: “Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS Al-Anfal: 29)
Ustadz Soim menuturkan, jika kita bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, maka Allah akan memberikan sesuatu yang dapat digunakan untuk membedakan antara perkara yang benar dan perkara yang batil (Furqaan), sehingga keduanya tidak membingungkan kita.
“Allah akan menghapus keburukan-keburukan yang pernah kita lakukan serta mengampuni dosa-dosa yang pernah kita lakukan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Allah memiliki anugerah yang sangat besar. Salah satu anugerah-Nya yang sangat besar ialah Surga yang disiapkan untuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
“Karena itulah kita harus berupaya untuk meningkatkan derajat ketakwaan kita. Dan derajat ketakwaan ini bisa dihasilkan dari ibadah puasa di bulan Ramadhan,” paparnya.
Ustadz Soim mengajak kepada para guru dan staf tidak bekerja karena alasan mencari penghasilan atau penghidupan semata (ma’isyah). “Kita bekerja untuk berdakwah, mengajak anak-anak dan keluarga menjadi orang-orang yang bertakwa. Menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah,” kata alumni IPB University itu.

Usai tausiyah acara makin seru dengan dihelatnya lomba puzzle dan tukar kado. Semua guru dan staf larut dalam ke-khusyu’-an permainan dan kebersamaan.
Jelang waktu adzan Maghrib tiba, acara ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Ustadz H Edi Sukmayadi. Semoga kita semua bisa bertemu kembali pada Bukber Ramadhan tahun depan. Aamiin. []






















