Ouagadougou, Gontornews — Sedikitnya 16 orang, termasuk delapan orang bersenjata, tewas dalam serangan terkoordinasi di markas besar tentara dan kedutaan Prancis di ibukota Burkina Faso, Ouagadougou.
Saksi mata mengatakan, penyerang bertopeng menggunakan senjata api dan bahan peledak saat penyerangan hari Jumat.
Sedikitnya delapan orang penyerang dan delapan personil keamanan tewas, kata militer. Pejabat juga mengatakan bahwa lebih dari 80 orang, termasuk warga sipil, terluka.
Pasukan kepolisian nasional mengonfirmasi, serangan hari Jumat terjadi di daerah dekat kantor perdana menteri dan bundaran Perserikatan Bangsa-Bangsa. Serangan juga terjadi di kedutaan Prancis, kata beberapa pejabat.
Kedubes diserang sekitar pukul 10.15 GMT. Seorang perwira polisi militer dan empat penyerang tewas, kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian dalam pidato di televisi.
Serangan kedua terjadi di markas tentara di sisi lain kota. Seorang saksi mata menyebutkan, terdengar ledakan dan asap terlihat di atas beberapa bangunan.
“Ada begitu banyak tembakan, kerusakan di mana-mana,” kata seorang saksi mata.
“Ada sebuah mobil dengan sekitar empat sampai enam orang. Mereka melepaskan tembakan, ada sebuah ledakan, kami melihat banyak tembakan dan asap banyak dan kemudian orang-orang mulai berlari.”
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Jean-Marc Chataigner, duta besar Prancis untuk Sahel, menggambarkan kejadian di Twitter sebagai “serangan teroris”.
“Solidaritas dengan rekan dan teman di Burkina Faso,” katanya.
Kelompok bersenjata di Sahel – daerah yang melintasi Afrika Tengah dan Barat – telah berulang kali menyerang Burkina Faso.
Burkina Faso berkabung menyusul serangan yang mematikan itu.
Ibukota negara itu adalah markas pasukan khusus Prancis yang dikerahkan di Sahel untuk memerangi kelompok pemberontak.
Bentrokan dan serangan yang sering terjadi telah menyebabkan puluhan ribu orang melarikan diri dari daerah tersebut.
Tahun lalu, sebuah kelompok berafiliasi al-Qaeda menyerang sebuah restoran Turki di ibukota tersebut, menewaskan 19 orang.
Pada 2016, 30 orang, termasuk empat penyerang, tewas setelah menyerang restoran dan hotel populer di kota tersebut. [Rusdiono Mukri]


















